Breaking News
Loading...

Foto by: kiblat
Syiahindonesia.com - Sekitar 35 militan Syiah Hutsi dikabarkan tewas dalam bentrokan dengan pasukan pemerintah Yaman di wilayah Taiz. Baku tembak itu meletus setelah mereka mencoba merebut kembali bagian barat kota tersebut.

Pasukan koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi melakukan seragan udara besar-besaran untuk menghadang pergerakan milisi Hutsi. Mereka juga terlibat bentrokan dengan pasukan darat.

“Sekitar 35 militan Hutsi tewas akibat pertempuran itu,” kata sejumlah pejabat Yaman.

Seperti diketahui, pemberontak Syiah Hutsi melakukan kudeta terhadap pemerintah Yaman pada 2014. Mereka berhasil menguasai ibukota Sana’a sejak September 2014 hingga saat ini.

Pemberontakan kelompok Hutsi mendapatkan dukungan dari pemerintah Iran, dan beberapa petinggi Garda Revolusi Iran telah tewas di Yaman. Selain itu mereka juga bersekutu dengan mantan presiden Ali Abdullah Saleh dalam aksi kudetanya.

Akan tetapi, pada bulan Maret 2015 lalu, pasukan koalisi Teluk yang dipimpin oleh Arab Saudi mulai melancarkan serangannya di wilayah Yaman guna mendukung pemerintahan yang sah secara internasional.

Bahkan, jubir koalisi Saudi, Kolonel Ahmad Asiri mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengakhiri operasi militer di Yaman setelah setahun melakukan berbagai serangan di negara tersebut.

“Operasi besar hampir selesai dan kami berharap bisa membangun lembaga militer yang bisa menjaga keamanan dan stabilitas Yaman setelah operasi koalisi diakhiri,” pungkasnya.

Setahun sudah Arab Saudi dan negara-negara Teluk menggulirkan operasi militer untuk menghadang pemberontak Syiah Hautsi dan milisi loyalis Ali Abdullah Shalih mengontrol  seluruh Yaman. Operasi itu juga bertujuan mengembalikan Presiden Abduh Rabbah Manshur Hadi ke ibukota Sanaa.

Meski berhasil merebut kembali banyak wilayah yang dikontrol Syiah Hautsi dan anteknya, namun koalisi Saudi belum mampu merebut ibukota Sanaa. Pusat pemerintahan itu saat ini masih dikendalikan Syiah Hautsi.

Beberapa hari lalu, Saudi juga mulai membicarakan perdamaian dengan pemberontak Syiah Hautsi. Di saat bersamaan, sejumlah front di Yaman mengendur setelah para pejuang dan pemberontak Syiah Hautsi menjalin kesepakatan rahasia. (kiblat.net)

0 comments: