Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Para separatis di Selatan merebut dua pangkalan militer Pemerintah Yaman di dekat pelabuhan selatan Aden pada Selasa (20/8). Hal itu memicu bentrokan baru antara sekutu, yang mempersulit upaya perdamaian AS.
Para separatis di Selatan merebut dua pangkalan militer pemerintah Yaman di dekat pelabuhan selatan Aden pada Selasa (20/8). (REUTERS/Fawaz Salman/File Photo/tss)

Seperti dilansir Reuters, kelompok separatis dan pemerintah merupakan bagian dari koalisi militer pimpinan Saudi. Kelompok ini memerangi gerakan Houthi yang sejalan dengan Iran. Visi mereka, mengambil alih Ibu Kota Sanaa dan beberapa kota besar pada 2014 silam.

Namun gerakan separatis ini pecah, setelah terjadi perebutan pangkalan sementara Aden pada 10 Agustus lalu. Hari ini mereka mengambil dua pangkalan militer pemerintah di Zinjibar, sekitar 60 KM timur Aden di provinsi Abyan.

Di front lain di daerah utara, Koalisi Pimpinan Saudi mengatakan, pihaknya melancarkan serangan udara yang menyasar militer Houthi di Sanaa. Serangan sebagai respon terhadap serangan Houthi pada salah satu aset di Arab Saudi.

Kekerasan dan celah dalam koalisi dapat menghambat upaya PBB, untuk mendorong maju perjanjian damai. Selain itu, terjadi pembicaraan untuk mengakhiri perang yang telah menewaskan puluhan ribu orang. Ini mendorong negara Semenanjung Arab yang miskin itu ke ambang kelaparan.

Perpecahan meluas setelah terjadinya peperangan. Secara garis besar, sebagai konflik proksi antara muslim Sunni Arab Saudi dan Syiah Iran. Gatra.com

************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

0 komentar: