Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Senin 13 Februari 2017, Parlemen Republik Somaliland menyetujui pembangunan sebuah pangkalan militer milik Uni Emirat Arab di kota Berbera yang berada di tepi Teluk Aden, berdekatan dengan Yaman.

Sebanyak 144 anggota Parlemen menyetujui berdirinya sebuah pangkalan militer milik UEA di kota Barbera. Hanya ada 2 anggota yang menolak, sedangkan sisanya abstain.

Berbera sendiri merupakan kota terbesar dan terpenting bagi Republik Somaliland, sebelum pemerintah memindahkan ibukota ke Hargeisa setelah pemisahan diri sepihak dari Somalia pada tahun 1991.

Ini adalah investasi kedua yang dilakukan pemerintah UEA di kawasan Republik Somaliland setelah pada tahun 2016 kemarin kedua negara menandatangani perjanjian pengembangan pelabuhan Berbera senilai 442 juta dolar AS, yang digunakan untuk ekspor ternak ke kawasan Dunia Arab.

Pemerintah UEA menegaskan bahwa pembangunan pangkalan militer ini merupakan bagian dari proses yang diperlukan untuk mendukung operasi blokade wilayah Laut Merah dalam perang melawan pemberontak Syiah Houthi di Yaman.

Selain di Republik Somaliland, UEA dilaporkan telah membangun pangkalan militer serupa di kota pelabuhan Assab, Eritrea, yang digunakan dalam perang melawan pemberontak bersenjata di Yaman. (Bbcarabic/Ram)

0 comments: