Breaking News
Loading...

Jakarta – Pengamat Zionisme Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi menuturkan selama ini umat Islam hanya dibohongi oleh jargon-jargon kosong Iran yang mengklaim anti-Barat dan Israel. Padahal, sesungguhnya mereka pada kenyataannya mereka melakukan kerjasama.

Hal tersebut, dapat dilihat pada peristiwa invasi militer Amerika Serikat kepada Irak dengan dalih mencari senjata pemusnah massal. Dimana, setelah dilakukan penyelidikan oleh PBB senjata tersebut tidak pernah ada. Menurut Pizaro, penyerangan Amerika itu dapat berjalan mulus karena bantuan seorang Syiah yang menjadi agen CIA untuk mengkondisikan alasan invasi di Irak.

“George W Bush bergandengan tangan dengan Syiah untuk menginvasi Irak, Ahmad Chalabi seorang Syiah yang diutus CIA untuk menggulirkan isu adanya senjata pemusnah massal di Irak.,” Kata Pizaro dalam kajian bertema “Refleksi Dunia Islam Dalam Perspektif Islam Sebagai Rahmatan Lil Alamin” di AQL Center, Jakarta, Rabu (11/9/2013).

Lanjutnya, setelah Amerika menginvasi Irak dan berhasil menumbangkan Saddam Hussein . Maka, pemerintahan boneka Irak dibentuk oleh Amerika dengan menyerahkannya kepada kelompok Syiah.

“Ahmad Chalabi yang kemudian menjadi Perdana Menteri pertama pemerintahan Irak bentukan Amerika,” ujar Pizaro.

Cengkraman kekuasaan Syiah di Irak, terus berlanjut. Negara
yang berjuluk ‘Negeri 1001 malam’ itu saat ini dipimpin oleh seorang Perdana Menteri yang berasal dari Syiah yaitu, Nuri al Maliki.

“Kalau kita ingat pada tahun 2004 George Bush hendak dilempar sepatu oleh seorang wartawan, ada seseorang yang menghalang-halanginya, itulah Nuri al Maliki,” cerita Pizaro.

Lebih dari itu, Nuri al Maliki merupakan Perdana Menteri Irak yang mendapat restu dari Iran. “Nuri al Maliki berkali-kali menemui Pemimpin Spiritual Iran, Ali Khameini dan Ahmadinejad untuk meneruskan proposal kerja sama dengan Amerika Serikat,” jelas Pizaro.

Hingga saat ini, Pemerintahan Irak dikuasai oleh Syiah dibawah kepemimpinan perdana Menteri Nuri al Maliki. (kiblat.net)

0 comments: