Breaking News
Loading...

Pembantaian Ahlus Sunnah di Suriah
Syiahindonesia.com - Sebanyak 17 orang warga sipil menjadi korban pembantaian di Fallujah. Sebuah penyelidikan dilakukan untuk mengungkap eksekusi mati yang diduga dilakukan oleh milisi Syiah pro pemerintah Irak.

“Sebuah penyelidikan sedang berlangsung terkait eksekusi 17 orang dari Fallujah,” kata Walikota Sadoun Shallan, Ahad (05/06) seperti dilansir Worldbulletin.

Seorang pemimpin suku pada Kamis (02/06) lalu mengungkapkan bahwa kelompok milisi Syiah Hashd al-Shaabi telah mengeksekusi 17 warga sipil. Regu tembak kelompok tersebut membantai mereka di Al-Karma, timur laut Fallujah.

Shallan mengungkapkan bahwa saat ini milisi Syiah Hashd al-Shaabi tengah terlibat dalam serangan yang dilakukan pemerintah untuk merebut kembali Fallujah dari Daulah Islamiyah (ISIS). Selain mengeksekusi mati, mereka juga menyiksa warga sipil yang tengah mengungsi dari peperangan.

Milisi Syiah disebut-sebut telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia ketika merebut wilayah yang dihuni mayoritas warga Ahlussunnah. Politisi Sunni jauh-jauh hari telah memperingatkan bahwa kehadiran mereka akan menyebabkan kekerasan sektarian di Fallujah.

Beberapa hari terakhir di sosial media beredar video yang menunjukkan penyiksaan yang dilakukan milisi Syiah terhadap warga sipil yang melarikan diri dari Fallujah. Shallan mengklaim telah menangkap pelaku penyiksaan itu.

“Kami sedang bekerja untuk menghindari terulangnya kekejaman tersebut,” ujar Shallan.

Fallujah merupakan wilayah yang dihuni mayoritas warga Sunni. Sempat dikuasai ISIS, kini pasukan pemerintah dibantu milisi Syiah berusaha merebut kembali wilayah itu.

Aksi kekerasan dan pembantaian oleh milisi Syiah terhadap warga sipil Sunni pun menyertai operasi militer di Fallujah. Perdana Menteri Irak Haidar Al-Abadi pada Sabtu (04/06), telah memerintahkan penangkapan terhadap milisi Syiah pendukung pemerintah yang melakukan pelanggaran. (kiblat)

0 comments: