Slider

Syiah Indonesia

Events

Data dan Fakta

Hakikat Syiah

Kajian Utama

Dokument Rahasia

Syubhat dan Bantahan

Perang Sunni - Syiah Makin Serius, Iran Bentuk Pasukan Syiah untuk Gempur Negara Arab

illustrasi, milisi Syiah Hizbullah
Syiahindonesia.com - Jenderal Muhammad Ali Falky, salah satu komandan tinggi Garda Revolusi Iran, baru-baru ini mengatakan bahwa negaranya tengah membentuk pasukan yang diberi nama “Pasukan Pembebasan Syiah”. Sebelumnya halaman yang dikenal dekat dengan lingkaran Garda Revolusi Iran mengatakan pasukan itu bernama “Pasukan Pembebasan”.

Falky menambahkan dalam wawancara dengan media Iran Masyriq, seperti dinukil Al-Jazeera, Jumat (19/08), pasukan ini dibentuk untuk bertempur di tiga front, yaitu Suriah, Irak dan Yaman. Satuan pasukan khusus Garda Revolusi Iran Faliq Al-Quds pimpinan Qasim Sulaimani membimbing pasukan baru ini.

Pasukan ini, lanjutnya, dibentuk dari komposisi pasukan setempat. “Tentara Iran tidak terlibat dalam konflik di luar perbatasan”.

Perlu dicatat, Falky dikenal jenderal Iran yang jarang berbicara di depan publik. Namun kali ini dia mengumumkan pembentukan pasukan baru Syiah itu.

Pasukan Pembebasan Syiah ini nantinya bertempur dengan milisi-milisi Syiah asal Iran, Irak, Suriah, Lebanon, Afghanistan dan Yaman. Mereka bertempur dengan seragam yang sama dan satu komando.

Beberapa waktu lalu, Panglima Garda Revolusi Iran Muhammad Jakfari mengaku terdapat dua ratus ribu militan dari luar Iran yang berafiliasi dengan Garda Revolusi. Paling tersohor adalah milisi Fathimiyun yang mayoritas pasukannya pengungsi Afghanistan dan Milisi Zainibiyun serta Hizbullah Lebanon.

Sementara di Irak, lebih banyak lagi milisi yang didukung Iran. Mereka seolah membuat pemerintahan sendiri di dalam negara. (kiblat)

Sekumpulan Milisi Syiah di Aleppo Tewas Dihantam Rudal Oposisi

foto by: kiblat
Syiahindonesia.com - Meski intensitas pertempuran dikabarkan memudar, pejuang oposisi masih terus memberi tekanan kepada Rezim Suriah dan para sekutunya.

Sebagaimana dikutip Arabi21, Jum’at (26/08), baru-baru ini pejuang oposisi Jabhah Syamiyah merilis video serangan rudal yang menargetkan sekelompok milisi Syiah pendukung Bashar Assad di sekolah penerbangan di Aleppo.

Video yang akhirnya diblokir itu menunjukkan rudal Vaguc yang ditembakkan oposisi mengarah ke dalam sekolah dan menewaskan beberapa milisi Syiah. Dalam beberapa hari terakhir, Rezim telah kehilangan puluhan pasukannya di sekolah itu. Dalam hal ini, serangan pejuang oposisi masih sulit terbendung.
Rudal Vaguc buatan Rusia

Pejuang oposisi kerap menggunakan rudal Vaguc untuk membuka serangan ke daerah yang akan dibebaskan. Rudal buatan Rusia ini didapatkan dari hasil rampasan perang. Sebagaimana diketahui, hubungan Rezim Suriah dan Rusia telah terjalin akhir tahun lalu, dimana koordinasi serangan terus dilakukan, termasuk dalam hal bantuan persenjataan. (kiblat)

Pesawat Rusia Serang Muslim Suriah dari Iran

illustrasi
Syiahindonesia.com - Kementerian pertahanan Rusia menyatakan pesawat perangnya di Iran menyerang sejumlah sasaran di Suriah.

Pesawat pembom jarak jauh Tupolev-22M3 dan pembom Sukhoi-34 terbang dari markas udara Iran di Hamadan untuk menyerang kelompok jihadis, lansir bbc (16/8/16).

Ini bukan pertama kalinya Rusia menyerang sasaran di wilayah Suriah dari Iran sejak dilakukannya pemboman untuk mendukung Presiden Suriah, Bashar al-Assad pada bulan September 2015.

Saluran televisi Rossiya 24 yang didukung Rusia pada hari Selasa menyiarkan foto tiga pesawat pembom dan pesawat angkat militer Rusia di Iran.

Markas udara Iran di dekat Hamadan berada di bagian timur laut negara itu dan pembom Rusia harus terbang di atas Irak untuk menyerang Mujahidin Suriah. (nisyi/syiahindonesia.com)

Ketua DSKS: Pemda yang Terbitkan KTP Imigran Syiah, Penghianat Bangsa

Ketua Dewan Syari’ah Kota Surakarta (DSKS), Dr. Muinudinillah Basri, MA
Syiahindonesia.com - Ketua Dewan Syari’ah Kota Surakarta (DSKS), Dr. Muinudinillah Basri, MA menilai bukti nasionalisme kebangsaan Indonesia lemah. Sebab memberikan KTP seenaknya.

“Kurang ajar! Itu namanya konspirasi penghianatan,” tegasnya kepada Panjimas pada Kamis (25/08), menanggapi Kepemilikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) para Imigran Syiah Iran di Riau maupun Pekanbaru.

Muin menilai, orang Pemerintah ini penghianat bangsa, dengan memberikan KTP seenaknya. Dirinya berargumen jika seandainya menjadi pemimpin bangsa, ia sudah memvonis mereka yang terlibat sebagai konspirasi penghianat Negara.

Dia meyakini jika Syiah mempunyai agenda revolusi terhadap Indonesia. Untuk itu, isu ini harus menjadi isu Nasional.

“Ini konspirasi terhadap Negara, bisa masuk delik, sanksinya ya makar terhadap Negara ini. Ini berat ini,” cetusnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa Mulyadi Anwar, anggota DPRD Kota Pekanbaru mempertanyakan kepemilikan KTP kota Pekanbaru atas  WNA asal Iran. Politikus PKS itu, menyebut keberadaan imigran asal Iran dikhawatirkan menyebarkan ajaran Syiah pada warga Pekanbaru. (SY)

Sejak Juni 2016, 700 Warga Sunni Irak Jadi Korban Kekejaman Milisi Syiah

Syiahindonesaia.com - Sebanyak 700 lelaki dan anak-anak Sunni dinyatakan hilang pada Juni lalu.

Al Jazeera melaporkan Rabu (24/8/2016), dugaan menyebutkan mereka menjadi korban milisi Syiah. Sejumlah laporan mengungkapkan bahwa milisi Syiah itu, tidak menarik diri dari Fallujah seperti yang direncanakan. Mereka malah ikut melakukan perampokan dan pembalasan terhadap kaum Sunni.

foto by: gensyiah

Sebuah laporan menunjukkan, pejuang milisi Syiah itu membunuh sedikitnya 66 lelaki Sunni, dan menyiksa sedikit 1.500 orang lainnya yang meninggalkan Fallujah. Belum bisa dipastikan kebenaran laporan tersebut, namun laporan itu hasil wawancara dari 20 saksi hidup, sejumlah kepala suku, politikus Irak dan diplomat Barat.

Para saksi mata bahkan menuturkan banyak lelaki Sunni ditembak mati, dipukuli dengan selang pemadam kebakaran dan banyak di antaranya dipenggal kepalanya. Hampir seluruh cerita itu sesuai dengan hasil investigasi seorang pejabat lokal Irak dan pengakuan lewat video serta foto-foto saksi hidup yang selamat, lansir dunia.inilah ((25/8/16).

Juni lalu, Sohaib al-Rawi, Gubernur Provinsi Anbar menjelaskan kepada Dutabesar AS Stuart E. Jones, bahwa ratusan tawanan yang ditangkap milisi Syiah dinyatakan hilang dari Fallujah. Sejumlah pejabat PBB menemukan bukti kuat bahwa ratusan remaja dan lelaki mengalami penyiksaan. Korban yang hilang lebih dari 700 orang. (nisyi/syiahindonesia.com)