New York – Sumber-sumber pers AS mengungkapkan sebuah hal baru. Disebutkan bahwa Iran sudah mulai menyusup ke AS melalui sebuah lembaga amal Syiah di berbagai universitas AS untuk mempengaruhi citra AS di hadapan publiknya sendiri.
Mengutip ucapan sejumlah sumber, New York Post menyebutkan bahwa ada indikasi Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejawd baru-baru ini mengadopsi sebuah kebijakan untuk melakukan penetrasi ke AS, dan melakukannya melalui berbagai lembaga pendidikan tinggi AS, khususnya universitas-universitas yang menampakkan dukungan untuk Israel, namun dukungan tersebut menurun karena terjadinya berbagai perang dan agresi militer yang dilakukan negara Zionis tersebut.
Surat kabar tersebut membeberkan bahwa Iran telah berhasil menembus berbagai institusi papan atas AS. Lembaga amal Syiah yang beroperasi di AS mampu menembus Columbia University, memberikan dukungan dana sekitar 100 ribu dollar kepada administrasi universitas, serta memberikan kucuran dana kepada para dosen yang tengah mempelajari bahasa Persi dan mendalami materi pembelajaran Timur Tengah, untuk meningkatkan citra Iran di kalangan para mahasiswa yang menempuh pendidikan di Columbia University.
Mengutip ucapan seorang sumber, New York Times menuliskan, “Ada bukti akurat mengenai penetrasi Iran di Columbia University, oleh karena itu, ada upaya-upaya serius untuk membekukan aset-aset universitas tersebut. Dalam kurun waktu antara tahun 2005 hingga 2007, ada transfer dana yang diperkirakan mencapai $351 ribu untuk mendukung pengajaran bahasa Persi di Rutgers University, new Jersey.”
Yayasan Alavi secara agresif mengucurkan dana ratusan ribu dollar ke Columbia University dan Rutgers University dalam program studi Timur Tengah yang menampilkan para pengajar yang bersimpati terhadap Iran.
Sumber yang sama mengatakan bahwa yang bertanggung jawab menerima dana dari Iran adalah Hooshang Amir Amadi dari pusat studi Timur Tengah. Dana tersebut diterima dalam kunjungan Ahmadinejad ke Columbia University di sela-sela pertemuan Majelis Umum PBB pada tahun 2007 lalu.
Ketika dikonfirmasi, Amadi mengatakan kepada donasi tersebut berasal dari sebuah organisasi amal, bukan dari pemerintah atau pejabat Iran.
“Kami menemukan bukti bahwa pemerintah Iran benar-benar mengendalikan segala hal yang berkaitan dengan yayasan tersebut,” kata Adam Kaufmann, kepala penyelidik di kantor jaksa wilayah Manhattan.
Lembaga tersebut juga disebut-sebut mendonasikan $100.000 kepada Columbia University setelah institusi pendidikan tinggi tersebut setuju untuk menampilkan Mahmoud Ahmadinejad sebagai pembicara.
Surat kabar tersebut melaporkan bahwa para jaksa penuntut umum di AS dalam beberapa minggu terakhir melakukan investigasi untuk mencari tahu asal dari dana yang diterima oleh universitas-universitas AS. Demikian halnya dengan aset-aset milik Masjid-Masjid di New York, Maryland, California, dan Texas.
Di situs internetnya, yayasan Alavi mengatakan bahwa pihaknya mengusung misi untuk mempromosikan budaya Islam dan bahasa Persi.
“Hal ini berkaitan dengan Iran yang menyusupkan kebijakan-kebijakan mereka melalui jalur akademis,” kata Michael Rubin, seorang pakar Iran di lembaga penelitian, American Enterprise Institute. “Dan lembaga pendidikan tersebut menjual diri demi uang.”
Juru bicara Columbia, Robert Hornsby, mengatakan bahwa sumbangan dana dari Alavi jarang menembus angka ribuan dollar, ia menambahkan bahwa angka $100.000 adalah angka terbesar yang pernah diterima. [dn/im/vn/sm/syiahindonesia.com].
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|














