Breaking News
Loading...

Bandung – Ketua Forum Ulama dan Umat Indonesia (FUUI) KH. Athian Ali mengisahkan pengalamannya berinteraksi dengan perilaku kesesatan penganut Syiah. Peristiwa tersebut terjadi ketika dirinya menjadi Imam Khatib Shalat Idul Fitri di Kedubes Besar Indonesia di Iran, dua tahun lalu. Menurutnya, kebencian Syiah kepada umat Islam dilakukan dengan berbagai cara.

“Ketika saya menjadi Khatib shalat Idul Fitri di Kedubes RI di Teheran, dentuman ‘bom’ sejenis mercon kerap  mengganggu pelaksanaan ibadah Idul Fitri,” katanya dalam bedah buku Zionis dan Syiah Bersatu Hantam Islam, Sabtu (14/2013) di Bandung seperti dilansir islampos.com.

Kepada Master dari Universitas Al Azhar ini, Kedubes Indonesia di Iran menyatakan  dentuman-dentuman itu sengaja dilemparkan di sekitar kedutaan oleh aparat Iran, karena Syiah memang tak suka umat Islam melaksanakan ibadah Idul Fitri.

“Meskipun itu adalah Kedutaan dari negara lain yang semestinya mendapat hak perlindungan,” ungkapnya.

Kyai Athian juga mengaku di tengah kota seperti Teheran, Iran tak ada masjid umat Islam. Masjid Umat Islam hanya ada di pinggiran dan  terpencil. “Ironisnya, di negeri Syiah ini justru banyak berdiri tempat Ibadah Yahudi, Sinagog,” katanya.

Seperti diketahui, umumnya penganut Syiah juga tidak melaksanankan shalat Jum’at. Karena, menurut keyakinan mereka shalat jum’at baru dapat dilaksanakan jika Imam kedua belas mereka telah muncul ke dunia. (Islampos)

0 comments: