Slider

Syiah Indonesia

Events

Data dan Fakta

Hakikat Syiah

Kajian Utama

Dokument Rahasia

Syubhat dan Bantahan

Ust. Khalid Basalamah: Syiah Pura-Pura Islam Tapi Menghantam Islam dari dalam

Ust. Khalid Basalamah
Syiahindonesia.com - Syiah bukanlah bagian dari Islam. Meskipun mereka mengaku-aku hanya berupa madzhab, namun faktanya dari semua sisi dasar-dasar agama, syiah telah keluar dari Islam. Misalkan dari rukun Islam dan rukun Iman. Tata cara sholat syiah pun sangat berbeda dengan Islam. Bahkan lafal adzan juga beda.
   
Syiah hanyalah berpura-pura Islam, tapi nyatanya mereka menghantam Islam dari dalam. Keperceyaan nikah kontrak atau nikah mut'ah telah merusak generasi muda. Keyakinan bahwa Ahlus Sunnah itu halal darahnya bagi syiah juga sudah tampak nyata di beberapa negeri seperti Suriah. Syiah menghabisi kaum Muslimin tanpa belas kasihan sedikit pun.

Jumhur ulama, termasuk 4 imam madzhab telah sepakat bahwa syiah bukanlah bagian dari Islam. Kesaksian dari orang syiah secara mutlak ditolak. Simak pemaparan lebih lanjut dalam video ceramah Ustadz Khalid Basalamah berikut ini:


Pengadilan Tinggi Kuwait Kuatkan Hukuman Mati Bagi Sel Syiah Hizbullah

illustrasi; Pertemuan Liga Arab
Syiahindonesia.com - Pengadilan tinggi Kuwait menetapkan hukuman mati bagi pengikut Syiah. Terpidana ditetapkan terbukti bersalah karena bertindak sebagai sel mata-mata Iran di nagara Teluk tersebut.

Putusan tersebut dijatuhkan kepada Hasan Abdulhadi Ali pada Kamis (21/07) yang telah bergabung dalam milisi Syiah Hizbullah Lebanon sejak tahun 1996. Dia yang mendalangi pembentukan sel yang terdiri atas 26 anggota. Pengadilan mendakwanya telah merencanakan penyerangan di Kuwait.

Seorang warga negara Iran sebelumnya telah dijatuhi hukuman yang sama di pengadilan rendah. Tetapi, pihak pengadilan tinggi tak memproses persidangan bandingnya, karena yang bersangkutan berada dalam pelarian. Pihak pengadilan mengharuskan terpidana hadir dalam sidang putusan.

Dua orang anggota sel tersebut mendapatkan hukuman seumur hidup. Sementara, lima orang lainnya dijatuhi hukuman antara dua hingga lima tahun penjara.

Lima terpidana lain yang tersangkut kasus yang sama dikenai hukuman denda masing-masing 5.000 dinar, atau sekitar Rp 217 juta. Pengadilan membebaskan anggota sel yang tersisa.

Para anggota sel tersebut didakwa sebagai mata-mata Iran. Mereka juga terbukti menyembunyikan senjata dan amunisi dalam jumlah besar. Pihak berwenang juga menemukan bahan peledak dengan daya ledak tinggi.

Pengadilan rendah Kuwait pada Januari lalu telah menyidangkan sel yang terkait dengan Iran tersebut. Mereka merekrut pengikut Syiah Kuwait, dan memberangkatkannya ke Lebanon untuk mengikuti pelatihan militer.

Ali telah mendapatkan bantuan dari diplomat di kedutaan Iran di Kuwait City, untuk melakukan perjalanan ke Iran. Dia kemudian menjalin komunikasi dengan pasukan Garda Revolusi Iran. Pengadilan menyebut dia bersalah telah menyelundupkan senjata dan bahan peledak ke Kuwait. Lokasi penyimpanan mereka terbongkar pada Agustus tahun lalu.

Hasil putusan di pengadilan tinggi tersebut belum final. Para tepidana masih berkesempatan mengajukan kasasi di Mahkamah Agung Kuwait. Sementara, pihak Iran membantah terkait dengan kelompok itu. (kiblat)

Terbongkar! Inilah Rencana Syiah Menduduki Turki Pasca Kudeta

illustrasi; kudeta turki
Syiahindonesia.com - Pernyataan dari seorang perwira militer pro-kudeta yang ditangkap dan ditahan di provinsi Hatay di sebelah selatan Turki mengungkapkan sebuah rencana mengerikan untuk menduduki Turki pasca percobaan kudeta dari sekelompok prajurit FETO/PDY yang digagalkan oleh keinginan kuat dari bangsa dan aparat keamanan Turki.

