Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - "Saya pernah ke Iran selama sepekan dan umat Islam semakin sulit bernafas di Teheran" demikian apa yang dikatakan oleh ketua Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) dalam acara Mudzakarah Nasional II di Hotel Grand Asrilia, Bandung, Ahad (14/5) dihadiri oleh ratusan anggota ANNAS dari daerah dan tokoh nasional hingga perwakilan Pemrpov Jabar, Kepolisian dan BIN.

Dalam sambutannya, Ketua Umum ANNAS KH. Athian Ali Dai Lc. MA. mengaku prihatin dengan ancaman yang luar biasa kepada akidah umat dan negeri ini. “Kehadiran Syiah dan Komunis bisa jadi kesempatan dari Allah kepada kita untuk mempertahankan negeri yang kita cintai. Untuk membela umat dari pemahaman yang sesat dan menyesatkan,” katanya.

Komunisme, lanjut KH. Athian, sudah terbukti berulang kali melakukan kudeta hingga menimbulkan korban. “Komunis bukan lagi ancaman tapi sudah terbukti membahayakan bangsa Indonesia,” terang dia.

“Ajaran Syiah benar-benar bisa memancing darah seorang muslim mendidih. Bagaimana tidak, ajaran Syiah penuh dengan penodaan terhadap ajaran Islam. Ajaran Islam mereka hina dan nista. Allah dan Rasulullah mereka hina,” paparnya.

Kini, Syiah tengah melakukan kekacauan di dunia Islam. Di Irak, Iran, Arab Saudi, Suriah, Yaman, dan negara-negara lainnya. “Saya pernah ke Iran selama sepekan dan umat Islam semakin sulit bernafas di Teheran,” jelas dia.

Acara ini dihadiri oleh 300 alim ulama, dai dan aktivis dari seluruh Indonesia. Turut hadir Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat, Prof. DR KH Didin Hafidhudin, para pejabat di daerah Jawa Barat dan perwakilan ormas Islam. (Pizaro/INA)

0 komentar: