Breaking News
Loading...

Bahaya Pemikiran Syiah bagi Umat Islam

 


Syiahindonesia.com -
Ajaran Syiah Rafidhah bukan sekadar perbedaan mazhab seperti fikih atau cabang ibadah, tetapi sebuah ideologi yang memiliki konsekuensi serius terhadap aqidah, syariat, dan keutuhan umat Islam. Pemikiran Syiah telah berkembang menjadi sistem keyakinan yang terpisah dari Islam yang dibawa Nabi Muhammad ﷺ, sehingga keberadaannya membawa ancaman besar, baik dari sisi aqidah, politik, sosial, maupun persatuan umat.


1. Menghancurkan Aqidah Islam dari Akar-akarnya

Syiah membawa konsep aqidah yang bertentangan langsung dengan Islam. Di antaranya:

A. Mengangkat Imam Lebih Tinggi dari Nabi

Syiah meyakini bahwa imam itu:

  • ma’shum,

  • mengetahui hal gaib,

  • tidak mungkin salah,

  • wajib ditaati lebih dari ulil amri,

  • memiliki derajat lebih tinggi dari para nabi (kecuali Nabi Muhammad ﷺ).

Ini bertentangan dengan Al-Qur’an yang menegaskan:

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ
“Muhammad hanyalah seorang rasul.”
(QS. Ali ‘Imran: 144)

Namun dalam doktrin Syiah, imam memiliki kemampuan di luar batas manusia, bahkan dalam sebagian kitab mereka, imam dianggap lebih berkuasa daripada malaikat.


B. Meyakini Al-Qur’an Telah Berubah

Meskipun Syiah modern sering menutupi hal ini, kitab-kitab utama mereka, seperti Al-Kafi, Bihar al-Anwar, dan Tafsir al-Qummi, memuat klaim bahwa:

  • Al-Qur’an telah ditambah,

  • Al-Qur’an telah dikurangi,

  • sebagian ayat dihilangkan,

  • mushaf Ali lebih lengkap daripada mushaf Utsman.

Padahal Allah ﷻ berfirman:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an dan Kami pula yang menjaganya.”
(QS. Al-Hijr: 9)

Menyatakan Al-Qur’an tidak sempurna berarti menuduh Allah tidak mampu menjaga kitab-Nya.


2. Merusak Sunnah dan Meruntuhkan Legitimasi Agama

Syiah memusuhi sahabat. Mereka meyakini bahwa:

  • mayoritas sahabat kafir,

  • Abu Bakar, Umar, Utsman adalah pengkhianat,

  • Aisyah adalah musuh Ali,

  • Muawiyah dianggap thagut.

Padahal sahabat adalah perawi hadis. Jika sahabat dijatuhkan, maka seluruh Sunnah akan hancur.

Allah memuji sahabat dalam banyak ayat, seperti:

وَكُلًّا وَعَدَ اللَّهُ الْحُسْنَى
“Dan kepada semuanya Allah menjanjikan pahala yang terbaik.”
(QS. Al-Hadid: 10)

Syiah menghancurkan fondasi riwayat sehingga mereka bisa menggantikan seluruh sistem syariat dengan doktrin imam.


3. Merusak Persatuan Umat Islam

Dimanapun Syiah masuk, umat terpecah menjadi dua kubu:
Sunni vs Rafidhah.

Contoh nyata:

  • Irak terpecah akibat dominasi Syiah.

  • Suriah dilanda pembantaian kelompok Sunni oleh rezim Syiah Alawi.

  • Lebanon terbelah karena Hizbullah.

  • Yaman hancur akibat pemberontakan Syiah Houthi.

Syiah tidak pernah membawa persatuan. Mereka selalu membawa konflik karena misi mereka adalah menguasai kekuasaan politik untuk memuliakan imam-imam mereka.


4. Menghalalkan Dusta sebagai Bagian dari Agama

Syiah memiliki doktrin taqiyyah, yaitu:

  • menyembunyikan ajaran,

  • memutarbalikkan perkataan,

  • berpura-pura menjadi Sunni,

  • dan berdusta demi kepentingan dakwah.

Padahal Nabi ﷺ bersabda:

وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ
“Jauhilah dusta.”
(HR. Muslim)

Syiah justru menjadikannya ibadah. Ini membuat penganut Syiah sangat sulit dipercaya dalam urusan agama dan politik.


5. Syariat Baru: Mut’ah, Khumus, dan Ritual Syi’ah

Syiah memperkenalkan ajaran yang tidak ada dalam Islam:

A. Mut’ah (nikah kontrak)

Dihalalkan secara mutlak, bahkan dianggap ibadah. Padahal Nabi ﷺ telah melarangnya:

حَرَّمَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ نِكَاحَ الْمُتْعَةِ
“Rasulullah ﷺ mengharamkan nikah mut’ah.”
(HR. Muslim)

B. Khumus

Mengambil 20% harta pengikut untuk diberikan kepada marja’, yang pada praktiknya memperkaya kaum agamawan Syiah.

C. Ritual Ratapan dan Menyayat Tubuh

Dipraktikkan dalam Asyura, padahal Islam melarang menyiksa diri.

لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَطَمَ الْخُدُودَ وَشَقَّ الْجُيُوبَ
“Bukan dari golongan kami orang yang menampar pipinya dan merobek bajunya.”
(HR. Bukhari)

Semua ini menunjukkan Syiah membawa syariat alternatif yang menyimpang.


6. Mengaburkan Sejarah dan Merusak Pendidikan Umat

Syiah terbiasa mendistorsi sejarah:

  • mengubah fakta Perang Jamal,

  • mengubah Perang Shiffin,

  • memfitnah Aisyah dan Muawiyah,

  • menyanjung pembunuh sahabat,

  • membuat narasi palsu tentang Karbala.

Mereka mencuci otak generasi muda dengan sejarah versi mereka agar tumbuh membenci Sunni.


7. Menjadi Kuda Troya bagi Musuh-Musuh Islam

Secara geopolitik, Syiah sering digunakan oleh kekuatan besar dunia untuk:

  • melemahkan negara-negara Sunni,

  • menciptakan perang saudara,

  • menghancurkan stabilitas Timur Tengah.

Hubungan Iran dengan:

  • Rusia,

  • Amerika (dalam beberapa operasi),

  • dan rezim sekuler tertentu,

menunjukkan bahwa Syiah bukan kekuatan pemersatu, tetapi faktor instabilitas dunia Islam.


KESIMPULAN

Bahaya pemikiran Syiah sangat nyata dan berlapis:

  • merusak aqidah,

  • menghancurkan Sunnah,

  • memecah belah umat,

  • mengganti syariat dengan ajaran imam,

  • membuat ideologi dusta sebagai ibadah,

  • membuka jalan bagi kekacauan politik,

  • menyimpangkan sejarah,

  • dan memanipulasi generasi muda.

Syiah bukan sekadar aliran, melainkan ancaman yang wajib diwaspadai oleh seluruh umat Islam. Menjaga diri dari pemikiran Syiah sama dengan menjaga keutuhan agama, aqidah, dan persatuan umat.


(albert/syiahindonesia.com)



************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

Artikel Syiah Lainnya

0 komentar: