Breaking News
Loading...

“Jangan harap orang bisa jihad dengan jiwa, kalau belum siap jihad dengan hartanya,” kata Farid Ahmad Okbah, Direktur al-Islam Islamic Center pada tabligh akbar Peduli Suriah di Masjid Agung Alazhar, Jakarta, Ahad (04/11/2012).

Bersama empat tokoh Islam lainnya, Ustadz Farid menjelaskan hakikat krisis Suriah dan mengajak umat Islam membatu rakyat Suriah dengan doa, dana, dan jiwa.

Meski diguyur hujan lebat sejak selesai zuhur dan masjid tidak terisi penuh, dana yang terkumpul mencapai lebih dari 50 juta rupiah.

“Ini di luar dugaan,” kata seorang panitia.

Panitia mengatakan, acara tersebut adalah permulaan dari program penyadaran umat akan peristiwa di Suriah sebagai salah satu fase akhir zaman yang telah dikabarkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassallam. Para pembicara menegaskan, yang terjadi di Suriah bukan perang saudara, tapi pembantaian oleh rezim Syiah Nushairiyah terhadap rakyat Suriah yang mayoritas Sunni.

Pembicara lain yang hadir yakni Abdul Wahid Alwi (Sekjen Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia), Abu Muhammad Jibriel (Majelis Mujahidin), Bachtiar Nasir (MIUMI), dan Ferry Nur (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina).

Krisis di Suriah sudah berjalan lebih dari 17 bulan. Korban jiwa hingga kini telah mencapai 39.610 orang. Rezim Syiah Nushairiyah yang dipimpin Basyar Assad menolak turun dari kekuasaan dengan dukungan Iran, Rusia, dan China.*[hdy]

0 comments: