Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Kedutaan Besar Republik Islam Iran yang diwakili Konselor bidang Kebudayaan Besar, Dr Hujjatollah Ebrahimian, berkunjung ke Direktorat Pemberdayaan Wakaf, Ditjen Bimas Islam, di Kantor Kemenag Thamrin, Selasa (30/12/2014) untuk membina kerja sama dalam bidang wakaf.

Kedatangan Ebrahimian beserta tim ini disambut Direktur Pemberdayaan Wakaf, Ditjen Bimas Islam, Hamka, beserta jajarannya.

“Republik Islam Iran mempunyai pengalaman puluhan tahun dalam mengelola wakaf. Dan kami, mempunyai peradaban yang baik dalam wakaf. Karenanya, Kami, Konsul Kebudayaan Iran, mewakili Rakyat Iran hendak menyampaikan usulan kerja sama dengan Pemerintah Indonesia, dalam pengembangan wakaf di Indonesia,” terang Konsul Hujjahtollah Ebrahimian dikutip Antara.

“Kami juga akan melaporkan berbagai hal berkaitan dengan informasi pemberdayaan wakaf di Indonesia, ke Kementerian Kebudayaan Iran,” tambahnya.

Ebrahimian juga menginformasikan, salah satu pekerjaan Badan Wakaf di negaranya, yaitu mengelola pemakaman dan membangun masjid­-masjid besar.

Dalam silaturahim ini, Konselor Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Islam Iran menyampaikan keinginannya untuk bekerja sama dengan Direktorat Pemberdayaan Wakaf Bimas Islam dalam beberapa hal, seperti pelaksanaan Konferensi Besar tentang sejarah dan perjalanan dakwah Wali Songo di Nusantara, agar dunia memahami Islam, khususnya di Indonesia.

Ebrahimian juga menyampaikan bahwa Iran siap dan bersedia membantu pembangunan masjid besar di makam para Wali Songo. Selain itu, Kementerian Kebudayaan Iran juga siap bekerjasama dengan Kemenag dalam pengembangan wakaf.

Direktur Pemberdayaan Wakaf, Hamka, menyambut baik usulan Konselor tersebut. Direktur juga menjelaskan sedikit tentang tanah wakaf di Indonesia yang tersebar di 400 ribu lebih lokasi.

“Pada 2014, di seluruh Tanah Air, tercatat ada 435.395 lokasi tanah wakaf, dengan luas mencapai 4.142.464.287.906 meter persegi. Dari banyaknya tanah wakaf tersebut, sekitar 66,25 % telah bersertifikat, tepatnya yakni sebanyak 288.429. Sedang sisanya, 146.966 lokasi (32, 75%) belum bersertifikat.

Dari segi lokasi, ada sekitar 10% tanah wakaf, berlokasi strategis dan potensial untuk dikembangkan secara ekonomis. Dan, dengan adanya kerjasama dengan Konselor Kebudayaan Kedutaan Besar di Republik Iran ini, Insya Allah sangat positif bagi Pemberdayaan Wakaf di Indonesia,” terang Direktur.*

Situasi ini adalah berbahaya

Perlu diketahui bahwa Syiah memang sedang berusaha untuk mensyiahkan Indonesia, salah satu caranya adalah dengan "dakwah taqorrub" atau dakwah pendekatan dengan mengusung bendera "persaudaraan" antara Syiah dan Sunni.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya (Desember 2014) bahwa melalui Perwakilan Dewan Masjid Iran, Syiah berupaya menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wapres, Jakarta, Rabu 3 Desember 2014. Selain meminta JK berkunjung ke negara Iran, mereka juga menawarkan sebuah gagasan dan kerjasama. Baca : Berbahaya, Iran Tawarkan Kerjasama Pembangunan Masjid yang Bisa Digunakan oleh Sunni & Syiah.

 Inilah bentuk pendekatan yang mereka lakukan, mereka akan bersikap sangat baik terhadap Kaum Muslimin, namun sejatinya mereka pasti punya misi terselubung dalam gagasan yang mereka tawarkan. Bukalah mata! Lihatlah sejarah! Bagaimana Umat Islam sering tertipu oleh makar-makar mereka. Suriah, Irak, Yaman dan beberapa negara Timur Tengah lainnya menjadi saksi bahwa Syiah adalah kanker ganas yang berbahaya bagi keberlangsungan hidup Umat Islam diseluruh dunia. (Hidayatullah.com/Nisyi/Syiahindonesia.com)

0 comments: