Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com - Syiah berkata: dan diatantara kebengisan penduduka Kufah adalah mereka mencela al-Hasan bin Ali, dan membunuh al-Husain setelah mengundangnya.
Lihat: kitab Tarikh Kufah hal. 113

Syiah berkata: sesungguhnya al-Husain berkata: “Ya Alla, hukumlah kaum yang berbuat jahat kepada kami, mereka mengundang kami untuk menawarkan pertolongan, namun mereka malah membunuh kami.”
Lihat: kitab Muntaha al-Aamaal (1/535)

Syiah berkata: al-husain berkata: sesungguhnya Syiah Kufah telah membuat kami takut, ini adalah surat yang mereka tulis, namun justru mereka sendiri yang membunuh kami.
Lihat: kitab Maqtal al-Husain, oleh Abdu ar-Razzaq al-Muqrim hal. 175.

Syiah berkata: Ali bin Al-Husain ra melilhat penduduk Kufah menangis dan meratapi al-Husain, maka dia berkata: “kalian menangis karena kami, lalu siapa yang telah membunuh kami?”
Lihat : kitab Nafsu al-Mahmum, oleh Abbas al-Qummi hal. 357

Syiah berkata: kemudian penduduk Irak berbaiat kepada al-Husain dan dua puluh ribu orang di antaranya berkhianat kepadanya, mereka membangkang terhadap al-Husain dan berbaiat lalu membunuhnya.
Lihat: kitab ‘A’yan asy-Syiah, oleh Muhsin al-Amin (1/32)

Syiah berkata: wajib menolong musuh melawan negara-negara islam dan tidak boleh melawan para pasukan agressor (pemberontak).
Lihat: fatwa Marja’ besar syiah as-Sistani, di 4/3/2003, bahwa tidak boleh memerangi pasukan militer Amerika yangmenjajah Irak, lalu diperkuat oleh Muhammad al-Mahri bahwa fatwa yangkeluar dari para marja’ (ulama rujukan) syiah di Irak dan yang mewajibkan untuk melawan kekuatan asing yang  menjajah Irak adalah fatwa yang tidak bisa dijadikan hujjah (dalil) dan hanya sebagai bentuk taqiyyah, takut dari bahaya, serta menjaga keamanan, karena waktu itu kondisinya dalam tekanan, terjepit dan terpaksa.
Kemudian diperkuat juga oleh fatwa marja’ mereka Shadiq asy-Syirazi yang berdomisili di Qom, bahwa boleh menolong Amerika untuk mengkudeta kedaulatan Irak. (Lihat: koran harian umum Kuwait “Al-Wathan”, Jum’at, 27/9/2002 M)

Syiah berkata: sesungguhnya Muslim yang memerangi orang-orang kafir di medan tempur, mereka hanya menjadi para pembunuh di dunia dan akhirat, yang dinilai sebagai syuhada hanya orang-orang syiah imamiyah saja, mesko meninggal di atas ranjang.
Lihat: kitab Tahdzib al-Ahkam, oleh at-Thausi (6/98) (Nisyi/Syiahindonesia.com)

0 comments: