Breaking News
Loading...

Syiahindonesia.com, Sidoarjo — Sekitar 50 perwakilan warga Sampang, Madura mendatangi penampungan sementara jamaah Syiah Sampang di rumah susun Puspa Agro, Jemundo, Sidoarjo pada Senin, (23/09). Mereka merupakan sesama warga kampung di Karang Gayam dan Bluuran, Omben, Sampang Madura, yang terlibat konflik pada akhir 2012 lalu.

Kedua belah pihak membuat kesepakatan untuk mewujudkan perdamaian di antara warga yang terlibat konflik kekerasan di wilayah tersebut.

Perwakilan warga Sampang, Muhjaroh mengatakan, pihaknya akan terus mengajak warga untuk mewujudkan perdamaian di Sampang, yang dapat terwujud bila didukung semua pihak termasuk pemerintah.

“Apalah artinya sebagai seorang saya, tidak ada artinya kalau tidak ada dorongan, bantuan dari semua pihak, pemerintah, sesepuh dan para ulama,” kata Muhjahroh, Perwakilan Warga Sampang, Madura.

Perwakilan warga Syiah Sampang, Iklil Almilal mengungkapkan, proses perdamaian ini merupakan langkah positif untuk mewujudkan perdamaian sesungguhnya di Sampang. Ia meminta warga Sampang tidak mempermasalahkan lagi kejadian yang telah berlalu serta perbedaan keyakinan di antara mereka.

“Ya salah satunya bahwa bagi kami itu adalah kekeluargaan, persaudaraan itu yang nomor satu, seperti itu, Masalah apa yang kami yakini, itu pilihan masing-masing, artinya bagi mereka tidak akan membicarakan lagi masalah perbedaan paham atau ini, bagi mereka adalah saudara, seperti itu,” jelas perwakilan warga Syiah Sampang, Iklil Almilal.

Namun, sayangnya pertemuan ini sendiri tidak dihadiri oleh para tokoh masyarakat dan ulama Madura. Badan Silaturahmi Ulama Pesantren Madura (BASSRA) sebagai pihak representasi ulama Madura tidak dilibatkan dalam kesepakatan sepihak ini. (Ibr Khamis)

0 comments: