Slider

Syiah Indonesia

Events

Data dan Fakta

Hakikat Syiah

Kajian Utama

Dokument Rahasia

Syubhat dan Bantahan

Kajian Akbar “Mewaspadai Islam Nusantara dan Aliran Syi’ah”

Kajian Akbar “Mewaspadai Islam Nusantara dan Aliran Syi’ah”

Aleppo Dibakar Rezim Syiah, Kaum Muslimin Diserukan Qunut Nazilah

Aleppo Dibakar Rezim Syiah, Kaum Muslimin Diserukan Qunut Nazilah
Syiahindonesia.com - Jamaah Ansharusy Syari’ah (JAS) menyerukan kepada para ulama dan tokoh umat Islam, Ormas dan Orpol Islam, Imam-imam masjid, Khotib-khotib Jum’at, dan kaum Muslimin dan Muslimat secara umum agar memberikan pertolongan dan pembelaan kepada saudara-sudara kita sesama Muslim, walaupun berupa pertolongan yang paling kecil yaitu berupa doa Qunut Nazilah untuk kebaikan, keselamatan, dan kemenangan umat Islam di Suriah khususnya dan umat Islam di seluruh penjuru dunia umumnya.

“Mudah-mudahan usaha kecil ini dicatat oleh Allah sebagai wujud kecintaan kita kepada saudara sesama muslim dimanapun berada,” demikian tulis seruan JAS.

Diketahui, selama sembilan hari, sejak 22 April 2016, rezim Syiah Suriah yang dikendalikan oleh Basyar Al-Asad didukung oleh Iran dan Rusia, lakukan lebih dari 260 serangan udara, 110 artileri, 18 peluru kendali, 68 bom, membantai lebih dari 200 warga, serta lukai ratusan lainnya. Demikian laporan satuan tugas kedaruratan warga Syria Civil Defence, yang dikenal secara internasional bertugas menolong korban-korban serangan militer yang sudah berlangsung selama lebih dari lima tahun.

Akibat gempuran dan agresi militer itu, untuk pertama kalinya dalam kurun lebih dari 1 milenium (1000 tahun), masjid-masjid Aleppo tidak melakukan solat Jum’at pada 29 April 2016. Demikian dilaporkan kantor-kantor berita diantaranya Asy-Syarqul Awsath.

Aleppo (atau dalam bahasa Arab disebut حلب atau Halab) adalah nama salah satu kota tertua di dunia yang masih dihuni oleh manusia, dimulai sejak 5000 tahun sebelum Masehi. Aleppo juga kota terbesar di Suriah, ibukota propinsi paling utara, berbatasan dengan Turki. Kota Aleppo menempati kawasan seluas 190 Kilometer per segi, berpenduduk kurang lebih 2 juta jiwa.

Sejak Maret 2011, rezim Basyar Al-Asad memutuskan menggunakan kekerasan senjata untuk membunuhi, menteror, menangkapi, menyiksa sampai mati, warga Suriah, untuk mempertahankan kekuasaan keluarga dan kroninya. Akibat dari keputusan itu banyak wilayah Suriah yang terbelah dua. Ada yang warganya berhasil membebaskan diri dari kekuasaan diktator Asad, ada yang belum.

Berikut ini seruan JAS selengkapnya yang diterima redaksi Selasa ( 3/5/2016). .

SERUAN JAMAAH ANSHARUSY SYARI‘AH

No: 003/G-4/MS-Ansharusy Syariah/VII/1437

Tentang:

DOA QUNUT NAZILAH UNTUK KAUM MUSLIMIN DI SYAM KHUSUSNYA

DAN DI SELURUH DUNIA UMUMNYA

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Menimbang beberapa hal sebagai berikut:

1. Orang-orang mukmin satu sama lain saling bersaudara,

إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ إِخۡوَةٞ

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara.” (QS Al-Hujurât: 10)

2. Orang-orang mukmin satu sama lain ibarat satu tubuh,

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal kecintaan sesama mereka, kasih sayang diantara mereka, dan sikap lemah lembut diantara mereka seperti satu tubuh. Apabila salah satu anggota tubuh mengeluh sakit maka anggota tubuh yang lain akan merasakan sakit pula dengan tidak nyenya tidur dan demam.” (HR Bukhari dan Muslim)

3. Kewajiban untuk saling tolong menolong sesama muslim dalam kebajikan dan takwa dan larangan saling tolong menolong dalam dosa dan permusuhan.

وَتَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡبِرِّ وَٱلتَّقۡوَىٰۖ وَلَا تَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡعُدۡوَٰنِۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ ٢

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS Al-Mâidah: 2)

وَإِنِ ٱسۡتَنصَرُوكُمۡ فِي ٱلدِّينِ فَعَلَيۡكُمُ ٱلنَّصۡرُ

“Dan jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan.” (QS Al-Anfâl: 72)

4. Hadits tentang Qunut Nazilah Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan dari Anas bin Malikradhiallâhu ‘anhu,

أَنَّ رِعْلاً وَذَكْوَانَ وَعُصَيَّةَ وَبَنِي لَحْيَانَ اسْتَمَدُّوا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى عَدُوٍّ فَأَمَدَّهُمْ بِسَبْعِينَ مِنَ الْأَنْصَارِ كُنَّا نُسَمِّيهِمُ الْقُرَّاءَ فِي زَمَانِهِمْ كَانُوا يَحْتَطِبُونَ بِالنَّهَارِ وَيُصَلُّونَ بِاللَّيْلِ حَتَّى كَانُوا بِبِئْرِ مَعُونَةَ قَتَلُوهُمْ وَغَدَرُوا بِهِمْ فَبَلَغَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَنَتَ شَهْرًا يَدْعُو فِي الصُّبْحِ عَلَى أَحْيَاءٍ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ عَلَى رِعْلٍ وَذَكْوَانَ وَعُصَيَّةَ وَبَنِي لَحْيَانَ

“Bahwa Kabilah Ri’lan, Dzakwan, Usaiyyah dan Lahyan pernah meminta bantuan dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam untuk menghadapi musuh mereka. Maka baginda mengutus bantuan sejumlah 70 orang sahabat dari kalangan sahabat Anshar. Mereka para sahabat tersebut dikenal dengan sebutan al-Qurra pada zamannya, yaitu orang yang mengantarkan makanan untuk orang-orang yang memerlukan pada siang hari dan banyak menunaikan shalat pada malam hari. Selanjutnya, sampailah mereka pada suatu tempat bernama Bi’ru Ma’unah. Namun tiba-tiba mereka dikhianati dan bahkan dibunuh oleh kabilah-kabilah di sana. Kemudian sampailah berita itu kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Lalu, baginda membaca Qunut (Nazilah) selama sebulan penuh, termasuk melaksanakan qunut tersebut dalam shalat Subuh, sebagai doa untuk dikenakan balasan atas pengkhianatan Bani Ri’lan, Dzakwan, ‘Usayyah dan Bani Lahyan.” (HR Bukhari)

Dan hadits,

قَنَتَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم شَهْرًا مُتَتَابِعًا فِي الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ وَالْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ وَصَلَاةِ الصُّبْحِ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ إِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ مِنَ الرَّكْعَةِ الْآخِرَةِ يَدْعُو عَلَى أَحْيَاءٍ مِنْ بَنِي سُلَيْمٍ عَلَى رِعْلٍ وَذَكْوَانَ وَعُصَيَّةَ وَيُؤَمِّنُ مَنْ خَلْفَهُ

“Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam telah melakukan Qunut selama sebulan terus-menerus pada waktu shalat Dhuhur, Ashar, Maghrib, Isya’ dan shalat Subuh di penghujung setiap shalat, ketika beliau mengucapkan, ‘Sami’allâhu liman hamidah’ pada rakaat yang terakhir. Beliau melaknat kampung Bani Sulaim, Ri’lin, Dzakwan, Ushayyah dan diamini oleh makmum di belakang beliau.” (HR Ahmad, Abu Dawud, dan Al-Hakim)

Imam Syafi’i rahimahullâh menjelaskan, “Apabila turun musibah kepada kaum muslimin, disyariatkan membaca Qunut Nazilah pada seluruh shalat wajib.” (Syarhus Sunnah karya Al-Baghawi 2/279).

5. Kondisi umat Islam di Suriah khususnya Aleppo yang dalam sepekan ini dibombardir oleh serangan udara terkutuk rezim Nushairiyah sehingga menyebabkan lebih dari 240 orang meninggal dunia.

6. Serta kondisi umat Islam di seluruh penjuru dunia yang sedang mendapatkan tekanan, pemenjaraan, pembantaian, dan bentuk-bentuk kezhaliman lainnya.

Maka atas berbagai pertimbangan di atas Jamaah Ansharusy Syari’ah menyerukan kepada:

1. Para ulama dan tokoh umat Islam,

2. Ormas dan Orpol Islam,

3. Imam-imam masjid,

4. Khotib-khotib Jum’at, dan

5. Kaum muslimin dan muslimat secara umum

Agar memberikan pertolongan dan pembelaan kepada saudara-sudara kita sesama muslim, walaupun berupa pertolongan yang paling kecil yaitu berupa doa Qunut Nazilah untuk kebaikan, keselamatan, dan kemenangan umat Islam di Suriah khususnya dan umat Islam di seluruh penjuru dunia umumnya.

Demikian seruan ini disampaikan sebagai anjuran kepada seluruh anggota Jama’ah Ansharusy Syari’ah khususnya dan kepada seluruh kaum muslimin pada umumnya sesuai dengan kadar kemampuannya masing-masing. Mudah-mudahan usaha kecil ini dicatat oleh Allah sebagai wujud kecintaan kita kepada saudara sesama muslim dimanapun berada.

وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Jakarta, 24 Rajab 1437 H / 2 Mei 2016

Jamaah Ansharusy Syari’ah

Imaroh Markaziyyah

Majelis Syari’ah

Qoid

Ust. Fuad Al-Hazimi
   

Katib

Ust. Ahmad Junaidi

Amir Jamaah Ansharusy Syari’ah

Ust. Mochammad Achwan

(azmuttaqin/arrahmah.com)

Fatwa Ulama Syiah: Musnahkan Warga Aleppo!

 Fatwa Ulama Syiah: Musnahkan Warga Aleppo!
Syiahindonesia.com - Tokoh ulama dari kalangan Syiah Alawi, kaum minoritas pendukung Bashar Al-Assad, Ahmad Badr Al-Hassoun, mengeluarkan fatwa mengerikan. Kata dia, warga sipil di Kota Aleppo yang mayoritas ahlussunnah harus dimusnahkan.

Situasi Aleppo menjadi sorotan dunia setelah hampir 10 hari terakhir “dihujani” bom dan rudal. Kelompok pejuang pembebasan Suriah menuding serangan udara dilakukan rezim Assad yang menewaskan ratusan orang.

“Saya menyerukan Tentara Suriah untuk menunjukkan kemarahan kita dan saya juga menyerukan pemimpin kami untuk menunjukkan kemarahan kepada kita kemarahan mereka dengan memusnahkan penjahat tersebut,” kata Ahmad Badr yang menganggap warga di Aleppo sebagai penjahat.

Seperti diketahui, kota itu sudah lama dikuasai kelompok pejuang pembebasan Suriah. Namun, sejak rezim Suriah bangkit berkat dukungan militer Rusia, Kota Aleppo terus dikepung pasukan Assad.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan, bom dan rudal telah menghujani wilayah
pemukiman sipil di Aleppo selama hampir 10 hari. Sudah lebih dari 250 orang termasuk sedikitnya 40 anak-anak tewas.

Pada Sabtu pekan lalu saja, ada sekitar 30 serangan udara di Aleppo dan sedikit penembakan pada Ahad.

Rusia yang menyokong rezim Assad telah menolak seruan untuk mengendalikan sekutunya itu.

”Tidak, kami tidak akan memberikan tekanan pada (Assad) karena salah satu harus memahami bahwa situasi di Aleppo merupakan bagian dari upaya memerangi ancaman teroris,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Gennady Gatilov, seperti dikutip Daily Mail, Senin (2/5/2016).

Akhir pekan lalu, Amerika Serikat kembali menuntut agar pasukan Assad menghentikan serangan bom di Aleppo. Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, telah terbang ke Jenewa untuk melakukan pembicaraan dengan utusan PBB untuk krisis Suriah, Staffan de Mistura, guna membahas krisis di Aleppo.

Warga Aleppo mengaku situasi sudah gawat. ”Situasi telah menjadi tak tertahankan, "kata Abu Mohammed saat bersiap ntuk meninggalkan Kota Aleppo bersama istri dan lima anak. ”Semuanya lumpuh.”

Sebuah surat kabar pro-Pemerintah Suriah dalam laporannya menyebutkan tentara Suriah sedang mempersiapkan serangan untuk merebut kembali semua wilayah Aleppo dan provinsi lain di sekitarnya. (Suara Islam)

10 Foto Mengerikan Korban Serangan Syiah di Rumah Sakit Al-Quds Allepo

Syiahindonesia.com - Secara membabi buta, lagi-lagi Rezim Bashar Al-Assad membunuhi rakyatnya sendiri. Kali ini giliran Aleppo. Penyerangan besar-besaran yang dilancarkannya sejak hari Jum’at (21/04/2016) ini telah mengakibatkan 230 orang merenggang nyawa sedang ratusan lainnya luka-luka.

Dilaporkan sedikitnya lima puluh dokter, perawat, dan pasien tewas dalam penyerangan Rumah Sakit Al-Quds, di timur Aleppo pada hari Rabu lalu.

Berikut beberapa foto korban penyerangan Rezim Syiah Suriah Bashar Asad terhadap Muslim Ahlus Sunnah di Rumah Sakit Al Quds Allepo:

Korban penyerangan Syiah Nushairiyah di Suriah










(nisyi/syiahindonesia.com)

Pengawal Pemimpin Revolusi Syiah Iran Tewas

Pengawal Ali Khamenei tewas (Foto: Press TV)
Syiahindonesia.com - Seorang perwira tinggi senior Iran yang bertugas melindungi pemimpin Revolusi Syiah Iran, Ayatollah Sayyed Ali Khamenei, dikabarkan tewas selama menjalani misi pelatihan.

Sebagaimana dilansir Press TV, Senin (2/5/2016), perwira bernama Martir Akbari itu kehilangan nyawa akibat kerusakan senjata yang dialami selama menjalani misi pelatihan.

Berdasarkan informasi dari situs berita resmi Korps Pengawal Revolusi Islam Iran, prosesi pemakaman akan diadakan untuk Letnan Kolonel Hassan Akbari di Teheran pada Senin 2 Mei 2016, lansir okezone (2/5/16).

Prosesi pemakaman dijadwalkan akan dimulai dari pukul 09.00 waktu setempat di Piroozi Street dan diakhiri upacara di Behesht-e Zahra. Tempat adalah permakaman terbesar yang terletak di Teheran Selatan. (nisyi/syiahindonesia.com)