Breaking News
Loading...

Salah satu korban bom di Suriah oleh Rezim Syiah Basyar Asad, Senin, 24 Agustus 2015 08:28 WIB
Syiahindonesia.com - Korban pemboman berat yang dilakukan rezim pemerintah di luar ibukota Suriah meningkat pada hari Ahad (23/08/2015) menjadi 34 warga sipil termasuk 12 anak-anak, kata kelompok pemantau.

Serangan roket terpisah menewaskan 11 orang di lingkungan timur laut Damaskus yang dikuasai rezim dan juga menewaskan satu orang di ibukota itu sendiri pada hari Ahad, kata televisi negara.

"Sekarang jumlah warga sipil yang tewas dalam serangan Sabtu di Douma adalah 34, 12 di antaranya anak-anak dan 8 orang wanita," kata Rami Abdel Rahman, direktur Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.

Pasukan yang setia kepada rezim Syiah Bashar al-Assad menargetkan kota Douma dengan penembakan dan serangan udara pada hari Sabtu.

Pada akhir malam, Observatorium mengatakan 20 warga sipil telah tewas, tetapi juga mengatakan bahwa tim penyelamat masih mencari korban lainnya.

"Semalam, mereka menemukan korban lagi di bawah reruntuhan, dan beberapa orang lain yang terluka sudah meninggal," kata Abdel Rahman, pada hari Ahad.

Dia mengatakan beberapa serangan membunuh seluruh keluarga di dalam rumah mereka.

Relawan lokal dan tim pertahanan sipil bekerja pada hari Ahad pagi untuk mencari tujuh orang yang masih belum ditemukan, kata Observatorium yang berbasis di Inggris itu.

Komite Koordinasi Douma, sebuah kelompok aktivis lokal, menerbitkan nama-nama dan foto-foto korban dan didokumentasikan di Facebook.

Sebuah gambar menunjukkan seorang balita yang telah diselamatkan dari bawah reruntuhan tapi kemudian menyerah pada luka-lukanya tak lama kemudian.

Setidaknya 11 serangan udara menargetkan daerah Ghouta Timur, termasuk Douma, pada hari Ahad. Beberapa serangan menghantam Kota Arbin, menewaskan empat warga sipil.

Pada tanggal 16 Agustus, serangkaian serangan rezim menewaskan lebih dari 117 orang - kebanyakan warga sipil - di Douma, memicu kecaman internasional terhadap rezim Syiah Assad. (jurnalislam.com/syiahindonesia.com)

0 comments: