Breaking News
Loading...

Kelompok Syiah yang menyerang perkampungan Az-Zikra, Sentul rupanya bukan hanya sekali berbuat onar. Aktor di balik tindakan intimidasi dan pembatalan Tabligh Akbar di Masjid As-Saadah, Perumahan Mutiara Sentul Bogor terindikasi sama dengan pelaku penyerangan di perkampungan Muslim Az-Zikra.

Hal itu terungkap dalam proses pembuatan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap perwakilan DKM As-Saadah Mutiara Sentul di Mapolres Kabupaten Bogor, pada Kamis, (26/02).

Sebelumnya, puluhan orang menggeruduk perumahan dan membuat keonaran di Masjid AS-Saadah pada hari Jumat tanggal 30 Januari 2015, sekira pukul 22.30.

Massa yang mengaku berasal dari Forum Betawi Rempug (FBR) menuntut pembatalan Tabligh Akbar Umat Islam Bersatu Menolak Syiah yang rencananya akan digelar pada Ahad 30 Januari 2015 di masjid tersebut

Anang menyampaikan kepada penyidik bahwa salah satu pelaku intimidasi di Masjid As-Saadah mengaku sebagai Ibrahim. “Setelah penyidik menanyakan ciri-cirinya, ternyata dia adalah pelaku yang sama dalam penyerangan di perkampungan Ustadz Arifin Ilham beberapa waktu lalu,” ujar Anang kepada Kiblat.net di Mapolres Kabupaten Bogor.

“Tadi penyidik juga menanyakan ciri-cirinya apa Ibrahim itu? Ternyata sama dengan yang menyerang di Az-Zikra,” tambahnya.

Sementara pelaku intimidasi lainnya, lanjut Anang, mengaku bernama Haryono saat di Mutiara Sentul. Belakangan Haryono diketahui juga terlibat dalam penyerangan di Perkampungan Az-Zikra, namun data yang ada di kepolisian menunjukkan bahwa nama dia yang sebenarnya bukan Haryono.

“Kita juga laporkan salah satu yang mengaku Haryono, yang juga keras orangnya. Orang itu mengaku bernama Haryono, tapi ketika di Az-Zikra namanya lain,” imbuhnya.

Dalam keterangannya Anang menyampaikan bahwa Ibrahim melakukan tindakan intimidasi saat berada di Masjid As-Saadah. Selain menimbulkan keributan dengan berteriak-teriak, pria yang juga memimpin penyerangan di perkampungan Az-Zikra itu juga mengancam akan berbuat anarkis jika acara Tabligh Akbar Umat Islam Bersatu Menolak Syiah tetap digelar. Tokoh warga yang mencoba meredam keributan yang terjadi justru mendapatkan perlakuan kasar dari Ibrahim.

“Setelah mengancam seperti itu, lalu dia minta surat pernyataan pembatalan pengajian dan pembatalan acara-cara sejenis di masjid itu. Artinya tidak boleh dilakukan acara pengajian tentang Syiah seterusnya,” imbuh Anang.

“Lalu dia dorong jidatnya ketua RW, kemudian mendorong badannya Pak Widi (ketua RT), membanting-banting botol air mineral sehingga membasahi karpet masjid,” pungkas Anang. (kiblat.net)

0 comments: