Breaking News
Loading...



Para Mullah Hoby Minum khamr


Oleh Zulkarnain elmadury

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk mendiskreditkan sahabat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Tetapi tulisan ini hanya dimaksudkan untuk lebih meyakinkan umat Islam Sunni meyakini: bahwasanya sahabat Nabi dalam hal ini adalah Ali bin Abi Thalib radhiyallahu'anhu, tidaklah masuk dalam kategori Ma'shum sebagaimana biasa digembar-gemborkan oleh para petualang Syiah yang menempatkan keluarga Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sejak Ali bin Abi Tholib sampai Imam Mahdi bebas dari segala dosa dan salah. Adalah keyakinan fanatik berlebihan terhadap keturunan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam atau yang disebut dengan istilah tauhid berlebihan terhadap orang-orang soleh.

Sedangkan dalam sebuah hadis dikatakan, pernah Ali Bin Abi Thalib radhiyallahu'anhu menjadi imam salat magrib yang didahului sebelumnya dengan minum khamr hingga berpengaruh terhadap salatnya beliau lupa apa yang dibaca. Itulah yang menyebabkan kemudian turun ayat kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sebagaimana tersisa dalam sebuah hadis berikut ini: 


Al-Imam Abu Daawud rahimahullah berkata :

حدثنا مسدد ثنا يحيى عن سفيان ثنا عطاء بن السائب عن أبي عبد الرحمن السلمي عن علي بن أبي طالب عليه السلام : أن رجلا من الأنصار دعاه وعبد الرحمن بن عوف فسقاهما قبل أن تحرم الخمر فأمهم علي في المغرب فقرأ قل يا أيها الكافرون فخلط فيها فنزلت لا تقربوا الصلاة وأنتم سكارى حتى تعلموا ما تقولون

Telah menceritakan kepada kami Musaddad : Telah menceritakan kepada kami Yahyaa, dari Sufyaan : Telah menceritakan kepada kami ‘Athaa’ bin As-Saaib, dari Abu ‘Abdirrahmaan As-Sulamiy, dari ‘Aliy bin Abi Thaalib : Bahwasannya ada seorang laki-laki dari kalangan Anshaar memanggilnya (‘Aliy) dan ‘Abdurrahmaan bin ‘Auf, lalu memberi mereka minum khamr sebelum diharamkannya. Lalu ‘Aliy mengimami mereka shalat Maghrib dan membaca Qul yaa ayyuhal-kaafiruun, lalu ia pun salah dalam membacanya. Maka, turunlah ayat : ‘Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan… (QS. An-Nisaa’ : 43)” [As-Sunan no. 3671].

Ini menunjukkan bahwa kemaksuman Ali sebagaimana yang sering dilontarkan oleh Syiah adalah sangat tidak benar dan bertentangan dengan banyak kisah di dalam Alquran dan hadis rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Dengan hadits riwayat Imam Nasa'i tersebut di atas makin jelas bahwa Ali Bin Abi Thalib bukanlah orang yang Ma'shum seperti yang dituduhkan Syiah


************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

0 komentar: