Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Teheran – Lebih dari seribu orang telah ditangkap dan ditahan di Iran dalam aksi demonstrasi yang terjadi sepekan terakhir. Demikian menurut laporan kelompok hak asasi manusia dan Departemen Luar Negeri Iran pada hari Kamis (04/01/2018).

Amnesty International memperingatkan bahwa mereka disiksa dalam tahanan dan diperlakukan secara sewenang-wenang di penjara. Amnesty meminta agar mereka dibebaskan karena demonstrasi bertujuan damai. Awal pekan ini, kepala Pengadilan Revolusioner Iran memperingatkan bahwa para demonstran yang ditangkap dapat menghadapi hukuman mati.

“Pihak berwenang Iran memiliki rekam jejak yang mengerikan dalam melakukan penangkapan massal terhadap para demonstran yang damai,” kata Philip Luther, direktur penelitian dan advokasi regional di Amnesty.

“Mengingat skala yang mengkhawatirkan dari gelombang penangkapan saat ini, sangat mungkin bahwa banyak dari mereka yang ditahan adalah pemrotes damai yang telah ditahan sewenang-wenang dan sekarang berada di penjara dengan kondisi mengerikan. Dan penyiksaan adalah cara yang umum untuk mendapatkan pengakuan dan penghukuman kepada pembangkang.”

Sebuah video yang tidak terverifikasi dan beredar secara online menunjukkan keluarga tahanan menunggu di luar penjara Evin yang terkenal di Teheran. “Di sana, setidaknya 423 tahanan didaftarkan hanya dalam dua hari setelah Tahun Baru,” kata Amnesty. “Jumlah penahanan di seluruh negeri kemungkinan jauh lebih tinggi daripada yang dilaporkan sebesar 1.000 orang.”

Demonstrasi tersebut, yang didorong oleh keluhan ekonomi, pengangguran dan korupsi, meletus seminggu yang lalu di kota Mashhad di timur laut dan menyebar cepat di seluruh negeri. Pihak berwenang melarang aplikasi pesan populer dan media sosial, membatasi jaringan telepon seluler dan memperlambat kecepatan internet untuk mencegah publikasi demonstrasi. Kiblat.net

0 komentar: