Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Sedih dan haru, itulah perasaan Anggota DPR Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Arzeti Bilbina saat mendengarkan keresahan para ulama terkait penistaan Syiah terhadap Rasulullah dan istri Nabi, Bunda Aisyah.

Mata Arzeti Bilbina sempat mencucurkan air mata, ketika satu per satu para ulama melampirkan sumber-sumber ajaran Syiah yang menyebut Bunda Aisyah telah melakukan perselingkuhan dan berzina.

Perwakilan ulama juga melampirkan buku “Kecuali Ali” yang menyebut keutamaan Sayyidina Ali lebih tinggi daripada Nabi. Bahkan dalam buku karangan tokoh Syiah Abbas Rais Kermani itu, Ali disetarakan dengan Dzat Allah.

“Masya Allah, kalau sudah berbicara mengenai Rasul, kita tuh cinta sekali sama beliau. Jangankan itu, saat kita shalawat saja, kita berucuran air mata. Apalagi saat Rasulullah dibeginikan, kita gak terima,” ujarnya kepada wartawan usai audiensi Komisi VIII dengan Aliansi Nasional Anti Syiah di Gedung DPR, Rabu (4/2/2015).

Menurut Arzeti, ajarah Syiah bertentangan dengan Al Qur’an. Perbedaan antara Syiah dan Ahlussunah wal Jamaah sudah masuk pada ranah pokok agama.

“Syiah sangat tidak seusai dengan Al Qur’an. Di dalam syiah itu tidak melakukan shalat Jum’at, di kita harus melakukan Shalat Jum’at,” ujar artis nasional yang setia berhijab ini.

Seperti diketahui, gabungan ulama dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persis yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Syiah mengunjungi Komisi VIII untuk mengadukan penodaan agama yang dilakukan oleh Syiah di berbagai daerah.

Hadir dalam kesempatan itu di antaranya KH. Athian Ali Dai (Ketua ANNAS) Habib Ahmad Zein Al Kaff (Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur), Prof Asep Warlan Yusuf (Guru Besar Ilmu Hukum Unpar), Fahmi Salim Lc, MA (Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah), KH. Kholil Ridwan (Ketua MUI), KH Ali Kharar (Ulama Madura), Amin Djamaluddin (LPPI), dan masih banyak lagi. (rn/Islampos/syiahindonesia.com)

0 comments: