Breaking News
Loading...

Muzakarah Duat IKADI Sumatera Utara
Syiahindonesia.com - Kalangan ulama dari berbagai organisasi keagamaan di Sumatera Utara telah mendesak pemerintah untuk melarang penyebaran aliran yang bertentangan dengan ajaran Islam seperti Syiah.

Harapan itu merupakan rekomendasi dari hasil mudzakarah atau diskusi ulama dari berbagai organisasi keagamaan di Sumut yang dilaksanakan di salah satu hotel di Medan, Kamis (14/5).

“Kami meminta pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo untuk melindungi umat Islam yang hampir 100 persen menganut akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah,” kata Kasman Lubis, Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Sumut, yang menjadi juru bicara ormas Islam seperti dikutip ANTARA News.

Ia mengatakan, dari diskusi yang telah dilakukan, salah satu hasilnya menyatakan pihaknya menilai aliran takfiri Syiah bertentangan dengan sebagian besar ajaran Islam sehingga menimbulkan keresahan bagi penganut agama mayoritas di Indonesia itu.

Di Sumut sendiri, pihaknya menemukan adanya kelompok tertentu yang berupaya menyebarkan aliran tersebut sehingga menimbulkan kebingungan dan keresahan bagi umat Islam di daerah itu.

Pihaknya khawatir keresahan masyarakat akibat penyebaran aliran tersebut dapat menimbulkan konflik yang berujung pada kekerasan seperti yang terjadi di Sampang, Madura.

Karena itu, ulama di Sumut meminta pemerintah Indonesia untuk bersikap tegas dengan melarang penyebaran aliran yang tidak sesuai dengan sebagian besar ajaran Islam, baik untuk ketenteraman umat Islam mau pun untuk menghindari potensi konflik.

Umat Islam juga diimbau untuk mewaspadai penyebaran aliran yang tidak sesuai dengan sebagian besar ajaran Islam di daerah masing-masing dan segera melaporkannya ke instansi berwenang guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Laporkan ke aparat keamanan jika menemukan indikasi,” kata Kasman.

Mudzakarah atau diskusi itu diikuti pimpinan ormas Islam terkemuka seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Aljamiyatul Washliyah, Persatuan Islam (Persis), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Front Pembela Islam (FPI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Mathlaul Anwar, dan sejumlah pimpinan pondok pesantren di Sumut. (antiliberal.com/syiahindonesia.com)

0 comments: