Breaking News
Loading...

 Pemimpin Syiah Hizbullah Hassan Nasrallah
Syiahindonesia.com - Pemimpin Milisi Syiah Hizbullah Lebanon, Hassan Nasrallah, mengakui bahwa banyak pasukannya yang tewas di Suriah. Nasrallah sedih kehilangan banyak milisi Hizbullah dalam pertempuran mempertahankan rezim Presiden Suriah Bashar Al-Assad.

Ini merupakan kali pertama, pihak Hizbullah secara terang-terangan mengungkapkan kepada publik tentang kerugian besar mereka selama terlibat perang di Suriah. “Kami telah kehilangan (pasukan) dalam jumlah besar di Suriah,” kata Hassan Nasrallah seperti dikutip dari Al Arabiya pada Jumat, (20/05).

Meski demikian, Nasrallah justru mengancam oposisi Suriah dengan meningkatkan dukungan untuk rezim Presiden Assad. Ancaman itu disampaikan setelah komandan senior Hizbullah, Mustafa Badreddine tewas akibat serangan artileri di dekat Damaskus beberapa hari lalu.

“Kami akan kirimkan pasukan dalam jumlah besar, terlatih dan lebih lengkap ke Suriah,” kata Nasrallah dalam pidato upacara peringatan sepekan kematian Badruddin pada Jumat (20/05) lalu.

Hizbullah menyebut kelompok takfiri sebagai pihak membunuh Badreddine, namun tidak menyebutkan nama kelompok itu. Tuduhan ini meralat kesimpangsiuran informasi sebelumnya, yang mengaitkan kematian komandan Hizbullah itu dengan Israel.

Nasrallah tidak mempunyai bukti bahwa Israel dibalik terbunuhnya komandan senior Hizbullah itu, sebagimana dilaoprkan Rusia Today. “Berdasarkan tinjauan di lapangan dan melalui udara saat terjadinya ledakan, tidak ada indikiasi keterlibatan Israel,” lapor media Rusia itu.

Para ahli militer meyakini bahwa Hizbullah telah mengirim ribuan milisi ke Suriah sejak 2013. Sedikitnya 2.000 pasukan dilaporkan telah tewas selama berperang di negara yang dikuasai Bashar Assad itu. (kiblat)

0 comments: