Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Pesan terkahir muslimah Aleppo menyebar di media sosial bahwa beberapa ayah di Timur Aleppo meminta ulama apakah mereka diperbolehkan untuk membunuh anak perempuan mereka sebelum ditangkap dan diperkosa oleh pasukan rezim Syiah Assad, Hizbullah, atau milisi Iran.

Pasukan rezim Syiah Nshairiyah Assad dan milisi Syiah Libanon, Irak dan Iran  melakukan hampir 200 pembunuhan di Aleppo pada hari Senin, termasuk perempuan dan anak-anak, menurut saksi mata dari dalam kota, Al Arabiya News Channel melaporkan, Rabu (14/12/2016).

Aktivis di lokasi mengatakan Syiah Hizbullah Libanon melakukan sebagian besar eksekusi massal di kota Aleppo yang dilanda perang. Sumber mengkonfirmasi ke Al Arabiya bahwa milisi Syiah yang setia kepada rezim Assad membunuh secara biadab sembilan anak-anak dan empat wanita, dengan membakar mereka sampai mati.

Informasi lain melalui akun Facebook, yang diposting oleh seorang aktivis Aleppo menyampaikan pesan dari seorang gadis di Aleppo, berbunyi:

“Kepada semua pemimpin agama dan ulama dunia. Untuk semua orang yang diduga membawa beban di bahu mereka. Aku salah satu dari gadis-gadis Aleppo yang menanti perkosaan dalam beberapa jam lagi. Tidak ada laki-laki maupun senjata yang berdiri di antara kami dan raksasa yang disebut tentara Suriah.”

Saya tidak menginginkan apa-apa dari Anda, bahkan tidak menginginkan doa kalian. Saya masih bisa berbicara dan saya percaya doa saya lebih tulus daripada Anda. Satu yang saya minta hanyalah jangan ambil tempat Allah dan menilai saya ketika saya bunuh diri. Saya akan bunuh diri dan saya tidak peduli jika Anda mengutuk saya ke neraka.

Saya akan bunuh diri karena saya tidak mampu bertahan sepanjang waktu di rumah ayah saya secara sia-sia!! Ayah saya meninggal karena kesedihan dan ketakutan atas yang ia tinggalkan. Saya melakukan bunuh diri sehingga tubuh saya tidak menjadi kesenangan bagi mereka yang bahkan tidak berani menyebutkan nama Aleppo ini beberapa hari lalu.

“Saya bunuh diri di Aleppo karena hari kiamat baru saja terjadi dan saya tidak berpikir neraka lebih buruk dari hidup kita saat ini.”

“Aku akan bunuh diri dan saya tahu Anda semua akan bersatu menilai takdir saya ke neraka. Aku tahu satu-satunya hal yang akan menyatukan kalian semua adalah seorang gadis bunuh diri. Saya bukan ibu atau saudara perempuan atau istri Anda. Saya hanya seorang gadis yang tidak Anda pedulikan.”

“Saya akan menyelesaikan pernyataan saya dengan mengatakan fatwa Anda tidak berarti apa-apa kepada saya dan tidak menarik minat saya lagi. Simpan saja untuk keluarga Anda. Saya bunuh diri dan ketika Anda membaca pesan ini Anda harus tahu saya baru saja mati dalam keadaan suci dan tak tersentuh bahkan oleh Anda semua.” Jurnalislam.com

0 komentar: