Breaking News
Loading...

foto by: jurnalislam
Syiahindonesia.com - Rezim Syiah Nushairiyah Assad mengirimkan ribuan bala bantuan untuk melancarkan serangan balik di Aleppo setelah koalisi mujahidin Suriah, Jaysh al Fath, menghancurkan blockade rezim dua hari sebelumnya, kata kelompok pemantau, Aljazeera melaporkan, Selasa (09/08/2016).

Milisi Syiah Hizbullah Lebanon dan pasukan rezim Assad telah memobilisasi lebih dari 3.000 tentara dan milisi untuk mencoba merebut kembali daerah-daerah yang berhasil dikuasai Jaysh al Fath, menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (the Syrian Observatory for Human Rights-SOHR) yang berbasis di Inggris.

“Ratusan pasukan Jaysh al Fath juga telah tiba di Aleppo dari provinsi (tetangga) Idlib untuk membantu dalam pertempuran yang akan terjadi,” kata Rami Abdel Rahman, ketua kelompok.

Pasukan Syiah Hizbullah telah memberikan dukungan penting bagi tentara rezim Syiah Suriah Bashar al-Assad yang kelelahan.

Kantor berita rezim Suriah, SANA, mengatakan pesawat-pesawat pemerintah melakukan serangan intensif pada yang mereka sebut “gerakan teroris” di selatan Aleppo.

Rezim juga bertindak untuk meredam kekhawatiran bahwa kemenangan Jaysh al Fath akan memotong jalur pasokan ke Aleppo Barat yang dikuasai rezim. SANA mengutip gubernur provinsi Mohammed Marwan al-Oulabi mengatakan bahwa barang-barang penting dan bahan bakar masih tersedia di daerah.

“Puluhan tangki bahan bakar memasuki kota Aleppo pada hari Senin,” katanya.

Pasukan pro-Assad mulai bergerak saat pasukan koalisi mujahidin Jaysh al Fath yang juga disebut Army of Conquest bersumpah bahwa “tahap baru” serangan mujahidin bertujuan untuk “membebaskan seluruh Aleppo.”

Koalisi Jaysh al Fath  yang mencakup Jabhah Fath al-Syam (sebelumnya Jabhah Nusrah), pertama kali mematahkan pengepungan rezim atas setengah wilayah kota Aleppo yang berhasil dikuasai pada hari Ahad, dan dilaporkan telah melipatgandakan jumlah mujahidin untuk merebut kembali seluruh kota.

PBB pada hari Selasa menyerukan jeda kemanusiaan mendesak dalam pertempuran di Aleppo untuk memungkinkan akses memperbaiki jaringan listrik dan air, dan memberikan bantuan. Jutaan warga bisa terpengaruh jika jeda itu tidak diberlakukan, PBB memperingatkan.

Anak-anak sangat beresiko, Unicef menambahkan, pemangkasan air selama gelombang panas di provinsi ini meningkatkan peluang penyakit. (jurnalislam)

0 comments: