Breaking News
Loading...

FAKTA! Begini Hasil Investigasi Kasus Penyerangan Rumah Habib Segaf di Solo

Syiahindonesia.com - Forum Anti Syiah Surakarta (FASS) mendatangi Polsek Pasar Kliwon Surakarta pada jum’at, (14/8/2020) guna melakukan audensi paska adanya insiden di rumah mendiang Syegaf bin Husain al Jufri Metrodranan, Pasar Kliwon beberapa waktu yang lalu.

Rombongan umat Islam diterima langsung oleh Kapolsek Pasar Kliwon AKP Adis Dani Gatra.

Ustaz Mas’ud menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan investigasi terkait insiden yang terjadi di rumah mendiang Syegaf bin Husain Al Jufri Jufri pada Sabtu, (10/8/2020).

Pihaknya mengaku menemukan fakta bahwa massa   berkumpul  atas informasi warga  yang  mencurigai  adanya perayaan hari Ghodir    Khum, sekte yang  bertentangan dengan ajaran mayoritas penduduk setempat.

“Apalagi tempat tersebut sering atau pernah digunakan untuk perayaan acara yang  sama pada  tahun tahun lalu yang juga mengakibatkan konflik antara warga dan laskar dengan pihak penyelenggara,” ungkapnya sebagaimana dilansir Annasindonesia.com, (16/8/20).

“Meminta    Polri, TNI dan MUI   untuk mencermati akun  Twitter Hisam Sulaiman yang  menulis : Iedul  Ghodir  di Solo diserang Wahabi serta  Iedul  Ghodir di rumah  Habib Segaf diserang wahabi,” imbuhnya.

Ustaz Mas’ud melanjutkan berdasarkan investigasi  langsung team FASS, kegiatan yang dilakukan di Metrodranan tidak ada izin dan pemberitahuan ke pengurus RT maupun ke RW setempat.

“Apalagi berkumpul massa  dalam jumlah banyak ditengah pandemi yang mengharuskan untuk melapor ke gugus Covid-19,” sebutnya.

Ia melanjutkan negosiasi telah  dilakukan    oleh   pihak warga, laskar dan kepolisian dengan pihak penyelenggara. Dimana ini bukti  bahwa kehadiran   laskar & umat  Islam di tempat acara,  tidak  diniatkan melakukan  tindakan kekerasan.

Terjadinya  tindakan      kekerasan,  karena ada sebagian peserta    aksi yang   tersulut emosinya, karena tindakan provokasi  dari pihak keluarga yang diduga mengikuti sekte Syiah yang berbahaya  di atas.

Menurutnya, ketua RT setempat juga telah memberikan saran agar  kegiatan tersebut sebaiknya dibubarkan. Dan warga telah   memberikan informasi kepada Polresta  Surakarta sebelum keributan terjadi.

“Personal Polri saat mediasi antara massa dengan keluarga dipandang  kurang mencukupi sebagaimana dijelaskan oleh pengacara terdakwa,” paparnya. (albert/syiahindonesia.com)



************************
Ayo Gabung dengan Syiahindonesia.com Sekarang Juga!

Artikel Syiah Lainnya

0 komentar: