Breaking News
Loading...

Dr. Anung Al-Hamat, LC, MA
Syiahindonesia.com - Pembubaran acara Syiah di Bangil pada hari Jumat (1/4/2016) dinilai sebagai bukti bersatunya umat Islam. Pernyataan itu disampaikan Dewan Pakar Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) Dr Anung Al-Hamat, Lc, kepada Jurnalislam di masjid Masjid At - Taubah, jalan Raya Jakarta KM 02, Kemang, Serang, Banten, Sabtu (2/4/2016).

“Alhamdulillah kita bersyukur, perbedaan yang sifatnya furu’ (cabang-red) memang kita harus singkirkan kita lepaskan, bersatunya ormas muhammadiyah , NU, dan persis ini sebuah langkah maju bersatu menghadapi musuh yang satu. Ini sebuah kemajuan dan ini yang kita harapkan,” katanya kepada Jurnalislam

Menurutnya, pembubaran acara bertajuk Wiladah Fatimah itu merupakan cerminan keresahan masyarakat terhadap ajaran Syiah. “Ini merupakan bukti kuat ajaran Syiah bukan bagian dari Islam dan menggambarkan masyarakat sudah resah dengan ajaran dan paham Syiah,” ujarnya.

Oleh sebab itu, ustad Anung menilai, pemerintah mencontoh sikap pemerinta Malaysia dan Arab Saudi yang dengan tegas menolak dan mengkategorikan Syiah sebagai aliran sesat.

“Karena Malaysia tahu betul di mana Syiah itu punya kekuatan pasti negara akan hancur,” tegasnya.

Ustadz Anung menjelaskan, ada banyak faktor yang membuat pemerintah Indonesia belum mengambil sikap tegas terhadap keberadaan Syiah.

“Bisa jadi karena kecerdikan Syiah dengan baju taqiyahnya, sehingga dia menyembunyikan identitas atau jati diri Syiah sebenarnya. Bisa jadi murni para pemegang kebijakan ini tidak tahu tentang bahaya Syiah atau yang ketiga mereka tahu mungkin karena tidak mau mengambil resiko,”terangnya.

Namun demikian, peneliti aliran sesat itu mengatakan, hikmah dari keberadaan Syiah di Indonesia  adalah bersatunya umat Islam Indonesia. (jurnalislam.com)

0 comments: