Breaking News
Loading...

Presiden Iran Hassan Rouhani (kiri), dan Presiden Indonesia Jokowi (kanan). foto: Istimewa
Syiahindonesia.com - Presiden Joko Widodo mengajak Iran yang baru saja terbebas dari sanksi ekonomi untuk berinvestasi di Indonesia. Kedua negara ini juga sepakat akan menjalin kerjasama di sektor energi dan migas.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif, mengadakan pertemuan tertutup dengan Presiden Jokowi, pada Ahad (07/02). Pertemuan ini berlangsung di tengah acara KTT Luar Biasa OKI di Gedung JCC, Senayan, Jakarta.

Dalam pertemuan itu, Presiden Jokowi yang didampingi Menlu Retno Marsudi memberi sambutan positif atas kerjasama yang dijalin dengan Iran. Indonesia sendiri telah melangsungkan perdagangan bilateral dengan Iran. Total tertinggi dalam tiga tahun terakhir, tercatat pada 2013 yang mencapai angka US$ 568 juta.

Indonesia menjadikan Iran sebagai tujuan ekspor beberapa hasil alam seperti kelapa sawit, kertas, dan teh. Selain itu, Teheran juga menjadi pasar hasil industri tanah air seperti produk karet dan ban.

Dalam pertemuan itu, kedua negara akan merealisasikan kesepakatan kerja sama di bidang energi dan migas. Presiden Jokowi juga mengundang Iran untuk berinvestasi pada berbagai proyek pembangunan di Indonesia.

Di lain sisi, berdasarkan catatan KBRI Teheran pada tahun 2015, jumlah WNI yang berada di Iran mencapai 425 jiwa. Sementara pada 2013 menunjukan bahwa lebih dari 400 WNI hidup di Kota Qom, Iran, sebagian besar merupakan pelajar. (kiblat.net)

0 comments: