Breaking News
Loading...

Diki
Syiahindonesia.com - Ada pemandangan berbeda dari dialog terkait bahaya Syiah di Kantor Wali Kota Bandung. Nyatanya para peserta tidak hanya dihadiri oleh perwakilan dari berbagai ormas Islam, tetapi juga perwakilan geng motor kota Bandung Brigez dan Moonraker.

“Kita takut aliran Syiah itu menghampiri kita (geng motor) juga, kita dari Brigez, Moonraker dan Xtc, berjaga-jaga agar geng motor tidak menjadi sasaran Syiah, karena bisa jadi mereka berusaha menjadikan kami sebagai pagar untuk melawan Ahlus Sunnah,” ujar Kiki, perwakilan geng motor Briges kepada Islampos, Selasa (27/10/2015).

Pria berusia 31 tahun ini menjelaskan jika kelompok Syiah dari Yayasan Muthahari mulai melakukan pendekatan kepada komunitas geng motor.

“Syiah memberikan kemudahan-kemudahan untuk geng motor agar anggota geng motor terbujuk masuk ke aliran mereka, ini bahaya sekali,” tambahnya.

Sementara itu, Diki geng motor Moonraker menyatakan, geng motor kerap kali melakukan kegiatan rohani demi mencegah masuknya pemahaman Syiah. Kegiatan rohani ini di antaranya dengan melakukan dzikir bersama pemuda, pemberian siraman rohani dan kegiatan sosial lainnya.

“Kami seringkali melakukan pengajian bersama di Dago. Selama tiga tahun kami dibina oleh MUI,” ujar Diki.

Selama perjalanan di geng motor, Diki menyadari bahwa hidup itu tidak boleh begini-begini saja, harus ada perubahan.

“Akhirnya pimpinan kami berinisiatif untuk mengundang MUI agar memberi ilmu dan pencerahan kepada kami,” tambahnya.

Diki menyatakan, mereka seringkali mengaji tentang bab tauhid dan sirah sahabat. Ini dilakukan karena Syiah kerap melakukan pengkafiran terhadap Sahabat Nabi SAW.

Ditanya terkait harapan geng motor terhadap Ridwan Kamil terkait pencegahan Syiah di kota Bandung, Diki berharap Walikota Bandung itu bisa lebih merapat kepada ulama Ahlus Sunnah. Diki berharap agar Ridwan Kamil bisa melarang kegiatan-kegiatan Syiah di kota Bandung.

Sejauh ini, kata Diki, sudah ada koordinasi dengan geng motor kota Bandung untuk menghalau Syiah. Selain dari pengajian, mereka sering turun bersama-sama untuk mengingatkan pemuda awam yang sengaja dibawa Syiah mengikuti ritual, khususnya Asyuro di stadion persib sendiri.

“Kami (Briges, Moonraker, Xtc dan geng motor lain) sering melakukan pengajian bersama, jika dulu kita bermusuhan, hari ini Islam telah menyatukan kita,” tutup Diki. [Ds/islampos/syiahindonesia.com]

0 comments: