Breaking News
Loading...

Pengikut Syiah di Indonesia
Syiahindonesia.com - Kenapa mesti bicara tentang syiah? Pertanyaan itu mengemuka dalam kegiatan daurah “Menangkal Aqidah Syiah Imamiyah” yang digelar di Hotel Balairung, Matraman, Jakarta, Rabu (04/05/2016).

Di hadapan 200-an peserta, Syaikh Ali bin Abdullah al-Ammari, pemateri daurah, menjelaskan persoalan tersebut.

Menurut pakar Syiah asal Riyadh, Arab Saudi ini, ada beberapa alasan mengapa persoalan Syiah penting untuk diketahui oleh setiap Muslim, khususnya para juru dakwah.

Pertama, kata Ali al-Ammari, karena pengikut Syiah begitu aktif mengajak kepada kesesatan Syiah dan target utama mereka merusak aqidah ahlu sunnah.

Terlebih Syiah punya kebiasaan taqiyyah (kebolehan berdusta) dan mengaku sebagai bagian dari agama Islam, sedang ia bukan bagian dari Islam.

“Doktrin Syiah itu menganggap Sunni sebagai asyaddu kufran (paling kufur) dan berhak mendapat laknat,” papar Ali al-Ammari.

“Makanya Yahudi dan lainnya itu tidak dilaknat oleh Syiah, cuma ahlu sunnah saja,” imbuh kembali.

Di antara tujuan mempelajari Syiah, lanjut Syeikh Ali, adalah mengenal keburukan Syiah, dan bukan untuk mengikutinya.

“Kenali keburukan Syiah untuk menjauhi keburukan dan kesesatan itu,” ucapnya.

Masih menurut Ali al-Ammari, jika tidak mengenal aqidah Syiah, seorang Muslim dikhawatirkan tak bisa menolak ajaran Syiah.

“Jangan sampai dia tidak mampu menjaga keluarganya apalagi untuk membentengi saudaranya sesama umat Islam,” ucap Ali al-Ammari.

Disebutkan, seorang Muslim wajib membentengi dari virus Syiah sebab mereka yang datang dengan cinta kepada ahlul bait (keluarga Nabi).

“Syiah itu pasti dusta jika mengaku cinta kepada ahlul bait. Apakah sampai harus mengkafirkan (Sahabat) Abu Bakar dan Umar untuk menyatakan cinta tersebut?” ujar Ali al-Ammari menolak pengakuan itu. (hidauyatullah)

0 comments: