Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Sedikitnya 170.000 warga asing telah bertempur di bawah bendera yang berbeda di seluruh Suriah, menurut sebuah penelitian akademis Suriah.

Milisi Syiah yang didukung Iran

Iran pertama kali mulai mengirim konvoi ribuan milisi Syiah bayaran ke Suriah pada bulan Mei 2013, pada saat unit-unit pejuang oposisi Suriah mendekati istana Assad di Damaskus dan hampir saja menggulingkan Assad.

Teroris Syiah dari Afghanistan, Irak, Iran, Bahrain dan Libanon didatangkan untuk membantu memperkuat tentara Assad yang ambruk.

Lebih dari 35.000 teroris Syiah berperang melawan pasukan oposisi di garis depan Suriah, termasuk Syiah Hizbullata Libanon, Tentara Quds Iran, Asaeb Ahl al-Haq Irak dan Batalyon Fatimiyyun Afganistan.

Operasi PYD dimulai pada tahun 2015

Setelah serangan yang diluncurkan oleh IS teradap Ein al-Arab atau juga dikenal sebaai Kobani di Aleppo pada tahun 2015, para petempur dari sejumlah besar negara mulai masuk ke wilayah tersebut untuk berperang bersama teroris PYD.

Pada tahun-tahun antara 2012 sampai 2015, jumlah teroris asing yang bertempur di bawah bendera PYD terbatas pada angka 150- 200, namun jumlah mereka membengkak pada pertengahan 2017 hingga mencapai 7.000 pejuang.

Teroris asing ini membentuk pasukan mereka sendiri di samping PKK / PYD dan menyebutnya "Batalyon Internasional," yang terdiri dari petempur dari lebih 27 negara termasuk, Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Prancis, Inggris, Armenia, Denmark, Rusia, China dan Korea.

Tentara AS di antara jajaran PYD

Meskipun mendapat tentangan dari Turki, AS mengirim sejumlah besar petempur dari YPG, sebuah afiliasi organisasi teroris PKK caban Suriah, untuk ambil bagian dalam operasi Raqqa.

Ada banyak bukti kehadiran AS di antara kelompok teroris tersebut, termasuk sebuah foto seorang tentara berusia 28 tahun yang bernama Christian, diambil di Raqqa barat dan diterbitkan oleh Reuters.

Tato leher prajurit itu menarik perhatian saat ia menggambarkan sebuah senjata api otomatis di mana kata-kata "Life is Pain" ditulis.

80.000 pejuan asing bertempur bersama Islamic State (IS)

Lebih dari 80.000 pejuang asing telah direkrut dan melakukan perjalanan ke Suriah antara tahun 2013 hingga 2016 untuk berperang bersama IS dari negara-negara seperti Tunisia, Libya, Arab Saudi, Jerman, Prancis,  Kaukasus dan neara-neara lain. Rekrutmen ini telah berlangsung sejak 2013.

Orang asing terdiri dari 85 persen pejuang IS, dan meskipun operasi diluncurkan pada pertengahan 2016 untuk mengusir mereka dari Irak dan Suriah, lebih dari 20.000 pejuang asing masih berjuang bersama Islamic State. Voa-Islam

0 komentar: