Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com – Pemerintah Yaman pada Rabu (09/07) menyatakan bahwa pemberontak Syiah Houthi telah melakukan kekejaman di Amran, utara ibukota Sanaa. Mereka berhasil menguasai kota tersebut setelah terjadi pertempuran sengit selama tiga hari.

Pemberontak Syiah Houthi yang menamakan dirinya Ansharullah, “menyerbu markas Brigade lapis baja 310, menjarah senjata dan peralatan di sana. Dan membunuh sejumlah prajurit dan perwira,” kata Komite Keamanan Tertinggi Yaman dikutip kantor berita Saba.

Mereka juga mengatakan bahwa pemberontak tersebut telah mengambil alih kantor pusat pemerintahan di kota tersebut.

Sebuah komite presiden yang ditugaskan untuk merundingkan gencatan senjata dengan pemberontak Ansharullah mengatakan, para pemberontak tersebut telah melanggar kesepakatan untuk menarik diri dari kota tersebut.

Berdasarkan kesepakatan itu, polisi militer akan menggantikan pasukan brigade lapis baja 310 setelah pemberontak mundur dari kantor pusat pemerintahan yang mereka kuasai.

Komite tersebut mengatakan, pemberontak “tidak sesuai dengan perjanjian dan menyerang markas brigade dan melakukan kekejaman yang mengerikan.”

Amran adalah sebuah kota yang berada 50 kilometer di utara ibukota Sanaa. Kota ini menjadi tempat pertempuran antara pasukan keamanan pemerintah Yaman dengan pemberontak Syiah Houthi, yang bergabung dengan suku-suku disekitarnya dan mengarahkan serangannya ke ibukota.

Dengan merebut Amran, para pemberontak telah membuat kemajuan besar menuju ke ibukota. hal ini menjadi ancaman serius bagi pemerintahan presiden Abdrabuh Mansur Hadi. (Kiblat.net/Syiahindonesia.com)

0 comments: