Breaking News
Loading...

Erdogan, Presiden Turik (kiri), Ismaïl Omar Guelleh, Presiden Djibouti (kanan)
Syiahindonesia.com - Pemerintah Djibouti pada Rabu, (06/01) mengatakan pihaknya telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran menyusul kebijakan sekutunya, Arab Saudi.

Negara tanduk kecil dari Afrika itu merupakan pelabuhan strategis di Teluk Aden dengan posisi kunci pada salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.

Menteri Luar Negeri Djibouti Mahamoud Ali Youssouf telah “memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran,” dalam sebuah pernyataan resmi pemerintah.

Negara kecil yang terletak di mulut Laut Merah, tepat berada di seberang dari Yaman, di mana koalisi yang dipimpin Saudi melancarkan perang udara sejak Maret 2015 terhadap pemberontak Syiah Huthi yang didukung Iran dan telah menguasai ibukota Sanaa.

Teheran pada Rabu telah memperingatkan Riyadh untuk berhenti membuat barisan kubu pendukung antara mereka berdua sehingga menjadi rival yang semakin intensif.

Krisis ini mulai pada akhir pekan ini ketika Arab Saudi mengeksekusi aktivis Syiah Saudi Syaikh Nimr al-Nimr serta 46 narapidana lainnya, yang mendorong reaksi marah dari Teheran.

Demonstran Iran kemudian mengobrak-abrik kedutaan Saudi di Teheran. Sementara Riyadh, Bahrain dan Sudan memutuskan hubungan dengan Teheran diikuti dengan Kuwait yang juga menarik duta besarnya. (kiblat.net)

0 comments: