Slider

Syiah Indonesia

Events

Data dan Fakta

Hakikat Syiah

Kajian Utama

Dokument Rahasia

Syubhat dan Bantahan

Shalat Tiga Waktu, MUI Fatwakan Sesat Syiah Jafariah di Ternate

foto by: voa-islam
Syiahindonesia.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Ternate, Maluku Utara, menyatakan fatwa terhadap aktivitas aliran Syiah Jafariah dipimpin Nawawi Husni bertujuan mengantisipasi kemungkinan terjadi konflik internal umat Islam.

Ketua MUI Kota Ternate, H Usman Muhammad di Ternate, Jumat (28/8/2016) lalu, mengatakan, alasan dikeluarkanya fatwa terhadap aliran yang dipimpin Nawawi itu, tidak lain hanya untuk mencegah adanya konflik horizontal, karena sebagian besar masyarakat mengklaim bahwa aliran tersebut sesat.

Fatwa yang dikeluarkan MUI Ternate dalam peranan menjalankan peran ulama, yakni sebagai pewaris tugas para nabi, serta sebagai mufti atau memberi fatwa terhadap persoalan keagamaan yang muncul. MUI mengeluarkan fatwa dengan tujuan menjaga dan mengawal akidah umat Islam sehingga tidak terpengaruh terhadap ajaran atau paham yang bertentangan dengan Islam.

Selain itu, melindungi para penyebar paham ini dari tindakan anarkis masyarakat, sebab sebagai Ketua MUI Kota Ternate, dia sering sekali didatangi masyarakat, meminta bagaimana kalau mengambil tindakan karena pengikut paham tersebut meresahkan warga di sejumlah Kelurahan.

Namun, dia selalu meminta masyarakat menahan diri dan nanti MUI mengeluarkan fatwa supaya pemerintah segera mengambil tindakan dan dalam fatwa itu diimbau supaya masyarakat jangan mengambil tindakan anarkis.

Dia mengatakan, aktivitas aliran yang disosialisasikan Nawawi Husni ini sejak 2011 hingga sekarang dan dalam aktivitasnya terdapat 10 poin kriteria aliran sesat sesuai fatwa MUI pusat. Ada beberapa kriteria aliran sesat yang sudah dijalankan seperti menafsirkan Alquran tidak berdasarkan pada kaidah tafsir, seperti dalam surat Al-Isra ayat 78 dan mereka melaksanakan shalat ternyata hanya tiga waktu.

Padahal selama ini di dalam ayat itu ditafsirkan, ketika matahari sudah tergelincir, itu di dalamnya ada shalat Zuhur, shalat Ashar, malam hari ada Maghrib, ada Isya, dan shalat Subuh, lalu kemudian dikuatkan lagi dengan hadis Rasulullah SAW, bahwa shalatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku shalat.

Karena itu, MUI Kota Ternate berkoordinasi dengan pemerintah kota setempat, sehingga penanganan lanjutan urusan pemerintah. "Berkaitan dengan masalah pelarangan untuk mereka beraktivitas jika menimbulkan keresahan masyarakat itu kewenangan aparat penegak hukum," kata Usman. (voa-islam)

Ganasnya Serangan Rezim Syiah Suriah, Para Pelayat Pun Menjadi Sasaran

illustrasi, kekejaman syiah suriah
Syaihindonesia.com - Lembaga kemanusiaan White Helmet mengatakan jet-jet tempur Suriah dan Rusia menyerang sebuah upacara pemakaman massal di Aleppo. Setidaknya, 24 pelayat tewas dan 30 lainnya terluka. Demikian dilaporkan Antiwar, Sabtu (28/08) lalu.

Pada waktu itu para warga hendak menguburkan 15 orang korban serangan udara Suriah dan Rusia pada Kamis sebelumnya. Mereka yang tewas adalah satu keluarga, 11 diantaranya adalah anak-anak.

Seorang saksi melaporkan ketika serangan pertama terjadi, mereka yang melayat langsung berhamburan melarikan diri. Namun, usaha mereka sia-sia karena serangan berikutnya berjalan begitu cepat. Ambulans yang tiba setelah bom pertama pun hancur dalam serangan berikutnya.

Sejak hari Kamis, serangan udara Suriah telah menewaskan 62 warga sipil Aleppo. Sebelumnya, foto seorang anak bernama Omran Daqnesh, korban serangan rezim Suriah di Aleppo telah menjadi viral di media sosial, menunjukkan bahwa Rezim melakukan serangan tanpa pandang bulu. (kiblat)

DPRD Pekanbaru: Imigran Syiah Iran Jebak Gadis Indonesia Bermut’ah

imigran syiah di balik papan
Syiahindonesia.com - Terungkapnya kasus warga negara Iran berpaham Syiah yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kota Pekanbaru, Riau harus menjadi perhatian serius pemerintah setempat.

Seperti diketahui jumlah imigran di Kota Pekanbaru saat ini berjumlah hingga mencapai 1000 orang.

“Kondisi seperti ini jangan sampai dibiarkan begitu saja dan jangan sampai kembali terjadi. Kepada Pemko Pekanbaru dan penegak hukum, harus dapat mengusut sampai tuntas permasalahan ini,” kata Mulyadi Anwar, Anggota DPRD Kota Pekabaru, Rabu, (24/8/2016) seperti dikutip voa-I dari Riaupos.

Mulyadi menduga, para imigran asal Iran ini diduga memiliki paham sesat Syiah yang jika dibiarkan dapat menganggu keamanan nasional. Dikatakan Mulyadi, mereka akan menjaring pengikut dengan nikah mut’ah.

“Imigran yang ada di Kota Pekanbaru sangat dikagumi kaula muda khususnya para remaja putri. Inilah jebakan, dan kita khawatir jika nantinya banyak yang menjadi korban dari aksi nikah mut’ah para imigran yang berpaham Syiah,” kata Mulyadi seperti dikutip datariau.

Untuk itu, Mulyadi meminta pemerintah untuk segera memperketat pengawasan terhadap imigran yang ada di Kota Pekanbaru. Jangan dibiarkan bebas keluar dari rudenim (rumah detensi imigrasi).

“Karena sekarang mereka sangat bebas mau kemana saja bisa, berkeliaran di Kota Pekanbaru dan berbaur dengan masyarakat setempat, ini yang kita pertanyakan kepada pemerintah, mengapa kok semakin longgar sekarang dan semakin bebas imigran berkeliaran,” tegas Mulyadi.

Ditambahkan Mulyadi, pemerintah harus serius mengusut adanya seorang imigran Iran yang sampai memiliki KTP Kota Pekanbaru dan menjelaskan kepada masyarakat luas, agar tidak berbaur dengan imigran.

“Jelaskan juga sampai berapa lama mereka para imigran ini di Kota Pekanbaru,” pungkasnya. (antiliberalnews)

Miris, Bocah Suriah yang Terbakar oleh Bom ini Diobati dengan Lumpur

Seorang anak yang menderita luka bakar akibat bom napalm dan diobati dengan lumpur oleh petugas medis [Homs Media Centre]
Syiahindonesia.com - Sebuah film memperlihatkan seorang bayi Suriah yang terluka parah oleh bom pembakar atau bom napalm yang luka-lukanya sedang diobati dengan lumpur, sebagaimana dilansir Al Araby, Senin (29/8/2016).

Bayi itu bergetar kesakitan saat ia dipegang oleh seorang pria yang tanpa peralatan medis, melumuri luka bakarnya dengan lumpur.

Anak itu dilaporkan telah terluka oleh proyektil bom napalm di Homs, yang diyakini telah ditembakkan dari sebuah mortir.

“Setelah pengeboman oleh pesawat-pesawat tempur berhenti, mereka mulai menembakkkan napalm,” kata dokter, menurut al-Jazeera. “Beberapa pasien mengalami luka bakar.”

Anak itu kesakitan saat perban dibuka dan lumpur dilumuri ke luka bakar dalam upaya untuk mengurangi rasa sakit.

Hamzah, seorang anak berusia empat tahun, dan Ayah, bayi berusia tujuh bulan, juga terbakar hingga tewas dalam serangan itu, sumber-sumber lokal mengatakan kepada al-Jazeera.

Rusia dan rezim Suriah telah dituding menggunakan bom pembakar di daerah sipil.

Human Rights Watch mengatakan bahwa rekaman dari Suriah telah menunjukkan bahwa Rusia dan rezim Asad menggunakan senjata seperti napalm di daerah oposisi.

Kelompok ini mendokumentasikan 18 kasus serangan seperti di Aleppo dan Idlib antara 5 Juni dan 10 Agustus dan mencatat bahwa penggunaan bom pembakar oleh Rusia dan rezim Asad meningkat.

“Pemerintah Suriah dan Rusia harus segera berhenti menyerang daerah-daerah sipil dengan senjata pembakar,” kata Steve Goose, direktur senjata di Human Rights Watch.

“Senjata-senjata ini menimbulkan cedera mengerikan dan sakit luar biasa, sehingga semua negara harus mengutuk penggunaannya di daerah sipil. (ameera/arrahmah.com)

Perang Sunni - Syiah Makin Serius, Iran Bentuk Pasukan Syiah untuk Gempur Negara Arab

illustrasi, milisi Syiah Hizbullah
Syiahindonesia.com - Jenderal Muhammad Ali Falky, salah satu komandan tinggi Garda Revolusi Iran, baru-baru ini mengatakan bahwa negaranya tengah membentuk pasukan yang diberi nama “Pasukan Pembebasan Syiah”. Sebelumnya halaman yang dikenal dekat dengan lingkaran Garda Revolusi Iran mengatakan pasukan itu bernama “Pasukan Pembebasan”.

Falky menambahkan dalam wawancara dengan media Iran Masyriq, seperti dinukil Al-Jazeera, Jumat (19/08), pasukan ini dibentuk untuk bertempur di tiga front, yaitu Suriah, Irak dan Yaman. Satuan pasukan khusus Garda Revolusi Iran Faliq Al-Quds pimpinan Qasim Sulaimani membimbing pasukan baru ini.

Pasukan ini, lanjutnya, dibentuk dari komposisi pasukan setempat. “Tentara Iran tidak terlibat dalam konflik di luar perbatasan”.

Perlu dicatat, Falky dikenal jenderal Iran yang jarang berbicara di depan publik. Namun kali ini dia mengumumkan pembentukan pasukan baru Syiah itu.

Pasukan Pembebasan Syiah ini nantinya bertempur dengan milisi-milisi Syiah asal Iran, Irak, Suriah, Lebanon, Afghanistan dan Yaman. Mereka bertempur dengan seragam yang sama dan satu komando.

Beberapa waktu lalu, Panglima Garda Revolusi Iran Muhammad Jakfari mengaku terdapat dua ratus ribu militan dari luar Iran yang berafiliasi dengan Garda Revolusi. Paling tersohor adalah milisi Fathimiyun yang mayoritas pasukannya pengungsi Afghanistan dan Milisi Zainibiyun serta Hizbullah Lebanon.

Sementara di Irak, lebih banyak lagi milisi yang didukung Iran. Mereka seolah membuat pemerintahan sendiri di dalam negara. (kiblat)