Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Qalamun – Haiah Tahrir Syam (HTS), organisasi induk jihadis di Suriah pada hari Rabu (26/07) merilis video yang memperlihatkan pejuang-pejuang mereka berhasil menembak jatuh sebuah drone di bagian barat Suriah. Drone yang kemudian diketahui milik kelompok Syiah Hizbullah itu juga dilengkapi dengan senjata ringan berbahan peledak.

Dalam cuplikan video menayangkan detik-detik terakhir drone Syiah Hizbullah itu terbang melintas di atas posisi pasukan HTS di suatu tempat di Qalamun. Dua benda kecil berisi bahan peledak terlihat dijatuhkan dari drone non-militer alias komersial sebelum kemudian drone tersebut jatuh tersungkur akibat tembakan senjata ringan jihadis HTS. Sebelumnya, objek terbang yang dikendalikan lewat alat pengendali jarak jauh ini juga digunakan dalam operasi-operasi Hizbullah di bagian barat Qalamun dan di Jurud Arsal di Lebanon.

Bukan pertama kalinya kelompok Syiah Hizbulllah menggunakan drone dan memodifikasinya dengan tambahan senjata dalam operasi mereka di Suriah. Tahun 2016 lalu, milisi Syiah itu juga diketahui menggunakan drone sebagai bagian dari “dukungan udara” mereka saat pertempuran di Aleppo. Ini adalah kasus pertama yang menunjukkan bahwa Syiah Hizbullah punya kemampuan memodifikasi dan menerbangkan drone yang dilengkapi dengan senjata. Sebelumnya, pada tahun 2014, Syiah Hizbullah mengklaim sudah menggunakan drone untuk bertempur melawan pejuang-pejuang Jabhah Nusrah di daerah Arsal, Suriah.

Catatan tambahan, pada tahun 2012 dan 2013 ada laporan drone tanpa senjata milik Syiah Hizbullah ditembak jatuh di wilayah Israel di utara Negev dan satu lagi di dekat Haifa. Sejumlah kelompok jihadis termasuk ISIS dan ex-Jundul Aqsa pernah mendokumentasikan kemampuan mereka menggunakan drone komersial yang bisa dipasang dengan senjata/bom.

Penggunaan drone komersial berukuran kecil yang bisa dimodifikasi dan dilengkapi dengan senjata berbahan peledak oleh Syiah Hizbullah, dan kelompok-kelompok jihadis Sunni lainnya menunjukkan bahwa “dukungan udara” bisa dibangun dengan biaya murah. Berbeda dengan drone Amerika jenis Reaper maupun Predator, drone komersial ini sangat taktis dan terbang dengan elevasi relatif rendah sehingga tidak bisa terdeteksi oleh radar konvensional. Kiblat

0 komentar: