Breaking News
Loading...

Jakarta (syiahindonesia.com) – Kondisi pengungsi Syi’ah Sampang yang membuat kerusuhan tahun 2009 lalu semakin terpuruk. Keterasingan mereka di negara Indonesia yang umat islam nya mayoritas berakidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah menjadi balasan bagi mereka yang telah menistai agama Islam dengan seabreg pemahaman menyimpang lagi sesat.

“Kami pengungsi yang sudah hampir 18 bulan di pengungsian dalam keadaan baik-baik saja. Walau ada saja yang sakit dan lemah, anak-anak sering tidak bisa sekolah karena harus ditutup sementara.” Ungkap pengungsi Syi’ah Sampang sebagaimana dirilis dalam surat yang dilayangkan kepada Presiden SBY tertanggal 28 Januari 2014 kemaren.

Meski demikian, orang-orang yang berpemahaman jahil ini masih kukuh terhadap akidah sesat mereka. “Tapi Insya Allah kami  selalu tabah dan bertawakal kepada Allah Swt sebagaimana nasihat Pak SBY” lanjut surat tersebut.

Surat yang ditulis oleh 10 pegowes anggota syi’ah itu dilayangkan lantaran janji Presiden kepada mereka yang tak kunjung terlaksana.

Tampaknya fatwa MUI Jatim tanggal 21 Januari 2012 lalu belum mengetuk hati mereka untuk kembali ke jalan yang lurus, yaitu pemahaman salaful ummah Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

Dalam fatwa MUI Jatim tentang kesesatan ajaran syi’ah, tersimpulkan bahwa pemahaman akidah Syi’ah Imam Itsna ‘Asyariyah yang penduduk syi’ah sampang peluk, adalah perpemahaman melenceng dan jauh dari Islam.

Semoga Allah ta’ala memberikan hidayah kepada orang yang dikehendaki-Nya. Dan semoga Allah menggagalkan makar yang kaum kafir buat untuk menghancurkan pondasi-pondasi islam sebagai acuan hidup seluruh manusia. (Nisyi)

0 comments: