Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Ankara – Abdel Hameed al-Yousef yang telah kehilangan dua anak dan 23 anggota keluarganya akibat gas beracun di Khan Sheikhoun menyatakan dirinya akan membalas tindakan rezim Assad melalui media.

Dalam pernyataannya pada Selasa (11/04) itu, Yousef mengatakan rezim Assad menjadi penyebab kematian puluhan anggota keluarganya. Ia berjanji akan terus menuntut keadilan.

“Aku akan mencoba, sebanyak mungkin untuk melawan pemerintah rezim Assad melalui media,” tegasnya kepada Al-Jazeera.

“Aku tidak akan meninggalkan negara saya InsyaAllah. Aku akan kembali ke Suriah karena kami telah memulai revolusi enam tahun yang lalu dan kami masih menuntut keadilan dan kebebasan,” tambahnya.

Sementara itu, sepupu Yousef yang selamat, masih tertegun atas kematian janin yang dikandung istrinya akibat serangan kimia di Idlib.

“Istriku terkena bahan kimia. Pada awalnya, kami tidak tahu jika bayi telah dipengaruhi. Hari ini dia lelah dan mereka membawanya kembali ke rumah sakit. Saya terkejut ketika dia bilang dia kehilangan bayi,” tuturnya.

Seperti halnya warga Suriah yang mengalami kebrutalan rezim Assad, anggota keluarga Yousef tidak hanya bersedih. Mereka juga merasa takut meskipun muncul serangan dari AS kepada rezim Assad. (kiblat)

0 komentar: