Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Peneliti aliran sesat, Ustadz Anung Al-Hamat mengatakan kelompok sesat melakukan perekrutan dengan dua metode.

“Menurut para ulama kelompok sesat menggelincirkan umat dengan dua cara, yaitu fitnah syubuhat dan fitnah syahwat,” katanya dalam Kajian Rutin Malam Ahad (KURMA) di masjid Al Barkah, Gg Lontar Atas, Tanah Abang, Jakarta, Sabtu malam (25/04).

Fitnah syubuhat (kesamaran) dilakukan dengan merusak pemikiran dan pemahaman umat Islam. Sementara, fitnah syahwat dilakukan melalui tawaran-tawaran menggiurkan hawa nafsu.

Menurut Ustadz Anung, fitnah syubuhat dan syahwat juga dilakukan oleh kalangan Syiah salah satunya melalui Nikah Mut’ah (Kawin Kontrak).

Dia bercerita, pernah suatu ketika Marja Syiah di Iraq, Ali Sistani mengatakan akan menaklukan Baghdad. Perkataan Sistani ternyata mereka buktikan. Menariknya, ketika Syiah berhasil menaklukkan suatu negeri, dalam hal ini Baghdad, dengan cara menghidupkan nikah Mut’ah.

“Bahkan disebutkan bahwa perkembangan nikah mut’ah di Baghdad lebih pesat daripada peredaran narkoba,” ungkap Direktur Forum Studi Sekte-sekte Islam (FS3I) ini.

Kemudian di Yaman, Syiah Istna Asyariyah berhasil mempengaruhi populasi Syiah Zaidiyah yang hanya terdiri dari 10 %.

Pada dasarnya, dalam ajaran Zaidiyah tidak ada ajaran melaknat para Sahabat Nabi, tidak ada ajaran nikah mut’ah, dan tidak ada ajaran Asyura.

“Tapi, ketika Zaidiyah dipengaruhi oleh Syiah Istna Asyariyah. Ajaran nikah mut’ah dipaksakan untuk dihidupkan oleh mereka di Yaman,” ungkap Alumni Al-Azhar ini.

Terkait fitnah Syubuhat, Syiah di saat minoritas kerapkali menggunakan isu-isu perlindungan Hak Azasi Manusia (HAM), intoleransi, dan anti kekerasan.

“Padahal yang intoleran adalah Syiah sendiri, seperti mereka lakukan terhadap kaum Sunni di Iran,” tegasnya. (kiblat.net/syiahindonesia.com)

0 comments: