Slide

Syiah Indonesia

Events

Data & Fakta

Hakikat Syiah

Kajian Utama

Dokumen Rahasia

Syubhat dan Bantahan

Hadirilah Kajian Islam "Meluruskan Distorsi Sejarah Dari Para Penghina Sahabat Nabi"

Hadirilah kajian islam

Meluruskan Distorsi Sejarah Dari Para Penghina Sahabat Nabi

Bersama:
Ust. Farid Ahmad Okbah, M.A
(Inisiator MIUMI & Direktur Islamic Center Al Islam Bekasi)

Hari/tgl: Senin/ 16 Dzulqa'dah 1436H/ 31 Agustus 2015
Waktu: 13.15-15.30 (Ba'da Dzuhur )
Tempat: Masjid Kampus Unhas, Tamalanrea Mks

Organized by:
LIDMI bekerjsama dgn LDK MPM UH

Gratis, Bantu Sebarkan


Duduki Kantor-Kantor Lembaga Amal, Syiah Houthi Persulit Bantuan Kemanusiaan

Syiahindonesia.com - Pemberontak Syiah Houthi kembali melakukan aksi kriminal. Mereka menduduki berbagai kantor lembaga amal Yaman dan mempersulit distribusi bantuan kemanusiaan.

“Milisi Houthi telah menduduki markas WAMY dan organisasi amal lainnya di ibukota Yaman,” Saleh Al-Wohaibi, Sekjen WAMY, mengatakan kepada Arab News, Kamis.

Dia mengatakan bahwa semua anggota staf WAMY di Sanaa telah kembali ke Arab Saudi karena kantor mereka direbut. “Kami memiliki satu asrama penuh anak yatim di bawah perawatan kami, yang juga diusir dari rumah,” katanya.

“Tindakan tidak manusiawi, dan kejahatan pemberontak Houthi harus segera ditanggulangi,” katanya, sangat diharapkan PBB menggunakan kekuasaan mereka untuk menghukum para pemberontak.
Al-Wohaibi mengatakan seluruh dunia menyeru PBB di Hari Kemanusiaan Dunia, sudah waktunya bagi setiap orang untuk melawan kekejaman terhadap orang yang tidak bersalah di manapun.

“Selain mengutuk tindakan kriminal terhadap kemanusiaan, saya mendesak para pekerja sosial yang terlibat dalam melayani masyarakat untuk tidak dihalangi jalannya dan memberikan sanksi untuk tindak pidana pemberontak Houthi.”

Dengan bantuan beberapa organisasi bantuan internasional, WAMY menyalurkan sekitar 50.000 paket makanan selama empat bulan terakhir untuk orang-orang miskin di Yaman.
Menurut Al-Wohaibi, WAMY mendistribusikan makanan di Al-Jund dan Al-Hudaida, wilayah miskin di Yaman. Bantuan termasuk sejumlah besar obat-obatan, yang akan memberi manfaat lebih dari 250.000 warga Yaman yang membutuhkan.

Setiap paket senilai $ 100 berisi 10 kg beras, 10 kg gula, 20 kg tepung, 2 liter minyak, dan produk makanan seperti pasta dan saus, yang didanai oleh pengusaha dari Arab Saudi dan Yaman. Dia juga mengatakan the King Salman Center for Relief and Humanitarian Works berkomitmen untuk membantu orang miskin di seluruh dunia. (antiliberalnews.com/syiahindonesia.com)

Hadirilah! Dauroh dan Sosialisasi Aliansi Nasional Anti Syiah di Banten

FS3I & DKM AT TAUBAH ADAKAN DAUROH & SOSIALISASI

Forum Study Sekte-Sekte Islam (FS3I) dan DKM At Taubah Serang Banten yang didukung Forum Silaturahim Pondok Pesantren (FSPP) & Komponen Ahlusunnah wal Jamaah (NU, Muhammadiyah, Persis dll) mengadakan Dauroh & Sosialisasi Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) yang akan diselenggarakan pada :

Hari / Tanggal    : Ahad, 30 Agustus 2015.

Waktu               : Pukul 08.30-11.45 WIB.

Tempat             : Masjid At Taubah, Kp. Kemang Serang Banten.

Pembicara         :

    K.H. Athian Ali M. Da’i, Lc. MA (Ketua ANNAS Pusat)
    Ust. Rizal Fadillah, SH (Dewan Pakar ANNAS Pusat)
    K.H. Tubagus Fathul Adzim Chatib (Tokoh Masyarakat Banten)

Panitia mengundang kaum Muslimin untuk menghadirinya.

Bandung, 25Agustus 2015

 Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS),

 TTD

 Tardjono Abu Muas

Sekretaris


Ternyata Syiah Sudah Sampai di Sorong, Papua Barat

Syiahindonesia.com - Kami merupakan pendatang baru di Kota Sorong, Papua Barat. Saya ditugaskan oleh kantor untuk bertugas di kota minyak ini. Saat ini kami tinggal di kontrakan di salah satu pemukiman di sorong, tepatnya di Komplek BTN, Kilo 9,5.

Di komplek ini, ada tempat belajar Al-Quran bernama TPA Al-Mahdy. Saya agak ragu untuk memasukan anak kami di TPA dengan nama Imam yg ditunggu2 kedatangannya baik kalangan Ahlussunnah maupun Syiah. Ini bukan berarti kami tidak mengimani Imam Akhir Zaman yang dikhabarkan oleh Rasulullah, melainkan karena kekhawatiran kami TPA tsb terindikasi Syiah yang selalu mengelu2kan kedatangan Imam Mahdi.

Namun, karena tidak ada TPA yg dekat dr tempat tinggal terpaksa kami mendaftarkan anak kami di TPA tsb. Pada saat registrasi, istri saya yg mengantar anak saya membayar uang administrasi sebesar Rp 50.000′-. Lalu dari uang pendaftaran itu anak kami diberikan baju koko sebagai seragam yg kami perkirakan harganya di atas 100rb.. apalagi di Sorong ini semuanya serba mahal. Pas pulang kerja saya tanyakan ke istri “kok bisa dapat baju yg harganya lebih mahal drpd uang pendaftaran”. hal ini menambah kecurigaan saya.

Besoknya, istri yg mengantarkan anak mengaji melihat kaligrafi yg tidak umum. Diam2 istri memoto kaligrafi tersebut dan mengirim gambarnya melalui bbm ke saya. Ternyata, kaligrafi tersebut bertuliskan Ali dan Fathimah Radhiallahu ‘anhuma. Di sisi kiri dan kanannya ada nama2 imam 12 syiah. Di bawahnya bertuliskan hadits tentang 2 pusaka peninggalan Nabi, yakni Kitabullah dan Ahlibait. Di Bawahnya lagi ada penjelasan tentang 12 iman yg merupakan KHALIFAH dari keturunan Bani Hasyim atau Quraisy.

Kami tambah yakin bahwa TPA tersebut milik orang Syiah. Ditambah lagi bayi pemilik TPA tersebut dinamakan Husen dan sepupunya bernama Salman. (Lagi2 bukan berarti kami antipati terhadap cucu Nabi yg bernama Husen dan Sahabat Nabi yg bernama Salman). Saya minta ke istri agar menanyakan ke pengajar (adik pemilik TPA) apakah benar TPA ini milik Syiah.

Pengajar perempuan itu langsung kaget dan kikuk karena taqiyahnya terbongkar. Dia bilang pengajian ini sama seperti umumnya. Tapi istri menegaskan kembali kalau yg ditanyakannya adalah pemilik TPA tsb Syiah atau bukan.. pengajar tersebut keceplosan dan bilang “Sepertinya (syiah)” dg posisi kepala tertunduk.

Akhirnya kami menarik anak kami untuk tidak mengaji di TPA tsb. Namun, yg kami khawatirkan adalah nasib anak2 lain yg jumlahnya hingga mencapai 50 orang akan didoktrin ajaran Syiah sedikit demi sedikit dan ditanamkan kebencian kepada para Sahabat dan Istri Nabi, serta diajarkan laknat dan makian kepada manusia2 mulia tsb.

Kami mohon masukannya, dikarenakan kami masih baru di sini agar generasi kita tidak tersesat ke dalamnya. (gensyiah.com/syiahindonesia.com)

Sumber akun fb : Uswah


Syi’ah Tega Mencela Sahabat

Jalaludin Rahmat, tokoh Syiah di Indonesia
Syiahindonesia.com - Saudaraku … Janganlah kita mencela para sahabat sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang Rafidhah (Syi’ah). Hendaklah kita mencintai mereka sebagaimana yang dikatakan oleh Ath Thohawiy,

Kami mencintai para sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam, namun tidak berlebihan dalam mencintai salah seorang di antara mereka. Kami juga tidak bersikap meremehkan seorang pun di antara mereka. Kami membenci siapa saja yang membenci mereka dan siapa saja yang menyebutkan mereka dengan kejelekan. Kami pun hanya menyebut mereka dalam kebaikan. Mencintai mereka adalah merupakan bagian dari ad-dien (agama), keimanan, dan ihsan. Sedangkan membenci mereka adalah suatu kekufuran, kemunafikan, dan melampaui batas.

Lihatlah perbuatan orang Syi’ah yang begitu menjijikkan. Mereka sampai menyebut Abu Bakar dan Umar -kholifah pertama dan kedua umat ini- dengan Al Jibtu dan Ath Thogut (nama berhala). Bahkan hal ini mereka sebut dalam do’a-do’a mereka. Bunyi do’a mereka adalah

“Ya Allah limpahkanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, dan kutuklah dua berhala, dua sesembahan, dua tukang sihir Quraisy, dan kedua anak wanita mereka berdua …”.

Yang mereka maksud dengan dua berhala adalah Abu Bakar dan Umar. Sedangkan yang dimaksud dengan kedua anak wanita adalah Ummul Mukminin ‘Aisyah dan Ummul Mukminin Hafshoh. Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang kita untuk mencela para sahabat. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَسُبُّوا أَصْحَابِى ، فَلَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلاَ نَصِيفَهُ

“Janganlah mencela sahabatku. Seandainya salah seorang di antara kalian menginfakkan emas seberat gunung Uhud, maka sungguh kalian tidak akan menyamai infak mereka sebesar satu mud (seukuran dua telapak tangan) bahkan tidak akan menyamai separuhnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Abu Bakar dan Umar termasuk di antara 10 orang yang dijamin masuk surga. Lalu kenapa orang Syi’ah yang belum tentu masuk surga mencela mereka? Perhatikanlah sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap mereka berdua,

أَبُو بَكْرٍ فِى الْجَنَّةِ وَعُمَرُ فِى الْجَنَّةِ

… “Abu Bakar di surga, Umar di surga, …” (HR. Abu Daud no. 4649. Hadits dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih no. 6109)

Abu Zur’ah berkata,

“Apabila engkau melihat seseorang mencela salah seorang sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka ketahuilah dia adalah zindiq (munafik). Karena sesungguhnya ajaran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di sisi kita adalah benar, Al Qur’an adalah benar, dan yang menyampaikan Al Qur’an dan Sunnah kepada kita hanyalah para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka yang mencela tersebut sebenarnya ingin merusak kesaksian kita terhadap benarnya Al Qur’an dan As Sunnah. Celaan tersebut sebenarnya lebih pantas ditujukan pada orang yang mencela sahabat karena mereka adalah zindiq.” (Lihat Al Kifayaah fii Ma’rifati Ushuuli ‘Ilmi Riwayah, 1/115, no. 104, Asy Syamilah)

Seharusnya kita mendoakan para sahabat dengan do’a yang terdapat di dalam Al Qur’an,

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آَمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

“Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Hasyr [59] : 10)

Perkataan yang sangat indah dari Imam Malik rahimahullah tentang ayat yang mulia ini bahwa

sesungguhnya Rofidhoh (Syi’ah) yang sering mencela sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, orang semacam mereka tidak akan mendapatkan jatah fa’i sedikitpun karena mereka tidak mensifati para sahabat sebagaimana yang dipuji Allah dalam ayat ini.

Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan,

“Orang yang mengikuti para sahabat (dari kalangan Muhajirin dan Anshor) dengan baik (ihsan) adalah orang yang mengikuti kebaikan para sahabat, mensifati (menyebut) mereka dalam kebaikan, dan mendo’akan mereka secara lirih maupun terang-terangan. Perkataan yang sangat indah pula dari Imam Malik rahimahullah tentang ayat yang mulia ini bahwa sesungguhnya Rofidhoh (Syi’ah) yang sering mencela sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, orang semacam mereka tidak akan mendapatkan jatah fa’i sedikitpun karena mereka tidak mensifati para sahabat sebagaimana yang dipuji Allah dalam ayat ini. (Lihat Shohih Tafsir Ibnu Katsir, 4/413, Dar Ibnu Rojab dan Darul Fawa’id)

Alhamdulillahilladzi bi nimatihi tatimmush sholihat. Wa shallallahu ala nabiyyina Muhammad wa ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Yogyakarta,24 Shofar 1430 H

Oleh Al Faqir Ilallah: M. Abduh Tuasikal, MSc

Artikel Rumaysho.Com