Breaking News
Loading...

illustrasi kekejaman Syiah
Syaihindonesia.com - Kelompok-kelompok pemantau hak asasi manusia Suriah merilis data jumlah korban warga sipil sepanjang bulan Juli 2016 lalu.

Menurut kelompok pemantau berbasis di London, SOHR, jumlah korban sipil meninggal di Suriah bulan lalu adalah sebanyak 1590 orang.

Dari jumlah itu, 941 diantaranya tewas di tangan rezim Assad dan sekutunya. Sebanyak 799 orang terbunuh akibat serangan udara Assad/Rusia, temasuk 199 anak/remaja di bawah umur dan 118 wanita.

106 lainnya (termasuk 13 wanita dan 21 anak/remaja di bawah umur) terbunuh akibat serangan darat tentara rezim Assad dan milisi Syi'ah, seperti roket, altileri, rudal darat, dan sniper. Juga ada 32 orang meninggal di dalam fasilitas tahanan pemerintah dan intelijen.

45 orang sipil tewas dieksekusi oleh kelompok ultra ekstrimis ISIS. Sedangkan jumlah korban tewas koalisi internasional pimpinan AS mengalami peningkatan pesat hingga menjadi 148 orang, termasuk 8 wanita dan 30 anak/remaja di bawah umur.

163 orang, termasuk 37 perempuan dan 28 anak/remaja di bawah umur, terbunuh oleh aksi militer kelompok-kelompok non negara, seperti kelompok oposisi, kelompok oposisi Islamis dan serangan ISIS.

14 orang tercatat tewas di tangan pasukan penjaga perbatasan Turki dan Yordania, 20 korban sipil di tangan kelompok milisi Kurdi dan SDF. 1 warga dibunuh tentara Yordania. 2 warga eninggal akibat kondisi fisik yang buruk.

94 orang menjadi korban bom mobil dan sabuk peledak, atau bom bunuh diri. Sisanya, sebanyak 166 orang terbunuh oleh berbagai sebab, namun tidak bisa diidentifikasi siapa yang bertanggung jawab.

Selain SOHR, data korban sipil bulan Juli 2016 juga dirilis oleh SNHR, Syrian Network for Human Right. Menurut SNHR, jumlah korban sipil bulan lalu mencapai 1577 orang yang bisa tercatat.

Pihak rezim Assad dan Rusia menewaskan sebanyak 1008 warga sipil Suriah melalui berbagai operasi militernya. Militer Assad dan sekutunya membunuh 769 warga sipil, termasuk 197 wanita dan 253 anak-anak di bawah umur.

Sedangkan serangan udara Rusia membunuh 239 warga sipil, termasuk 66 wanita dan 105 anak-anak di bawah umur. Sementara koalisi internasional pimpinan AS menewaska 189 warga sipil.

Sisa korban sipil jatuh akibat berbagai sebab, seperti tenggelam di laur maupun akibat serangan pihak non negara, baik oposisi maupun kelompok ultra ekstrimis ISIS.

Namun SNHR juga menggaris bawahi bahwa jumlah korban yang dirilis tidaklah mencerminkan jumlah sebenarnya, karena tidak mungkin mencatat secara akurat semua korban Assad atau ISIS. (SOHR/SNHR)

0 comments: