Slide

Syiah Indonesia

Events

Data & Fakta

Hakikat Syiah

Kajian Utama

Dokumen Rahasia

Syubhat dan Bantahan

Buku Syiah Bertebaran di IBF 2015, Ini Tips Ustadz Felix Siauw

Belakangan ini, jejaring sosial diramaikan kabar adanya buku-buku pro Syiah pada Islamic Book Fair (IBF) ke-14. Menyikapi kabar itu, Ustadz Felix Siauw berbagi tips untuk pembeli dan penerbit guna mengantisipasi buku-buku Syiah.

Kepada umat Islam pengunjung IBF, dia menyarankan agar memilih buku dengan cermat, serta mempertimbangkan aspek aqidah.

“Ketika kita membeli buku, kita sudah memahami bahwa buku ini adalah sumber informasi. Maka kita harus memastikan bahwa sumber buku ini, pertama, aqidahnya benar,” ujarnya usai berbelanja buku di arena IBF, Istora Senayan, Jakarta, Rabu (04/03/2015), dikutip dari Hidayatullah.com

“Bahwa aqidahnya adalah aqidah Ahlus sunnah. Kalau selain itu kita tidak perlu (beli), bahkan kita harus menjauhi segala macam pasokan-pasokan informasi selain daripada aqidah Ahlus sunnah tadi,” lanjutnya yang datang ke IBF bersama keluarga.

Untuk para penerbit yang anti-Syiah, Ustadz Felix berpesan agar mereka memperbanyak buku pro aqidah Ahlus Sunnah.

“Sebenarnya, kalau penerbit tidak bisa apapun selain menerbitkan lebih banyak lagi (terbitan yang memperkuat) aqidah-aqidah Ahlus Sunnah,” tegasnya.

Ustadz Felix mengaku, selama ini sudah mendapatkan beberapa laporan mengenai terbitan pro Syiah di IBF. Namun ia mengaku belum melihat secara langsung buku ataupun majalah yang diduga itu.

“Artinya (belum melihat) secara langsung dengan judul atau dengan tendensi (pro Syiah). Paling beberapa laporan-laporan saja,” ujar dai yang pernah menyalurkan bantuan untuk umat Islam secara langsung di Suriah ini.

Majalah anak terbitan Syiah?

Sebelumnya beredar pesan pendek via WA, BC dan media sosial di masyarakat, termasuk yang diterima Arrahmah.com. Selasa (3/3/2015), seseorang yang mengaku pengunjung IBF 2015 kaget atas keberadaan sebuah majalah milik Syiah di Istora Senayan Isi pesan itu selengkapnya:

Ibu-ibu tadi saya ke IBF ada stand yg menjual majalah anak 10rb dapat 3 pcs. Majalah sejenis bobo tp islami, isinya menarik sekali.. murah banget lagi, he.. namanya Al Irfan. Tp sy penasaran koq bisa murah bgt. Sy cek redaksinya tertulis Pimpinan Redaksi: Dina Y. Sulaeman. Astaghfitullah ternyata majalah nak syiah. hampir ja.. dan banyak juga saya temui buku-buku syiah dan liberal di sana.. hati2 ya ibu-ibu kalau membeli buku…

Pantauan media menyusuri semua stan pameran IBF di lantai 1 dan sebagian lantai 2 Istora Senayan. Sepanjang pengamatan sejak siang hingga malam itu, tak ditemukan majalah IRFAN. Sejumlah penjaga stan buku anak-anak pun tak tahu-menahu perihal majalah itu.

Namun, Hidayatullah.com menemukan dua buah buku pro Syiah di sebuah stan penerbit yang berpusat di Bandung. Masing-masing buku itu berisi sepak terjang seorang ulama dan sebuah gerakan yang sama-sama Syiah asal Lebanon. (azm/arrahmah.com)

Inilah Ikrar Taubat Penyerang Masjid Az-Zikra

Orang-orang Syiah yang menjadi tersangka pelaku penyerangan di perkampungan Ustadz Arifin Ilham telah mengaku bersalak dan meyatakan diri bertaubat dari paham sesat Syiah yang selama ini mereka anut. Bahkan, mereka berjanji akan kembali kepada ajaran Islam, Ahlussunnah Wal Jamaah.

Perwakilan Majelis Az-Zikra mengajak penganut Syiah yang menjadi pelaku penyerangan untuk bertaubat saat menyambangi mereka di Mapolres Bogor, pada Kamis (05/03). Dalam kesempatan itu para tersangka yang berjumlah 34 orang menyatakan ikrar mereka.

Pertemuan antara para tersangka dan perwakilan Az-Zikra di ruang jenguk tahanan memang terbatas dan berlangsung tertutup bagi wartawan. Namun, sejumlah wartawan termasuk Kiblat.net yang pada saat itu berada di dekat lokasi dapat mendengar jelas ikrar pertaubatan yang diucapkan oleh para pelaku secara serentak.

Berikut sumpah para tersangka yang berhasil terekam oleh Kiblat.net.

“Demi Allah saya berjanji setelah keluar dari penjara akan bertaubat dan kembali kepada Ahlussunnah wal jamaah. Jika saya mengingkari janji, maka Allah akan melimpahkan azab sekeras-kerasnya kepada kehidupan saya dan keluarga saya”

Saat itu juga terdengar para pelaku juga membaca ayat-ayat suci Al Quran secara bersama sama. Salah satu yang dibaca adalah ayat kursi, dengan dibimbing para ustadz dari Majelis Az-Zikra.

Seusai pertemuan dengan para pelaku juru bicara Az-Zikra Ustadz Ahmad Syuhada membenarkan bahwa para tersangka telah mengucapkan ikrar pertaubatan. “Mereka juga bertaubat dan berjanji demi Allah,” ungkapnya.

Ustadz Syuhada mengatakan bahwa di dalam ruang jenguk tahanan itu seluruh pelaku dikumpulkan dan dirukyah oleh tim Az-Zikra. “Sebagian besar diantara mereka menangis saat diajak membaca ayat Al-Quran,” pungkas Ustadz Syuhada. (kiblat.net)

Penyerang Az-Zikra Mengaku Syiah dan Mau Bertaubat ke Ajaran Islam

Seluruh pelaku penyerangan perkampungan muslim Az-Zikra akhirnya mengaku bahwa mereka adalah penganut Syiah. Pengakuan itu dituturkan oleh juru bicara Majelis Az-Zikra, Ustadz Ahmad Syuhada usai menjenguk para penyerang di sel tahanan Mapolres Kabupaten Bogor, kemarin siang (05/03).

Dalam kesempatan itu, Majelis Az-Zikra juga mengajak para penganut aliran Syiah untuk bertaubat dan kembali kepada ajaran Islam.

Kepada wartawan, usai melakukan kunjungan ke Mapolres Bogor, Ustadz Ahmad Syuhada menuturkan bahwa di dalam ia melayangkan pertanyaan kepada seluruh tersangka siapa yang Syiah. Ternyata mereka semua mengaku sebagai penganut Syiah.

“Ketika saya tanya siapa di antara kalian yang Syiah, mereka semua mengangkat tangan,” kata Ustadz Syuhada, Kamis (05/03) di Mapolres Kabupaten Bogor.

Ustadz Syuhada menambahkan bahwa pertanyaan itu dilontarkan secara spontanitas, tanpa ada paksaan dan ancaman. Dia juga mengajak para tersangka Syiah itu untuk kembali kepada Ahlussunnah Wal Jamaah.

Para pelaku itu, lanjut Syuhada, secara lahiriyah telah menyatakan bersedia untuk bertaubat, terlepas apakah hati mereka juga menyatakan hal yang sama. Pasalnya, dalam ajaran Syiah bertaqiyah (berdusta) adalah suatu hal yang dianjurkan.

“Az-Zikra mengajak mereka untuk bertaubat, kembali kepada Ahlussunnah Wal Jamaah. Dan mereka serentak menjawab siap,” pungkasnya.

Mereka Meminta Maaf

Seusai kunjungan, juru bicara Az-Zikra menyampaikan kepada wartawan bahwa dalam pertemuan tersebut para pelaku mengaku bersalah dan meminta maaf kepada atas tindakan mereka. Permintaan maaf itu disambut baik oleh perwakilan Az-Zikra.

“Az-Zikra menerima permintaan maaf dan memaafkan para pelaku secara hubungan kemanusiaan,” kata juru bicara Az-Zikra Ustadz Ahmad Syuhada, Kamis (05/02).

Namun, lanjut Ustadz Syuhada, para pelaku tetap harus menjalani proses hukum atas tindakan mereka. Az-Zikra mempercayakan sepenuhnya pihak kepada Kepolisian untuk menerapkan aturan yang berlaku bagi pelaku penyerangan itu.

“Para pelaku tetap harus menjalani proses hukum sebagaimana mestinya,” imbuhnya. (kiblat.net)

Yunahar Ilyas: “Syiah Kalau Sedikit Baik, Tapi Kalau Kuat Mereka Unjuk Taring”

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas mengatakan bahwa pemberontakan Syiah Hautsi yang terjadi di Yaman tak bisa dilepaskan dari Iran.

Menurutnya, pemberontakan Syiah Hautsi di Yaman harus menjadi pelajaran bagi umat Islam Indonesia agar tidak menganggap enteng masalah Syiah.

“Karena Iran sudah ikut campur, karena sudah dipengaruhi oleh Syiah Imamiyah Itsna Asy’ariyah dari Iran, mereka (Syiah Hautsi) akhirnya memberontak,” kata Yunahar di Jakarta, Selasa (03/03).

Tokoj yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Pengkajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia Pusat (MUI) ini menambahkan awalnya kehidupan beragama di Yaman berlangsung tertib.

Namun pengaruh Syiah Iran yang memiliki paham Imamiyah sebagian acuan politiknya, merusak kedamaian di negara yang terletak di kawasan Teluk Arab itu.

“Itu satu pelajaran bagi kita jangan menganggap enteng masalah Syiah, kalau tidak mau menyesal nanti” tegasnya.

“Syiah kalau sedikit mereka baik-baik, tapi kalau agak kuat sedikit mereka unjuk taring,” imbuhnya.

Kelompok pemberontak Syiah Hautsi melakukan kudeta di Yaman sejak September 2014 menduduki ibukota Sanaa. Pendudukan pemberontak Syiah Hautsi memaksa presiden Abd Rabbuh Mansour Hadi mengundurkan diri dan membubarkan pemerintahannya. (kiblat.net)

Kejam, Bocah Sunni ini Ditangkap lalu Dibrondong oleh Tentara Syiah (Video)

Syiahindonesia.com -  Saksikanlah wahai kaum  muslimin!

Gerombolan tentara Syiah Iraq laknatullah 'alaihim menangkap seorang bocah Sunni yang tak berdaya dari Al-'Adymah. Tak pikir panjang, mereka mengikat dan membrondong bocah tersebut sampai mati.

Berikut Videonya:



Seperti inilah fakta Negara-negara Islam yang terjajak oleh Syiah

Bukti kekejaman Syiah terhadap Ahlus Sunnah di berbagai Negeri  sudah sangat maklum. Tatkala suatu Negeri di jajak oleh Syiah, maka Negara tersebut sudah pasti porak poranda. Lihatlah Irak, Suriah, Lebanon, dan beberapa Negeri timur tengah lainnya yang terjajak oleh Syiah! kesemua Negara tersebut berkecamuk perang antara kubu bathil Syiah dan Sunni.


Ikhwan, sudah saatnya kita sadar bahwa Syiah adalah ancaman nyata bagi kaum Muslimin, terkhusus di Indonesia. Sangat memungkinkan sekali kalau konflik di Negeri-negeri timur tengah sana dibawa oleh Syiah di tanah air ini.

Ikhwan, kami mengajak kepada antum semua untuk bersama-sama mendakwahkan kekafiran Syiah. Ajarilah anak-anak antum beserta keluarga antum akan kesesatan dan bahaya Syiah. Ajarilah saudara, tetangga, dan masyarakat umumnya bahwa Syiah di Indonesia bisa saja menempelkan pisau di leher-leher kita. Mulailah bertindak tegas terhadap Syiah! Kuatkan mental dan siapkan fisik kita untuk menghadang mereka! Bergabunglah dengan ormas-ormas serta pergerakan-pergerakan Islam guna menolak Syiah! Ikutlah andil dalam menyepak keluar Syiah dari tanah air kita. Dan lakukan segala upaya kita guna tolak Syiah di bumi kita ini. Insya Allah, itu adalah bentuk Jihad kita fie sabilillah. Allahu akbar!!!! (Nisyi/Syiahindonesia.com)

sumber FB @ummu.rijalabr