Breaking News
Loading...

Jakarta – Direktur Pusat Kajian Fiqih dan Ilmu Keislaman (PUSKAFI), DR. Ahmad Zain An-Najah, MA mengatakan bahwa madzhab fiqih Jakfariyah adalah dongeng. Imam Jakfar As-Shadiq tidak memiliki peninggalan tulisan atau buku yang berisi pendapat-pendapat fiqih.
“Madzhab Jakfariyah adalah Ustuurah (dongeng). Tidak ada satupun riwayat shohih yang menceritakan fiqih-fiqih beliau,” tegasnya kepada kiblat.net seusai menjadi pemateri di acara seminar sehari bertemakan ‘Gerakan Syiah dan Stabilitas Nasional’ di Aula Masjid Al-Furqan, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Jalan Kramat Raya No. 45 Jakarta Pusat, Ahad (27/04).
Doktor Syariah Universitas Al-Azhar Kairo ini menjelaskan bahwa semua madzhab yang dikenal Ahlu Sunnah, khususnya empat madzhab yaitu Syafi’i, Hanafi’, Maliki dan Hambali, memiliki buku-buku peninggalan yang berisi pendapat-pendapat mereka. Buku-buku itu ditulis mereka sendiri atau murid-muridnya.
Adapun madzhab Jakfari, lanjut Ustadz yang juga ketua Majelis Fatwa dan Kajian DDII ini, tidak ditemukan buku tulisan dari Imam Jakfar Ash-Shodiq. Sehingga, beliau tidak meninggalkan pandangan-pandangan fiqih beliau melalui sebuah buku atau tulisan.
“Madzhab itu harus punya tulisan, kemudian ditulis oleh murid-muridnya dan ditulis lagi oleh murid-muridnya, itu dinamakan madzhab,” terang da’i yang meraih gelar strata satu di Universitas Islam Madinah ini.
Meskipun demikian, Zain  menjelaskan bahwa Imam Jakfar Ash-Shadiq adalah seorang ulama Ahlu Sunnah dan juga ulama ahli Fiqih. Akan tetapi, semua pandangan fiqih yang disandarkan ke beliau tidak terdapat riwayat yang shahih.
“(Madzhab  Jakfari) Hanya diambil dari madzhab-madzhab lain yang disandarkan kepada imam Jakfar, sementara tidak ada sanad yang bisa dibertangungjawabkan,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, madzhab Jakfari menjadi rujukan utama fiqih para pengikut Syiah. Mereka juga menggunakan madzhab tersebut untuk mendekatkan antara Alhu Sunnah dan Syiah, sehingga banyak dari kaum muslimin yang terkecoh. (Nisyi/kiblat.net/syiahindonesia.com)

0 comments: