Syiah Indonesia

Syiah Indonesia

Syubhat Dan Bantahan

Data & Fakta

Hakikat Syiah

Kajian Utama

Dokumen Rahasia

Tanya Jawab

IJABI Datangkan Ulama Syiah Iran Di Masjid Raya Makassar

Untuk menarik simpati Muslimin Makassar, IJABI kembali mendatangkan seorang ulama aliran sesat Syiah dari Iran ke kota ini, kemarin, selasa, 22/7.

Jika ramadhan tahun lalu ulama mereka menggelar seminar al-Qur’an di Gedung Graha Pena, kantor Harian Fajar di Jl. Urip Sumoharjo, maka tahun ini ulamanya dibawa bertandang ke redaksi Tribun Timur dan juga Masjid Raya Makassar.

Di Masjid Raya, Hujjatulislam Dr. Abul Hasan Ahmadi Shahrokhti disambut oleh ketua MUI Makassar, Dr. Mustamin Arsyad, Lc., MA.
Dalam sambutannya di hadapan jamaah masjid Raya, Ketua MUI ini mengatakan, “Beliau ini adalah tamu saya. Tamu Majelis Ulama Indonesia Makassar. Beliau ini orang yang memiliki kapabilitas. Diakui oleh para ulama di Iran.”

Tema yang dibawakan dalam ceramah tarwihnya berkaitan dengan al-Qur’an dan Palestina. Bisa jadi ini salah satu trik Syiah untuk mengambil hati kaum muslimin dengan mengangkat tema solidaritas untuk Palestina. Hal ini karena fakta yang ada dilapangan, justru ormas Syiah yang ada di wilayah itu pro Yahudi Israel untuk kemudian membantu dalam menyingkirkan kaum muslimin di Palestina, Hizbullah misalnya.

Terlebih lagi tema tentang al-Quran. Betapa Syiah mengklaim al-Quran yang ada sekarang telah mengalami distorsi, sehingga keontetikannya perlu dipertanyakan lantaran yang membukukan al-Quran adalah para sahabat yang mereka klaim sebagai orang-orang yang "murtad".

Apakah ini taqiyah? Bisa jadi! Karena bagi syiah, menyembunyikan agama dan doktrin bagi mereka adalah masuk dari bagian aqidah.

Berikut beberapa ceramah yang sejatinya bertentangan dengan keyakinan mereka sendiri:
“Seandainya negara-negara arab mengembargo minyaknya kepada Israel, namun disayangkan tidak hanya (tidak mau) mengembargo, bahkan memusuhi gerakan-gerakan perlawanan kepada Israel. Siapa yang mempersenjatai Hizbullah Lebanon.  Siapa yang melemahkan Negara Suriah yang merupakan Negara yang terdepan melawan Israel. Siapa yang melemahkan mereka. Sebagian Negara-negara arab mempersenjatai kelompok-kelompok extrem, memberikan dana besar-besaran kepada mereka untuk melemahkan bangsa yang terdepan melawan Israel.” Ujarnya dengan semangat.

“Islam yang mengajarkan untuk membunuh saudara muslimnya, itu bukan Islam. Ini sebenarnya konspirasi barat untuk memusuhi Islam yang ingin menghadap-hadapkan, mengkonfrontasikan sesama muslim. Memperbesar perbedaan antara sunni dan syiah, untuk mereka ambil manfaat dari pertempuran dan pertikaian tersebut.” Lanjut ulama muda negara Syiah iran ini.

“Hari jumat yang akan kita hadapi ini, sebagai hari jumat terakhir bulan ramadhan. Imam Khomeini mendeklarasikannya sebagai hari Quds sedunia. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada setiap jamaah yang memberikan kehormatan ini, terkhusus kepada Dr. Mustamin Arsyad, Lc,. MA., untuk dapat menyampaikan pesan-pesan al-Qur’an kepada saudara-saudara saya di Makassar di Masjid Raya kota ini. HIduplah Islam. Hiduplah islam. Hiduplah Negara-negara Islam. Hiduplah bangsa yang tertindas Palestina. Hiduplah Negara Islam Iran.” Ahmad Shahrokhti menutup ceramahnya.
(Nisyi/lppimakassar.com/SyiahIndonesia.com)

Waspadalah! Syiah sebar doktrin sesat melalui media TV


Satu persatu stasiun TV sekuler dan Syiah menghinakan Islam. Beberapa hari lalu, syiah melalui TV one mencoba mencari perhatian umat islam dengan tayangan yang secara tidak langsung mengandung kontrofersi.
Dalam sebuah tayangan bertemakan “Air Mata Palestina”, diperlihatkan gambar anak-anak sebagai korban korban kejahatan Israel yang sejatinya adalah bocah-bocah Syiah. Hal ini disinalir dari ikat kepala yang dipakai anak-anak tersebut dengan tulisan al Husein.

Ada apa? Kenapa yang terlihat justru anak-anak Syiah yang harusnya mereka jadi anak angkat orang-orang yahudi Israel? Ya, tentu ini adalah makar dari orang-orang syiah agar mata kaum muslimin tertipu oleh muslihat yang sering mereka gunakan untuk menyebarkan doktrin-doktrin sesat mereka.
Acara tersebut menghadirkan Joserizal Merc sebagai narasumber. Padahal, ia adalah salah seorang yang terindikasi sebagai seorang syiah lantaran pernah menyatakan pembelaannya terhadap basyar Asad selaku diktator Suriah yang telah membantai Ahlus Sunnah di negeri tersebut.
Tak hanya TV One saja, Metro TV pun juga patut di waspadai
Nampaknya Syiah punya strategi menyebarkan agama mereka melalui media-media TV Nasional. Kali ini Metro TV bersama tokoh Syiah Indonesia Quraish Shihab menghinakan kemuliaan Nabiyullah Muhammad Shalallahu alaihi wasallam.
Dalam acara "Tafsir Al-Misbah", Quraish Shihab memberikan statement bahwa Nabi Muhammad tidak dapat jaminan surga. Hal ini tentu salah kaprah dalam akidah, dan bertolak belakang dengan pemahaman salafus sholeh Ahlus Sunnah wal Jama’ah.
Terbukti sudah dukungan Quraish Shihab terhadap Aqidah Syiah yang mengatakan "Jibril alaihissalam salah mengirim wahyu kepada Muhammad, yang mana sharusnya dikirim kepada Ali radiyallahu anhu".
Berikut tayangannya pada menit 19:55 !

Spontan statemen ini mendapat tanggapan dari para du’at, beberapa diantaranya seperti Ust. Anung Al Hamat, Direktur Forum Studi Sekte-sekte Islam (FS3I) yang menyatakan kekeliruan Quraish Shihab dalam membawakan sebuah dalil.
“Dalam mengomentari ayat dan hadits tersebut, Imam Nawawi menyatakan: “Bahwa seseorang masuk surga adalah dikarenakan amal-amalnya kemudian taufiq, hidayah, keikhlasan dan diterimanya adalah atas rahmat Allah. Ulama lain menyatakan bahwa surga itu bertingkat-tingkat. Dan tingkatan surga itu tergantung banyak sedikitnya amal shalih seseorang. Imam Nawawi sendiri menyatakan bahwa faktor yg memasukan seseorang ke surga itu adalah amalan shalih dan amalan shalih itu adalah bagian dari rahmat Allah SWT,” tutur kandidat doktor di bidang pendidikan Islam ini kepada Kiblat.net, Senin, (14/07) malam.
“Jadi saya simpulkan hadits tersebut jangan disalahpahami sebagaimana kalangan Murjiah yang menyatakan amal tidak penting, karena nanti yang memasukkan ke surga adalah rahmat Allah. Justru kita katakan bahwa amal itu merupakan salah satu faktor yang bisa mendatangkan rahmat Allah,” ungkap beliau.
Sedikit demi sedikit Syiah mulai menunjukkan wujud aslinya, menyusupkan doktrin-doktrin sesatnya melalui media kepada masyarakat luas. Layaknya bagi kaum muslimin untuk serius dalam memahami kesesatan-kesesatan aliran yang disepakati sebagai salah satu aliran sesat oleh para ulama dunia dan ormas-ormas Islam di Indonesia, agar kita bisa memfilter berita-berita ataupun tontonan-tontonan di televisi yang sekarang dijadikan alat untuk menyebarkan propaganda oleh kaum sesat Syiah. (Nisyi/Syiahindonesia.com)

Gaza Bergejolak, Syiah Ambil Keuntungan


Jalur Gaza kembali membara. Tahukah Anda mengapa Zionis Israel kembali menbantai Muslimin Palestine di Ramadhan ini? Yahudi Israel ingin mengesankan bahwa saudara kandungnya-lah yang paling peduli akan penderitaan muslimin di Gaza.
Lantas siapa saudara kandung Yahudi? Yaa tepat, SYIAH jawabnya.
Sudah menjadi jadwal rutin tahunan Syiah (khususnya di Indonesia), untuk melakukan solidaritas besar2an untuk Muslimin Palestine di setiap jumat terakhir di Bulan Ramadhan. Perlu kita ketahui, tujuan utama Syiah bukanlah ikhlas membantu Muslimin Gaza, melainkan hanya untuk menggaet muslimin Indonesia agar salut akan kepedulian Syiah kepada Muslimin Gaza dan menganggap Syiah tidaklah sesat.
Voice of Palestine adalah organisasi milik Syiah di Indonesia yang paling vokal menyuarakan solidaritas untuk palestine. Setiap Jumat terakhir pada Bulan Ramadhan mereka selalu berorasi besar2an dengan tema solidaritas untuk Muslimin Gaza. Mujtahid Hashem adalah Direktur organisasi tersebut.
Mirisnya, alumni SMA Al Islam Surakarta ini besar dan berkembang dengan ajaran Syiah bersama Syiah Solo yang lantas terbang ke Qum-Iran untuk menyempurnakan pemahaman Syiahnya.
Siapa Syiah Solo? Tentu kita semua mengetahuinya.
Bisa Anda buktikan sendiri dari fakta-fakta yang ada sebagai berikut:
1. Orasi Mujatahid Hashem untuk Palestine pada tahun 2010 dengan menyanjung2 Khomeini di tengah orasi (sangat aneh). http://m.youtube.com/watch?v=Ls8hJ6ItAW8
2. Pamflet kegiatan VOP bersolidaritas untuk Palestine pada setiap Jumat terakhir di Bulan Ramadhan. (Perhatikan gambar)
3. VOP bersama Jose Rizal Mer-C masuk ke Gaza bersama Garda Revolusi Iran pada tahun 2010. http://m.voa-islam.com//news/suaraislam/2010/06/08/6919/merc-tembus-gaza-bersama-garda-revolusi-%20iran/
4. Syiah Indonesia lagi2 bersama Mujtahid Hashem dengan VOP nya seakan2 peduli dengan Muslimin Gaza melalui website resmi Syiah Indonesia.
5. Status FB terakhir Direktur VOP mengajak umat Islam bergabung bersama Syiah dalam bersolidaritas untuk Muslimin Gaza (lihat gambar)
#PerselingkuhanYahudiDanSyiah
SEBARKAN!!! ORANG-ORANG TERDEKATMU HARUS TAHU SANDIWARA SYIAH INDONESIA!!!

Oleh Ust. Syarif Baraja

(Syiahindonesia.com/lppimakassar.com)

Penghinaan, Syiah Tato Nama Sahabat Nabi di Telapak Kaki Mayat

Innalillah, Perang yang sedang berlaku di Syria adalah bukti permusuhan terbuka pengikut Syi’ah tehadap umat Islam.
Sebagaimana dilansir akun Facebook Indonesia Menolak syiah, pengikut Syi’ah terang-terangan membenci sahabat-sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khoththob dan Utsman bin ‘Affan Radhiallahu’anhum juga tidak pernah mereka sembunyikan.
Sungguh sangat biadab ternyata pengikut Syi’ah ini didapati menulis nama-nama sahabat nabi ini di telapak kakinya sebagai simbol kebencian dan penghinaan mereka (Syi’ah laknatulloh).
Bersama coretan nama-nama insan yang sudah dijanjikan syurga oleh Allah Taala ini, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wasallam sendiri sangat mencintai ketiga sahabatnya tersebut.
Ayo, mari kita bersatu..kuatkan iman..tingkatkan takwa..buka mata kita..kita bangunkan saudara-saudara kita yg belum mengerti tentang bahayanya Syi’ah…!!
Semoga Allah memberi petunjuk kepada mereka yang tertipu mengikuti faham syi’ah yang terang-terangan sudah terkeluar dari ajaran Islam
Wasiat Khomeini: Teruskan Memerangi Negara Islam Sampai Mereka Menjadi Negara Syiah!!
Ini cover majalah dustur yg terbit dari lebanon, edisi 297, 21 Syawal 1403 bertepatan dengan 1 Agustus 1983, pada halaman 16-18. Isinya:
Ini wasiatku:
1. Ketika perang dengan irak telah selesai maka kita wajib memulai perang dengan negara lainnya.
2. Saya mengimpikan bendera kita berkibar di amman, riyadh, damaskus, kairo dan kuwait.
Apakah anda sadar wahai ahlussunnah??!
Betapa sesatnya dan bahayanya ajaran syi’ah ini, merupakan bukti nyata syi’ah bukanlah bagian dari Islam.
(Nisyi/voa-islam.com/Syiahindonesia.com)

Tak Ingin Dianggap Syiah, Unsyiah Ganti Nama


Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) akan berganti nama untuk menghilangkan anggapan dunia internasional yang mengindentikan kampus Jantong Hatee Rakyat Aceh ini dengan aliran  aliran Syi’ah.

Guna memuluskan langkah itu, Unsyiah akan menggelar diskusi publik untuk mendengar pendapat berbagai pihak atas wacana pergantian nama universitas tersebut.

Acara diskusi publik ini akan dilangsungkan Rabu (2/6) di Gedung AAC Dayan Dawood, Unsyiah.

Para peserta diskusi yang diundang untuk hadir dalam acara penting ini adalah para pejabat Muspida Provinsi Aceh, para alumni Unsyiah, para pemangku kepentingan, serta seluruh civitas akademika Unsyiah. Forum diskusi ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi tentang perlu tidaknya Unsyiah melakukan penggantian nama.

Wacana penggantian nama universitas tertua di Aceh ini terungkap dalam pidato Rektor Unsyiah, Prof Dr Ir Syamsul Rizal MEng, saat melantik pengurus Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unsyiah periode 2014-2016, di Banda Aceh, Rabu (25/6).

Sebelumnya, wacana tersebut disuarakan oleh beberapa pihak dalam berbagai diskusi, baik di dunia maya maupun dalam diskusi langsung. Unsyiah menerima beberapa laporan dari masyarakat bahwa nama Unsyiah di luar Aceh dan bahkan di luar negeri kadang diidentikan dengan aliran Syi’ah, yaitu salah satu aliran Islam yang tidak begitu diterima di Indonesia.

Nama “Universitas Syiah Kuala” diambil dari nama salah satu ulama besar Aceh zaman dulu, yaitu Syech Abdurrauf As-Singkili, atau juga dikenal dengan nama Teungku Syiah Kuala. Nama perguruan tinggi ini secara resmi tertabalkan sejak awal dengan kata “Syiah Kuala”, yaitu sejak tanggal 2 September 1959, lansir jpnn.mobile (Sel, 1/6/2014).

Prof. Samsul juga mengundang secara terbuka semua pihak yang tertarik untuk mengikuti acara diskusi publik ini.

“Acara ini akan sangat penting, dan akan menjadi salah satu referensi yang kemudian akan dikaji lebih lanjut untuk mempertimbangkan perlu tidaknya nama Unsyiah diganti,” kata Samsul.

Sejauh ini, di media sosial berkembang diskusi antarsesama alumni Unsyiah yang mengarah kepada ketidaksetujuan mereka untuk penggantian nama Unsyiah.

Sebagian besar mereka berpendapat bahwa Unsyiah hanya perlu melakukan sosialisasi yang lebih intensif ke pihak luar untuk memberi pemahaman bahwa nama tersebut tidak terhubung dengan aliran Syi’ah. Salah seorang dosen Unsyiah yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa kata “Syiah” sebenarnya adalah jamak dari kata “Syech”.

Pemberian gelar “Syiah” tersebut hanya diberikan kepada mereka yang dianggap memiliki derajat keilmuan lebih tinggi dibandingkan Syech, yaitu seperti Syiah Kuala. (Nisyi/Syiahindonesia.com)