Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - OnePath, jaringan media milik komunitas Muslim Australia, melakukan investigasi, siapa sebenarnya si Tawhidi itu. Lelaki ini mendaku diirnya adalah pemimpin organisasi bernama The Islamic Association of South Australia dan Imam for Peace, sebuah lembaga yang konon berupaya mempromosikan perdamaian dan toleransi.  Paket gombal yang seringkali jadi jualan itu. Masalahnya, setelah ditelusuri komunitas Muslim di sekitar situ sama sekali tidak tahu menahu keberadaan lembaga milik Tawhidi. Imam for Peace yang ia klaim sebagai wadah bagi pemimpin agama dari seluruh dunia itu hanya memiliki satu anggota, dirinya sendiri

Belum puas, tim OnePath menghubungi ANIC (Australian National Imam Counsil) sebagai organisasi ‘’sertifikasi’’ Imam yang telah diakui di Australia. Hasilnya, nama Tawhidi sama sekali tak dikenal, “This individual is not a recognized Imam, Syeikh, or a Muslim leader” Pernyataan serupa juga disampaikan oleh ketua Imam Council of South Australia, “Mr. Tawhidi is not part of the Islamic leadership in SA and is in no way recognized.”

Jadi itulah Tawhidi, tak lebih dari  seorang conartist, seorang “fake imam”. Ia tak dikenali warga sekitar, dan satu-satunya anggota di organsiasinya adalah dirinya sendiri. Pendeknya, jones maksimal! Mungkin memang kesendirian itu membuatnya frustasi dan akhirnya menjadi delusional. Jika membuat website, lalu mendirikan organisasi yang isinya cuma dirimu sendiri sudah cukup membuat seorang menjadi imam, tentu saya sudah jadi imam besar dari dulu.

Semua tentang Tawhidi ini mungkin terdengar lucu menggelikan, anda mungkin merasa geli, mengapa orang-orang bisa-bisanya percaya? Well, ternyata banyak juga yang percaya, bahkan merayakan pernyataan si Tawhidi. Politisi sayap kanan Australia bertepuk tangan mendengarnya. Ocehan Tawhidi itu melancarkan jalan politik mereka; menyebarkan sentiment anti-Islam dan menjadikannya jualan di pemilu. Strategi ini tampaknya sedang disukai politisi populis di Barat.  Warga AS rela memilih bintang reality show dengan integrias moral dan kapasitas otak dipertanyakan menjadi presiden, ia cukup  berjanji akan menyelamatkan mereka dari “ancaman Muslim radikal” (santricendekia)

0 komentar: