Breaking News
Loading...

Teheran – Pemimpin Sunni Iran, Syeikh Abdul Hamid Isma’ilzahi telah meminta Presiden Hassan Rouhani untuk membaca dengan teliti kasus tahanan Sunni di penjara Qazal Hisar, Karaj yang telah melakukan aksi mogok makan.

Seperti dilansir dari situs resmi komunitas Sunni di Iran, Sunni Online, pada Senin, 9 Desember 2013,  Syeikh Abdul Hamid telah mengeluarkan pernyataan bahwa ia telah meminta presiden Iran, Dr Hassan Rouhani, dalam sebuah surat untuk menggunakan pengaruhnya dalam mencari fakta yang dihadapi muslim Sunni di Iran. Ia meminta Presiden Iran untuk meninjau hukuman mati bagi Muslim Sunni.

Beliau juga mengingatkan presiden akan statusnya sebagai penjaga hak-hak setiap warga negara. Ia meminta Rouhani untuk campur tangan dalam kasus ini dan meninjau ulang putusan pengadilan melalui mahkamah tinggi.

“Kebijaksanaan dan pertimbangan anda dapat menghentikan propaganda negatif dari musuh-musuh Iran yang menyalahgunakan insiden tersebut untuk mencemarkan nama baik Iran dan Islam, ” tulis Syeikh Abdul Hamid, Khatib Muslim Sunni dan Rektor Universitas Darul Ulum, Zahedan itu dalam suratnya.

Perlu dicatat bahwa, puluhan warga Sunni, sebagian besar dari suku Kurdi tengah berada di penjara Qazal Hisar, menanti tibanya eksekusi atas diri mereka.

0 comments: