Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Dalam kitab Minhaj As-Shalihin (1/263), karya Al-Khou’i, dia menjelaskan,

“Tidak batal puasa seseorang yang melakukan petting, kemudian secara tidak sengaja zakar masuk ke salah satu lubang (qubul atau dubur). Jika sengaja jimak, namun ragu apakah tadi sudah  masuk semua atau ragu berapa yang sudah masuk dari hasyafah, maka puasanya batal, namun dia tidak wajib membayar kaffarah”. (jendelainfo)

************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

*********************************************************************
Salurkan donasi antum untuk menjaga Aqidah Umat dalam berbagai Program Syiahindonesia.com.

Ke No. Rek. an. MASHUDI

Bank Mandiri:

9000009170961

Cantumkan kode unik pada nominal transfer dengan angka 234. Contoh donasi Rp. 1.000.000,-, maka jumlah yang ditransfer adalah Rp.1.000.234,-. Barokallahu fikum wa jazakumullah khairal jaza'

0 komentar: