Breaking News
Loading...

Penyebaran Syiah melalui Buku-Buku dan Ceramah Online

Pendahuluan

Salah satu strategi paling masif dalam dakwah Syiah modern adalah penyebaran ideologi melalui buku, artikel, dan ceramah online. Metode ini sangat efektif karena menyerang langsung dua titik lemah umat:

  1. minimnya literasi sejarah,

  2. ketertarikan terhadap materi keagamaan yang terlihat “ilmiah”.

Syiah memanfaatkan ruang informasi terbuka untuk menanamkan paham batil secara halus dan bertahap, sehingga banyak orang awam tidak sadar bahwa yang mereka baca sudah mengarah pada ajaran Rafidhah.


1. Strategi Utama Syiah Melalui Buku-Buku Tertulis

A. Mengemas Doktrin Syiah sebagai Kajian Ilmiah

Salah satu ciri khas buku Syiah adalah penyampaian yang halus, seolah-olah hanya membahas sejarah atau fikih perbandingan. Padahal isi di dalamnya menyusupkan:

  • kultus terhadap para imam Syiah,

  • narasi kedengkian terhadap sahabat,

  • propaganda bahwa imamah adalah “pilar agama”.

Contoh pola penyesatan dalam buku-buku Syiah:

  1. Mengangkat hadits palsu untuk membenarkan keutamaan Ali secara ekstrem.

  2. Menyerang Abu Bakar, Umar, ‘Aisyah, dengan bahasa yang sangat halus tapi konsisten.

  3. Menafsirkan ayat Al-Qur’an secara tahrîfi maknawi, misalnya ayat waliyyukum (QS. Al-Maidah: 55).

Ayat yang sering diselewengkan Syiah:

Ø¥ِÙ†َّÙ…َا ÙˆَÙ„ِÙŠُّÙƒُÙ…ُ اللَّÙ‡ُ ÙˆَرَسُولُÙ‡ُ…
“Sesungguhnya wali kalian hanyalah Allah dan Rasul-Nya…” (QS. Al-Maidah: 55)

Syiah menafsirkan kata wali sebagai pemimpin politik, padahal para mufasir Ahlus Sunnah menyebut bahwa wali di sini bermakna penolong dan sahabat, bukan imamah politik.


B. Buku-Buku Terjemahan Iran

Iran aktif membiayai penerjemahan buku-buku Syiah ke bahasa:

  • Indonesia

  • Melayu

  • Urdu

  • Inggris

  • Swahili

  • Hausa

Tujuan utamanya adalah penetrasi ideologi di negara Sunni.

Ciri khas buku terbitan Syiah:

  • Banyak menggunakan gaya akademik agar terlihat netral.

  • Menyisipkan cacian terhadap sahabat namun dibungkus istilah “kajian kritis”.

  • Mengangkat figur Ahlul Bait secara berlebihan sampai level yang dekat dengan sifat ilahi.


C. Penyebaran Gratis

Syiah sering membagikan buku secara gratis di:

  • pameran buku,

  • kampus,

  • sekolah,

  • acara keagamaan,

  • perpustakaan digital.

Tujuannya bukan mencari keuntungan, tapi menyebarkan ideologi secara luas.


2. Penyusupan Lewat Ceramah dan Kajian Online

A. Pemanfaatan YouTube, Podcast, dan Media Sosial

Dakwah Syiah berubah drastis sejak internet berkembang. Jika dulu hanya tersebar di majelis tertutup, kini ceramah Syiah mudah diakses lewat:

  • YouTube

  • TikTok

  • Telegram

  • Podcast

  • Facebook/Instagram Reels

Mereka memotong ceramah menjadi klip 1–3 menit yang:

  • menyentuh emosi,

  • menyudutkan sahabat,

  • memuja para imam Syiah,

  • membangun simpati kepada Iran.


B. Teknik Retorika yang Digunakan

1. Teknik “Narasi Pengorbanan Ahlul Bait”

Syiah menonjolkan kesedihan dan drama Karbala secara berlebihan untuk menggiring simpati. Padahal dalam Islam, kesedihan yang dibuat-buat dan ritus meratap dilarang.

Hadits Nabi ï·º:

Ù„َÙŠْسَ Ù…ِÙ†َّا Ù…َÙ†ْ Ù„َØ·َÙ…َ الْØ®ُدُودَ ÙˆَØ´َÙ‚َّ الْجُÙŠُوبَ
“Bukan dari golongan kami orang yang menampar pipi dan merobek baju karena musibah.”
(HR. Bukhari)

Syiah secara jelas melanggar larangan Nabi ini melalui ritual ta’ziyah, meratap, memukul badan, dan drama Karbala dalam ceramah mereka.


2. Teknik Distorsi Sejarah

Ceramah online Syiah sering memutarbalikkan peristiwa:

  • Saqifah

  • Perang Jamal

  • Perang Shiffin

  • Fitnah Kubra

  • Sejarah Khulafaur Rasyidin

Tujuannya menciptakan kesan bahwa para sahabat adalah pengkhianat.

Padahal Allah memuji sahabat:

ÙˆَالسَّابِÙ‚ُونَ الْØ£َÙˆَّÙ„ُونَ Ù…ِÙ†َ الْÙ…ُÙ‡َاجِرِينَ ÙˆَالْØ£َÙ†ْصَارِ... رَضِÙŠَ اللَّÙ‡ُ عَÙ†ْÙ‡ُÙ…ْ
“Allah telah ridha kepada para sahabat Muhajirin dan Anshar…”
(QS. At-Taubah: 100)

Ayat ini membantah seluruh narasi kebencian Syiah terhadap sahabat.


3. Teknik “Seolah-olah Ilmiah”

Penceramah Syiah sering menggunakan:

  • istilah Arab,

  • kutipan literatur,

  • istilah sejarah,

  • logika filsafat,

untuk membuat ceramah mereka terlihat canggih. Padahal inti pesannya tetap: menanamkan kebencian terhadap sahabat dan membesarkan imam Syiah.


3. Bahaya Penyebaran Melalui Buku dan Ceramah Online

1. Mengacaukan akidah umat awam

Mereka menanamkan doktrin:

  • imam maksum,

  • raj’ah,

  • takfir sahabat,

  • bada’,

  • tahrif makna Al-Qur’an,
    yang semuanya bertentangan dengan Ahlus Sunnah.


2. Memecah belah umat Islam

Tujuan utama propaganda Syiah adalah membangun opini bahwa:

  • Ahlus Sunnah “adalah musuh Ahlul Bait”.
    Narasi ini menjadi benih konflik di banyak negara, termasuk Irak, Suriah, Yaman, dan Lebanon.


3. Mengarahkan simpati ke Iran

Sebagian besar konten Syiah modern berujung pada:

  • dukungan ideologi Wilayah al-Faqih,

  • pembelaan terhadap politik Iran,

  • glorifikasi milisi seperti Hizbullah atau Hutsiyin.

Ini menunjukkan bahwa dakwah Syiah bukan hanya teologi, tetapi alat geopolitik.


4. Solusi Menghadapi Penyusupan Syiah Lewat Buku dan Ceramah Online

A. Literasi Sunni yang kuat

Pelajari:

  • sejarah yang shahih,

  • aqidah Ahlus Sunnah,

  • peran sahabat,

  • kaidah memahami hadis.

B. Memperbanyak dakwah digital Ahlus Sunnah

Karena medan perang informasi kini ada di:

  • YouTube,

  • TikTok,

  • podcast,

  • Medium/blog,

  • platform video pendek.

C. Membuat daftar hitam buku-buku Syiah

Ulama di banyak negara telah membuat “daftar literatur Syiah” agar masyarakat berhati-hati.

D. Edukasi dari masjid dan lembaga pendidikan

Penyebaran Syiah sering menyasar generasi muda; maka edukasi harus dimulai lebih awal.


Kesimpulan

Penyebaran Syiah melalui buku-buku dan ceramah online adalah strategi modern yang canggih dan halus, namun sangat berbahaya. Mereka menguasai ruang informasi untuk:

  • menyesatkan umat,

  • mendistorsi sejarah,

  • menanamkan kebencian kepada sahabat,

  • mempromosikan politik Iran.

Ahlus Sunnah harus membangun benteng ilmu dan literasi digital agar tidak mudah terpengaruh propaganda Rafidhah modern.



************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

Artikel Syiah Lainnya

0 komentar: