Breaking News
Loading...

Illustrasi, penduduk Suriah kelaparan
Syiahindonesia.com - PBB melaporkan blokade yang dilakukan rezim terhadap kota Muadamiyat Al-Sham di pedesaan Damaskus telah mengancam 45 ribu warga Suriah. Mereka terhalangi mendapat bantuan kemanusian dan medis.

Laporan yang dirilis pada Ahad (31/01) lalu ini bersamaan dengan tuntutan terhadap rezim Bashar Assad untuk mengizinkan masuknya bantuan kemanusian seluruh wilayah terkepung. Ini merupakan salah satu tuntutan yang diajukan delegasi oposisi dalam perundingan damai di Jenewa.

Sebelumnya, rezim Suriah telah menerima kritikan masyarakat internasional terkait blokade penduduk di kota Madaya. Puluhan orang mati kelaparan akibat blokade yang menghalangi masuknya bantuan kemanusian ke kota tersebut.

Pasukan oposisi bersenjata berhasil menguasai wilayah Muadamiyat Al-Sham yang terletak Provinsi Damaskus pada pertengahan 2012. Pada tahun 2013 pasukan rezim berhasil merebut akses-akses utama ke Muadamiyat Al-Sham, namun masih membolehkan masuknya bantuan di bawah perjanjian pada pertengahan 2014.

Tetapi laporan PBB terakhir, menunjukan pasukan rezim telah menutup pintu masuk ke Muadamiyat Al-Sham pada 26 desember 2015. Setelah berhasil mengeluarkan sekitar 50- 100 orang pegawai negara untuk meninggalkan kota tanpa memberitahu warga sipil.

PBB juga menjelaskan bahwa kehidupan penduduk di kota sangat buruk. Keadaan makin diperparah setelah ditutupnya pintu masuk oleh Rezim Assad yang menyebabkan minimnya pasokan makanan, obat-obatan, dan barang-barang penting lainnya ke dalam kota.

Laporan itu juga melampirkan delapan orang tewas kelaparan sejak awal Januari lalu karena kelaparan serta kurangnya perawatan medis di lokasi.

Listrik padam sejak November 2012. Pada 24 Desember PBB mendistribusikan bantuan kemanusia ke beberapa kota di Suriah. Sejak itu, PBB telah dua kali meminta rezim untuk memungkinkan masuknya konvoi bantuan menuju Muadamiyat. (kiblat.net)

0 comments: