Breaking News
Loading...

Emot Smile
Oleh: Fitra Hudaiya NA

Syiahindonesia.com - Labbaik ya Husein…. Labbaik ya Husein.. Labbaik Ya Husein…! Begitulah  doa orang Syi’ah, mereka adalah penyembah para Imam, pemakan kotoran para imam, spesialis pencaci sahabat dan kaum muslimin. Mereka tidak berdoa memanggil Allah melainkan memanggil Husein bin Ali Radhiyallaahu anhuma.

Berbicara masalah hadits, Syi’ah merupakan agama yang rapuh, agama yang tidak memiliki sendi yang kokoh Sehingga banyak terdapat keganjilan. In SyaaAllah pada kali ini kita akan melihat bagaimana keganjilan hadits Syi’ah dalam hal Sanad (Rantai Periwayatan).

Pada hakikatnya, orang-orang Syiah tidak mengamalkan hadits-hadits Rasulullah SAW, melainkan mereka hanya mengamalkan hadits-hadits yang keluar dari lisan Abu ‘Abdillah Ja’far ash-Shadiq, Imam mereka yang keenam.

Sungguh hanya orang yang “Tidak berakal” yang menganut agama ini. Mengapa demikian? Karena jikalau orang yang berakal pasti akan mengetahui bahwa sumber agama ini tidak jelas.

Sekarang mari kita “Tertawa bersama” melihat sanad hadits mereka. Kita akan mengambil  sebuah Buku rujukan mereka dalam hal hadits yaitu al-Kaafi yang terdiri dari Ushul minal kaafi, Furu’ minal Kaafi dan Raudhathul kaafi.  Yang mana menurut mereka buku hadits ini setara dengan Kitab Shahih Bukhari di kalangam kaum muslimin.

 Sebelum kita mulai, Saya beritahukan bahwa alhamdulillah saya (penulis) dan teman –teman telah membedah kitab mereka ini (Ushul al-Kaafii) dan tulisan ini saya gabungkan  dengan tulisan yang ada pada Majalah Qiblaty, edisi 01, th.VII, Dzulhijjah 1432H/2011M yang kebetulan juga membahas masalah ini.

Kita akan mempelajari kondisi sanad periwayatannya yang mengundang tawa, yang tidak akan dipercayai oleh orang yang berakal lurus. Maka di antara riwayat-riwayat dalam kitab Ushulul Kafi, adalah sebagai berikut:

1. Diriwayatkan beberapa hadits dari seorang laki-laki (siapa laki-laki ini? Tidak ada seorangpun yang mengetahuinya)

2. Dari seorang laki-laki penduduk Basrah (siapa dia?, dan apa biografinnya, tidak ada seorang pun yang mengetahuinya)

3. Dari seekor keledai (tentu saja, tidak perlu tanyakan siapa keledai ini, dan apa biografinya, akan tetapi cukuplah syi’ah merasa terhormat dengan meriwayatkan hadits-hadits mereka dari seekor keledai)

4. Dari sebagian sahabat-sahabat kami (siapa sahabat-sahabat tersebut, tidak ada seorang pun yang mengetahuinya)

5. Dari sejumlah sahabat-sahabat kami (siapa mereka? Tidak ada seorang pun yang tahu)

6. Dari seorang laki-laki dari Thabaristan, dan disebut Muhammad (lihatlah kalimat ‘dipanggil Muhammad’ lalu siapa Muhammad ini, apa biografinya? Tidak ada seorang pun yang tahu)

7. Dari seseorang yang menyebutkannya (ini termasuk teka teki sanad yang ada pada Syi’ah)

8. Dari orang yang mengabarkanNya (ini sama seperti no 7)

9. Dari seorang laki-laki penduduk Madinah (siapa dia, dan apa biografinya, hingga kita bisa mengetahui ketersambungan sanad? Tidak ada seorang pun yang tahu)

10. Dari sebagian sahabat-sahabat kami, saya kira dia adalah as-Sayyaari (lihatlah kepada kedetailan sanad, perhatikanlah agama ini yang berdiri di atas persangkaan)

11. Dari seorang laki-laki penduduk Kufah yang dipanggil Abu Muhammad (siapa dia dan biografinya, tidak ada seorang pun tahu, kemudian perhatikanlah kedetailan Syi’ah dalam menetapkannya)

12. Dari sebagian sahabatnya dari penuduk Iraq (Allahu Akbar, inikah sanad yang wajib bagi kita untuk mengambil agama kita darinya, dan kita yakin akan keshahihannya?!)

13. Dari seorang lelaki dari penduduk Halwan (!)

14. Dari sebagian perawinya (!)

15. Dari orang yang meriwayatkannya (!)

Jadi dengan mudah diketahui bahwa  hadits-hadits Syi’ah diriwayatkan dari orang yang Majhul (tidak diketahui). Sebagaiamana yang telah kita sebutkan di atas Kitab ini adalah kitab yang paling shahih di kalangan mereka, nah... bagaimana dengan Kitab-Kitab mereka yang lainnya?

Jadi hal yang sangat lucu dan tidak masuk akal, jikalau ada orang Syi’ah yang datang, kemudian mengkritik serta mencela hadist-Hadits Kaum muslimin yang notabennya memiliki perhatian yang sangat besar dalam hal periwayatan hadits. Semoga Allah memberi petunjuk dan membuka hati kita agar selalu berada di atas jalan yang benar.

Segala puji bagi Allah yang telah menjaga Islam dan menjadikannya sebagai agama yang diridhai di sisi-Nya. Hadanallaahu wa iyyakum.

(beritaislam.net/syiahindonesia.com)

0 comments: