Breaking News
Loading...

Makassar – Ratusan Massa Front Pembela Islam (FPI), Majelis Mujahidin (MM), dan Wahdah Islamiyah beserta sejumlah Mahasiswa Islam mendatangi kampus Universitas Muslim Indonesia Makassar untuk menolak acara seminar Internasional “Persatuan Dunia Islam”yang diadakan oleh UMI Makassar bersama Kedutaan besar Iran untuk Indonesia.

“Kami menentang acara persatuan sunni-syiah. Tidak mungkin, aqidah kami yang mendoakan Sahabat dengan Radhiallahu anhu disatukan dengan aqidah yang mencaci Sahabat dengan laknatullah,” kata Ketua FPI Makassar Ustadz Agus Salim kepada arrahmah.com, Senin (5/11).

Kata Ustadz Agus, FPI Makassar tidak mau kota Makassar dijadikan markas penyebaran Syiah di Sulawesi Selatan. Bahkan penyebaran syiah di Indonesia Timur.

“Kita akan terus berusaha agar keberadaan syiah tidak menyebar di Makassar,” ujarnya.

Tolak seminar syiah

Sementara itu, Ketua MM Makassar, Ustadz Abdul Rauf menceritakan kehadiran massa Ormas Islam dikampus UMI awalnya berlangsung aman dan damai. Massa juga sempat menaruh spanduk penolakan yang berbunyi “Menolak Hadirnya Syiah di Makassar” dan berorasi di depan kampus tersebut. Bahkan, pihak keamanan yang awalnya menghalangi mengizinkan 5 orang perwakilan ormas Islam untuk masuk ke dalam aula seminar tersebut.

Namun, ketika perwakilan ormas Islam tersebut hendak masuk aula untuk berdialog, Pembantu Rektor III (PUREK 3) UMI Makassar datang marah-marah dan berteriak,”siapa yang mengizinkan kalian masuk”.

“Ustadz dari DPW FPI langsung menjawab, Allah yang izinkan kami masuk,” tutur Ustadz Ra’uf menirukan.

Sikap PUREK 3 yang tidak bersahabat dan emosional tersebut memancing keributan dengan massa ormas Islam, sehingga massa ormas Islam dikepung oleh aparat brimob dan TNI.

“Ada sejumlah mahasiswa Syiah ikut bergabung dengan aparat Brimob dan TNI mengepung kita,” ungkap Ustadz Ra’uf.

Sementara itu, Ustadz Agus Salim juga mengungkapkan bahwa ia sempat menghardik Purek 3 tersebut untuk tidak bersikap arogan.

“Jangan mengandalkan jabatan kamu, jadi arogan ke kita.” lontarnya menirukan ucapan kepada Purek 3 UMI Makassar.

Terakhir, Ustadz Agus Salim, menghimbau untuk mewaspadai upaya kaum Syiah yang hendak menyebarkan ajarannya dengan menggunakan berbagai macam cara termasuk menggunakan kampus.

“Kita harus hati-hati, mereka memang licik menggunakan otonomi kampus, untuk berlindung dan menyebarkan ajarannya,” tandasnya.

Seperti diketahui, Universitas Muslim Indonesia Makassar bekerjasama dengan Kedutaan Republik Iran untuk Indonesia menyelenggarakan Seminar Internasional Persatuan Dunia Islam dengan tema “Islam Rahmatan lil Alamin”, pada senin (5/11) di Makassar, Sulawesi Selatan.

Dalam acara tersebut, dihadiri oleh Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Rektor UMI, Prof. DR. Hj. Masruroh Mokhtar, MA, NB, Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin, KH Hasyim Muzadi, tokoh syiah Internasional, Ayatullah M. Ali Tashkiri, Maulawi Ishaq Madani Ulama Sunni penasehat Presiden Iran untuk urusan Ahlussunah wal Jama’ah, dan Deputi Universitas terbuka Iran, Dr. Mazaher. (bilal/armh).

0 comments: