Slider

Syiah Indonesia

Events

Data dan Fakta

Hakikat Syiah

Kajian Utama

Dokument Rahasia

Syubhat dan Bantahan

Bareskrim Polri Mulai Tangani Laporan Ijazah Palsu Jalaludin Rahmat

Jalaludin rahmat
Syiahindonesia.com - Dugaan kepemilikan ijazah palsu milik anggota Dewan Perwakilan Rakyat RI, Jalaluddin Rakhmat yang biasa disapa Kang Jalal dilaporkan Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI) Indonesia Timur, telah dilimpahkan ke Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri).

Kasus itu sebelumnya ditangani Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar, kemudian diserahkan ke Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar).
Banner Utama

“Namun karena Polda menganggap yang dilaporkan ini memiliki kedudukan di pusat, maka berkas perkaranya dilimpahkan ke Badan Reserse Kriminal Polri (Bareskrim),” kata Ketua LPPI Indonesia Timur Kyai M Said Abd Shamad di Jakarta, Kamis (21/7/2016).

Menurut dia, berdasarkan surat permohonan pelimpahan penanganan laporan yang diajukan Polda Sulselbar kepada kepala Bareskrim Polri bernomor: R/1173/VII/2016, disebutkan bahwa kepolisian telah menemukan bukti permulaan yang cukup bahwa telah terjadi tindak pidana menggunakan gelar akademik tanpa hak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 93 Jo Pasal 28 Ayat (7) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

Kang Jalal, yang merupakan gembong Syiah Indonesia ini dilaporkan menggunakan gelar profesor, doktor, serta ijazah palsu yang tidak sah. Gelar itu telah digunakan secara berulang-ulang untuk keuntungan materi dalam setiap acara bersifat ilmiah, seperti seminar, dialog, dan diskusi terbatas.

“Senin pekan depan kami akan menghadap ke DPR  dan Bareskrim Mabes Polri,” ujar Kyai Said.

LPPI sebelumnya juga telah mengadukan yang bersangkutan kepada Pimpinan Mahkamah Kehormatan DPR RI. Namun, pada 16 April 2016 lalu, LPPI telah menerima surat pemberitahuan yang berisi bantahan, dan menganggap tuduhan terhadap Kang Jalal tidak benar. (ibn)

Komnas HAM Prioritas Lindungi Syiah, Indonesia Tempat Aman Bagi Kelompok Sesat?

illustrasi
Syiahindonesia.com - Dilansir dari cnnindonesia,  Syiah Sampang dan Ahmadiyah NTB Jadi Prioritas perlindungan Komnas HAM.

Komnas HAM merilis sebelas kasus kebebasan beragama dan berkeyakinan sepanjang April hingga Juni 2016. Ketua Komnas HAM, Imdadun Rahmat, mengatakan permasalahan pengungsi Syiah di Sampang, Madura dan Jemaat Ahmadiyah Indonesia di Nusa Tenggara Barat merupakan kasus yang paling disoroti lembaganya.

"Dua kasus yang pelanggarannya multidimensi dihadapi pengungsi Ahmadiyah di NTB dan pengungsi Syiah di Sampang," kata Imdadun di Jakarta, Kamis (30/6).

Selain itu, dalam sebuah diskusi mengerucut pada wacana pembahasan strategi rekonsiliasi dan pemulangan para pengungsi Syiah ke Sampang.

Tak hanya itu, forum itu juga sepakat mendorong Dinas Dukcapil Sampang mempercepat proses penerbitan KTP para pengungsi guna memenuhi hak kependudukan mereka.

Pengungsi dari Jamaah Ahmadiyah Indonesia di Transito Mataram dan Praya, NTB, juga menjalani kondisi serupa dengan kelompok Syiah asal Sampang.

Jika sampai detik ini Pemerintah tidak mengambil sikap tegas kepada para penganut ajaran sesat, maka bisa dibilang Indonesia adalah negara yang aman bagi eksistensi penganut ajaran sesat. (nisyi/syiahindonesia.com)

Said Aqil Terima Baik Kunjungan Ulama Iran ke PBNU, Umat Mau Dibawa Kemana?

foto by abi press
Syiahindonesia.com - Senin (30/5), kantor PBNU Pusat di Jakarta menerima kunjungan dua ulama Iran yaitu Hojjatul Islam Dr. Hasan Zamani, Ketua Hubjungan Luar Negeri Hauzah Ilmiah Qom, Iran dan Habib Abdul Ba’its, Khatib dan Imam Besar Masjid Jami’ Bandar Abbas, Provinsi Hurmuzgan, Iran serta Waliyyullah Muhammadi, Dubes Republik Islam Iran untuk Indonesia.

Mirisnya, rombongan tamu diterima langsung Ketua Umum dan Ketua PBNU, Prof. Dr. KH Said Agil Siraj dan Dr. H. Hanif Saha Ghafur, Sekjen PBNU, HA. Helmy Faisal Zaini dan H. Lutfi. A. Tamini, Sekjen Lembaga Kerjasama Ormas Islam.

Dalam kunjungan itu, Said Agil menjelaskan bahwa Islam Indonesia adalah Islam yang penuh dengan toleransi dan lapang dada. Dia juga menyebutkan tentang beberapa karya ulama Iran yang karyanya dipakai sebagai buku rujukan dalam pesantren-pesantren Syafiiyah di Indonesia.

“Seperti kitab Ihya Ulumuddin yang ditulis oleh Al Imam Al Ghazali,” kata Said Agil.

Umat mau dibawa kemana oleh PBNU?

Menyikapi kedekatan hubungan para penganut Syiah dengan Kyai Said Aqil, pastilah ada pertanyaan besar dalam hal ini. Kemana arah PBNU membawa umat islam?

Sebagaimana diketahui bahwa polemik Sunni-Syiah adalah problem masa lalu yang tetap aktual hingga akhir zaman, keduanya tidak akan mungkin bersatu sebagaimana minyak dan air. Bersatunya Syiah atau Sunni dengan para pengkut agama lain jauh lebih mudah dibanding menyatukan kedua aliran yang memiliki Tuhan dan Nabi yang sama ini.

Di Iran, terutama di Teheran dengan mudah kita temui tempat-tempat ibadat agama lain selain Islam, seperti gereja milik umat Kristen dan Sinagoge sebagai tempat beribadah orang Yahudi, namun tak satu pun masjid milik pengikut Sunni yang bisa diguna pakai melakukan salat Jumat, sebagaimana di Mesir dan Malaysia yang tidak membolehkan kepada para penganut Syiah mendirikan masjid sendiri.

Di Indonesia juga demikian, jauh-jauh hari, demi menghindari adanya konflik antara kedua aliran di atas, maka Departeman Agama RI sebagai lembaga keagamaan resmi negara sudah mengeluarkan edaran terkait kesesatan Syiah yang jika dibiarkan tumbuh dan berkembang di negara ini akan melahirkan konflik. (nisyi/syiahindonesia.com)

Husein Shahab Sebut Kelompok Anti Syiah sebagai Kelompok Takfiri

Husen Syahab
Jurnalmuslim.com - Dua pekan selepas hari raya Idul Fitri, Ormas kelompok Syiah bernama Ahlulbait Indonesia (ABI) melakukan pertemuan dengan pihak Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) RI di Jakarta, Senin (18/7).

Namun sayang, delegasi ABI yang diwakili Dewan Syura dan Dewan Pimpinan Pusat justru disambut oleh Deputi VI (Bidang Koordinasi Kesatuan Bangsa) Kemenko Polhukam.

Dari Dewan Syura, Husein Shahab mengangkat isu persoalan bangsa terkait tumbuh-kembangnya kelompok radikal di Indonesia.

Husen Syahab menegaskan bahwa tujuan dari kelpompok takfiri adalah Syiah sebagai targetnya. Ia menjelaskan bahwa kelompok yang memusuhi Syiah adalah kelompok berpemahaman radikal atau takfiri.

“Dampaknya apa? Semua caci-maki, semua fitnah yang ada di Bangil, Sampang, bermula dari Pergub ini,” tegas Tasning. “Bahkan kita lihat selebaran-selebaran dan spanduk yang menjustifikasi kekerasan berdasarkan ini,” jelasnya.

Dalam pertemuan itu hadir pula perwakilan dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Universalia (YLBHU). Hertasning Ichlas, selaku Direktur YLBHU mencatat, salah satu kasus intoleransi terbesar terjadi di Jawa Timur yang justru dimotori oleh terbitnya Pergub (No. 50/51, Tahun 2012 ) yang dikeluarkan Gubernur Jatim Sukarwo. Pergub itu secara umum mengatur tentang aliran sesat, namun ternyata dijadikan alat menyasar Syiah secara sepihak. (nisyi/syiahindonesia.com)

Sejumlah Pengungsi Suriah Tewas Dihantam Bom Jet Rusia

Kamp pengungsi di wilayah Idlib hancur setelah dihantam roket jet Rusia Mei lalu [foto: Al-Jazeera]
Syiahindonesia.com - Jet tempur Rusia kembali dilaporkan membombardir kamp pengungsi Suriah di wilayah lembah di tenggara Suriah pada Selasa (12/07). Sejumlah pengungsi dilaporkan terluka dan tewas akibat serangan udara itu.

Wartawan Al-Jazeera melaporkan, jet Rusia menggunakan bom Cluster dalam menargetkan kamp Al-Ayilat itu. Kamp pengungsi tersebut terletak di lembah Al-Hammad yang berada di dekat pertigaan perbatasan; Suriah, Yordania dan Iraq.

“Tiga orang dilaporkan tewas dan lebih dari 30 lainnya luka-luka,” lapor wartawan Al-Jazeera.

Para aktivis berbicara, mayoritas korban adalah pengungsi yang melarikan diri dari pertempuran dan gempuran di wilayah pedesaan Homs dan Dier Zour.

Perlu diketahui, lembah Al-Hammad merupakan lokasi pengungsian warga Suriah karena berdekatan dengan perbatasan. Lokasi yang dekat dengan perbatasan sengaja dipilih untuk mengungsi karena biasanya aman dari serangan udara.

Sementara itu, di saat bersamaan, Rusia mengaku sedikitnya enam rudal jarak jauh yang ditembakkan dari negaranya menghantam gudang senjata milik ISIS di wilayah Tadmur dan Homs, Suriah. Rusia juga mengklaim banyak anggota ISIS tewas akibat serangan itu. (kiblat)