Breaking News
Loading...

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepri Tengku Azar Hari Abas mengungkapkan perlunya pembinaan terhadap para pengikut aliran syi’ah agar mereka kembali ke jalan yang benar.

” Kita perlu membina warga kita yang sudah mengikuti aliran syi’ah. Sebab, syi’ah merupakan ajaran sesat dan sangat menyimpang dari ajaran Islam yang sebenarnya,” kata Tengku Azar usai seminar bedah buku Panduan MUI pusat tentang Syi’ah dan sosialisasi fatwa MUI tentang penyimpangan syi’ah di Indonesia di aula PIH Batam Centre, Ahad (2/1).

Azar menyebutkan, pembinaan yang akan dilakukan MUI dengan cara menegur para pengikutnya dengan santun. Karena, umat Islam dalam memberikan nasehat arau pun teguran tidak pernah melakukan dengan cara kekerasan.

“Untuk aliran ini yang paling menonjol di Provinsi Kepri adalah di Tanjungbalai Karimun. Untuk itu, saya mengimbau kepada masyarakat Kepri, yang sudah terlanjut masuk ke dalam aliran syi’ah, agar mau meninggalkannya dan kembali ke jalan yang benar,” ujarnya, seperti dilansir dari laman HaluanKepri.

Ketua Dewan Dakwah Islamiah Indonesia Kota Batam Abdulrahman menambahkan, di zaman reformasi sekarang ini setiap orang bebas berbicara dan berpendapat. Oleh sebab itu, ini menjadi tugas dewan dakwah untuk merangkul semua organisasi Islam. Dengan adanya bedah buku mengenai penyimpangan Syi’ah di Indonesia diharapkan semuanya bisa menjadi jelas. Ajaran syi’ah memang benar-benar sesat.

“Contohnya, Al-Quran ada sebanyak 6660 ayat, sedang Al-Quran aliran Syi’ah sebanyak 17 ribu ayat, jelas ini sudah banyak yang menambahkan ayat-ayatnya. Selain itu juga, kita semua menghormati para sahabat Rasulullah, sementara mereka (syi’ah) mengkafirkan itu dan selalu menjunjung keluarga Saidina Ali dan keturunannya sebagai ahli bait,” ucapnya.

Abdulrahman juga menyebutkan, aliran syi’ah jelas menyesatkan umat muslim di sisi akidah yang memutar balikan ayat-ayat Al-Quran.

“Ke depannya kami antara dewan mesjid dan MUI akan selalu bersinergis untuk membangun umat. Kami akan berdiskusi, sehingga bisa terjadi kerukunan serta kedamaian,” paparnya.

Langkah-langkah yang akan dilakukannya terhadap pengikut syi’ah ini adalah dengan melakukan pembinaan. Sebab, apa pun alasannya mereka juga saudara kita yang mendapat paham yang salah dari seseorang.

“Kami akan ketemu dengan mereka dan memberikan pembinaan, karena mereka juga merupakan saudara kita, tapi ia mendapat ide-ide yang salah dari seseorang, “ucapnya.

Ia juga mengungkapkan, di Indonesia sudah begitu banyak pengikut Syi’ah seperti di Bandung, Sumatera bahkan Sulawesi. Untuk itu, ia berharap, sebagai umat yang sejak awal pengikut sunni harus kembali ke sunni, jangan membawa budaya-budaya yang bukan berakar dari Indonesia yang sifatnya menyesatkan umat lainnya.

(Nisyi/kiblat.net/syiahindonesia.com)

0 comments: