Slide

Syiah Indonesia

Syubhat Dan Bantahan

Data & Fakta

Hakikat Syiah

Kajian Utama

Dokumen Rahasia

Tanya Jawab

Dr. Mohammad Baharun: Jika Ahlus Sunnah Tak Bersatu, NKRI Akan Terpecah Belah

Syiahindonesia.com - Kalau umat Islam Ahlus Sunnah wal Jama’ah (Aswaja) yang ada di Indonesia tidak bersatu, pasti Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) akan terpecah belah. Sebab potensi bangsa ini adalah umat Islam Aswaja serta bagi negarawan-negarawan Muslim NKRI merupakan sesuatu yang final.
Demikian pernyataan yang disampaikan oleh Ketua Umum Majelis Ulama Indoensia (MUI) Pusat, Prof. DR. Mohammad Baharun dalam orasinya pada Deklarasi Nasional Gabungan Masyarakat Penyelamat NKRI dari Konspirasi Aliran-Aliran Sesat: Syi’ah, Zionis dan Komunis Gaya Baru (KGB) di Ma’had Tahfidzul Qur’an Al Firqoh An Najiyah, Utara PUSDIK ARHANUD Desa Donowarih, Kecamatan Karang Ploso, Kabupaten Malang, Ahad (26/10/2014).
“Jika umat Islam terpecah belah, maka perpecahan NKRI tinggal menuggu di depan mata. Dan naudzubillah, jika NKRI terpecah belah lebih kejam dari perpecahan Uni Soviet yang hancur berkeping-keping menjadi Negara-negara kecil yang lemah,” tegas Baharun.
Menurut Baharun umat Islam harus menyusun strategi diantaranya ialah dengan cara bersatu padu. Sebab aliran-aliran sesat sedang menari-nari di atas perpecahan umat Islam saat ini.
“Umat Islam sendiri yang bertanggung jawab untuk menjaga kerukunan internal Aswaja yang merupakan mayoritas tunggal di Indonesia,” tegas Baharun.
Menurut Baharun, jika umat Islam baik dari ormas manapun dan partai apapun mau serta mampu bersatu padu maka bisa jadi tidak akan muncul aliran-aliran sesat di Indonesia seperti Syi’ah Rafidhoh, Ahmadiyah, Liberal, Komunisme, Zionisme dll. (hidayatullah.com/syiahindonesia.com)

Iran Pecah Belah Dunia Arab Untuk Kepentingan Israel

Syiahindonesia.com - Pengawas HAM Arab di Suriah, Anwar Malek, menuduh Iran sebagai negara yang berkonspirasi dengan Barat memecah belah dunia Arab untuk kepentingan Israel. Iranlah yang bertanggung jawab atas kondisi politik dan kemanusiaan yang sangat memprihatinkan di dunia Arab saat ini.

Menurutnya, seperti dilansir Memo Islam, Rabu (29/10/2014) kemarin, “Suriah memasuki kondisi yang tidak menentu. Sebabnya adalah Basyar Asad yang menggunakan kekuatannya secara berlebihan dalam menghadapi demonstrasi damai menuntut reformasi. Tidak ada kekuatan yang mengawasi dan menghentikannya.”

Malik menambahkan, “Jika masih ada negara di kawasan Timur Tengah atau dunia yang tidak ingin bangsa Arab menikmati Musim Seminya, maka negara-negara yang telah berhasil menjatuhkan para diktatornya tetap akan mengalami ketidakpastian. Mungkin yang bisa dikecualikan adalah Tunisia. Itu karena Tunisia adalah negara kecil, berbeda dengan Yaman, Libya, Mesir, atau Suriah. Walaupun tidak tertutup kemungkinan akan menguatnya gelombang anti-revolusi di sana di kemudian hari, jika para penguasanya tidak bertindak dengan penuh kebijaksanaan.”

Saat ini, menurutnya, Irak adalah negara jajahan Iran. Hal itu karena pemerintahnya loyal dan tunduk kepada Iran secara politik dan agama. Karena itulah Irak mempraktekkan aksi pembersihan etnis terhadap elemen bangsa yang sebenarnya sangat besar, yaitu Sunni.. (msa/dakwatuna/syiahindonesia.com)

Buku "Kehidupan Setelah Mati" Membongkar Akidah Kaum Syiah di Indonesia

Syiahindonesia.com - Kali ini kita akan mengulas kesesatan Akidah Syiah lewat buku-buku berbahasa Indonesia terbitan mereka.

Buku yang akan kita bongkar adalah berjudul "Kehidupan Setelah Mati" karya Allamah Sayyid Muhammad Husein Thabathaba'i.

Buku yang disadur dari kitab Tafsir Al-Mizan ini merupakan buku pokok agama Syiah baik dalam maupun luar Indonesia. Ini sebagaimana dedengkot Syiah Indonesia kang Jalal mengomentari buku ini sebagai berikut;

"Tafsir Al-Mizan adalah tafsir mutakhir yang menggunakan berbagai pendekatan: ahdits, bahasa, filsafat, dan ilmu-ilmu Islam lainnya. Dari tafsir itu, para muridnya mengambil topik-topik tertentu dan menjadikannya tafsir maudhu'i. Pembahasannya tentang maut didi dalam al-Quran sangat mempesona dan menampilkan banyak wawasan baru, sebagaimana yang akan Anda baca dalam buku ini." ungkap kang Jalaludin Rahmat.

Berikut beberapa penyimpangan-penyimpangan yang terdapat dalam buku tersebut:

1. Dijelaskan bahwa sahabat Ali bin Abu Thalib membagi manusia menjadi dua bagian, penghuni Neraka dan penghuni Surga. Syiah adalah penghuni Surga, sedang selainnya akan dimasukan ke dalam Neraka.


Ini adalah di antara kesesatan Aqidah Syiah yang ditanamkan kepada para pengikutnya. Selain Syiah akan mendapatkan neraka meski dia beriman dengan Rukun Iman yang lain. Kebanyakan warga Syiah di Indonesia beralasan bahwa Aqidah semacam itu bukanlah Syiah yang mereka yakini, akan tetapi hanya dimiliki oleh Syiah luar negeri. Pernyataan mereka ini terbantahkan dengan fakta bahwa mereka mencetak buku yang mengandung ajaran demikian dan menyebarkannya kepada masyarakat Sunni.

2. Buku ini menjelaskan bahwa syarat menjadi mukmin sejati harus mengetahui Imam Syiah, sedangkan jika ada orang yang tidak mengikuti Imam Syiah maka ia bukanlah seorang mukmin. Bahkan, pengetahuan tentang Imam Syiah ini menjadi syarat diterimanya amal. Jadi menurut keyakinan Syiah, selain orang yang beragama Syiah maka amalannya tidak akan diterima. Lihat halaman 79 dari buku tersebut.



3. Pada halaman 93, tertulis bahwa surga ada 8 pintu, yang 5 pintu adalah bagi para penganut Syiah. Pernahkan Rasulullah bersabda demikian? Bukankah sekte Syiah ini ada setelah sepeninggal Nabi? Tidak logis!


4. Tafsir sesat ala Syiah. Arti kata "kebaikan" dalam ayat Asyura ayat 23 adalah wilayah dalam ajaran Syiah. Ini adalah salah satu di antara tafsiran ngawur ala Syiah. Mereka berdalil dengan ayat yang benar tapi dengan tafsiran sesuai dengan kehendak ajarannya sendiri.



5. Pada halaman 144, tertulis bahwa seorang hamba kakikatnyanya tidak akan beranjak sampai dia ditanya 4 hal. Empat terakhir dari pertanyaan tersbeut adalah seputar ke-Syiahannya.


6. Pada halaman 149, disebutkan bahwa timbangan yang adil dalam ayat Al Anbiya’ 47 adalah para nabi dan para Washinya (Para Imam Syiah)


7. Pada hal 173, disebutkan bahwa orang mukmin dalam ayat At Taubah 105 adalah Para Imam. Tafsir ini sejalan dengan hawa nafsu mereka. Dalam ayat lain, yang bisa menjadi saksi hanya para Imam mereka, yang lain tidak. Amat kejilah keyakinan mereka. Nauzubillah min dzalik. (Nisyi/Syiahindonesia.com)



Hadirilah Peluncuran dan Diskusi Buku "Telologi dan Ajaran Syiah Menurut Referensi Induknya"

Assalamu ‘alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh
Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan atas Baginda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Seiring dengan telah terbitnya buku “Teologi dan Ajaran Shiah Menurut Referensi Induknya”, dengan ini kami mengundang Bapak/Ibu untuk hadir pada acara Peluncuran dan Diskusi buku tersebut pada:
Hari/tanggal : Ahad, 02 Nov 2014
Waktu : Pukul 09:00 – 12:00 WIB
Tempat : Hotel Sofyan Betawi, Jl. Cut Meutia No. 9 Menteng Jakarta Pusat
Pembicara :
1. Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi,
MA.Ed., M.Phil.
2. Asep Sobari, Lc.
Demikian undangan ini kami sampaikan. Atas perkenan Bapak/Ibu menghadiri acara ini, kami mengucapkan terima kasih.
Jazakumullah khairal jaza`.
Wassalamu ‘alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh
INSISTS, Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations
NB. : Konfirmasi kehadiran : Yuda (021-7940381, 081382357453)

Waspadalah! Lirik Lagu “Indung-Indung” Mengandung Celaan Kepada Aisyah r.a

Syiahindonesia.com - Tahukah anda? Bahwa ternyata lagu qasidahan berjudul “Indung-Indung” menaruh beberapa bait kesesatan?!

Ya! Lagu asal Kalimantan Barat ini mengandung unsur celaan kepada Ummahatul Muslimin Aisyah r.a. Coba simak lirik lagu Indung-Indung berikut ini:

Indung Indung Kepala Lindung
Hujan Di Udik Di Sini Mendung
Anak Siapa Pakai Kerudung
Mata Melirik Kaki Kesandung

Aduh … aduh siti Aisyah
Mandi di kali rambutnya basah
Tidak sembayang, tidak puasa
Di dalam kubur mendapat siksa

Lihatlah lirik bercetak tebal diatas! Lirik tersebut ditunjukan kepada Siti Aisyah alias istri Rasulullah saw.
Kalimat-kalimat dalam lirik tersebut menceritakan bahwa Aisyah mandi di kali (sungai) hingga rambutnya basah. Lebih lanjut, dalam lirik itu pula Aisya dituduh tidak melaksanakan sembahyang (shalat) dan tidak berpuasa, dan Aisyah r.a mendapat siksa di alam kubur. Wal iyadzubillah.

Lirik Lagu Indung-Indung Mengandung Ajaran Sesat Syiah

Berbicara mengenai celaan kepada sahabat dan beberapa ahlul bait Nabi, tentu naluri kita akan mengarah pada ajaran sesat Syiah. Dimana mereka dengan lantang mencela, mengutuk, bahkan mengkafirkan beberapa sahabat Rasulullah serta dua isteri berliau, Aisyah r.a dan Hafshah Ummahatul Muslimin.

Al kulaini, seorang senior ulama Syiah berkata, “para sahabat Nabi yang mulia telah kafir dan murtad terutama Abu Bakar, Umar, Utsman, Klalid bin Walid, Mu’awiyah bin Abu Sufyan, al-Mughirah bin Syu’bah ra, kecuali tiga orang saja.”(Raudhat min al-Kafi, oleh al-Kulaini (8/245)

Yusuf al-Bahrani senior mereka juga berkata, “Aisyah r.a telah murtad setelah wafatnya Nabi saw, sebagaimana murtadnya para sahabat dengan jumlah yang luar biasa besar.” (asy-Syihab ats-Tsaqib fi Bayani Makna an-Nashib, oleh Yusuf al-Bahrani hal. 236).

Apakah ini adalah makar dari kelompok sesat Syiah untuk menipu kaum muslimin? Ataukah Ilin Sumantri selaku pembuat lagu ini teracuni paham sesat Syiah?

Kaum muslimin harus lebih mawas diri terhadap doktrin sesat aliran Syiah ini. Bisa jadi hal yang sudah menjadi kebiasaan dan adat disekitar kita justru terkontaminasi paham Syiah, sehingga tanpa disadari pula kita telah mencela dan menghina Islam. Wal iyadzubillah. (Nisyi/Syiahindonesia.com)