Sebagai bagian dari rencana yang dibuat dalam pertemuan di Pangkalan Udara Incirlik di Turki, sekitar seribu agen rahasia dari Mukhabarat Suriah akan menyelusup masuk ke Turki dengan bantuan, bersama dengan teroris bersenjata.

Target pertama

milisi adalah Iskenderun, yang akan diikuti dengan berbagai provinsi Turki lainnya, khususnya Istanbul dan Ankara, menurut prajurit FETO yang ditahan.

Organisasi teroris FETO/PDY yang dikepalai oleh Fetullah Gulen akan mengendalikan wilayah Turki di Eropa, sementara kekuatan-kekuatan pendudukan akan mencoba mengendalikan bagian lain dari Negara ini.

Seorang perwakilan Iran menghadiri pertemuan dimana keputusan kudeta ini dibuat, menurut perwira militer yang tertangkap itu.

Pada 15 Juli, elemen-elemen pengkhianat militer mencoba untuk menggulingkan pemerintahan Turki yang terpilih secara demokratis secara paksa, yang memicu berbagai insiden kekerasan, menewaskan 246 orang.

Tetapi, percobaan kudeta ini digagalkan saat rakyat Turki bersama dengan aparat keamanan berjuang melawan percobaan kudeta, di banyak titik, khususnya di Istanbul dan Ankara.

*Sumber: Surat kabar Turki Yeni Safak

Inilah Profil Abu Lu'luah, Pahlawan Syiah Karena Berhasil membunuh Umar bin Khattab

makam abu lu'luah
Syiahindonesia.com - Di Iran, tepatnya kota Kasyaan, sebuah makam dibangun dengan megah. Pintu masuk ke makam itu berupa gerbang besar setinggi 6 meter. Kubah kuburannya lebih tinggi lagi, dengan puncaknya berbentuk kerucut.

Makam itu begitu dimuliakan kaum Syiah hingga sering dipadati oleh para peziarah. Makam itu juga dianggap sebagai tempat mengais berkah. Tertulis di sana: “Tempat berkah sang pemberani agama, Abu Lu’lu’ah Fairuz”

Siapakah Abu Lu’lu’ah sehingga sangat dimuliakan oleh kaum Syiah, terutama Syiah Iran? Ternyata Abu Lu’lu’ah adalah orang Majusi yang telah membunuh Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu.

Seperti diuraikan Syaikh Prof Dr Ali Muhammad Ash Shalabi, Syaikh Dr Mustafa Murad dan para pakar sejarah Islam lainnya, bahwa ketika mengimami shalat Subuh, Umar bin Khattab ditikam oleh seorang laki-laki dari belakang hingga beliau tidak bisa meneruskan shalatnya. Lalu Abdurrahman bin Auf menggantikannya menjadi imam.

Abdurrahman bin Auf meneruskan shalat tersebut dengan lebih cepat. Sementara Umar bin Khattab telah berdarah-darah. Ketika shalat selesai, Umar bin Khattab bertanya kepada Ibnu Abbas siapa yang telah menikamnya. “Wahai Amirul Mukminin, budak Mughirah-lah yang telah menikammu,” jawab Ibnu Abbas.

“Semoga Allah membinasakannya,” kata Umar bin Khattab, “Aku telah memerintahkan kebaikan pada dirinya. Segala puji bagi Allah yang tidak menjadikan kematianku di tangan seorang yang mengaku dirinya Islam.”

Umar kemudian dibawa ke rumah. Sementara banyak orang yang tidak mengetahui kejadian persis saat itu menganggap Umar bin Khattab hanya mengalami luka kecil.

Sementara itu, Abu Lu’lu’ah telah meninggalkan masjid. Setelah menikam Umar, penganut Majusi yang tadinya berpura-pura shalat itu, segera mundur. Demi bisa segera pergi dari masjid, ia menikam 13 orang yang dilaluinya, tujuh di antaranya kemudian meninggal.

Tak lama setelah itu, Umar bin Khattab pun syahid. Sesuai dengan doanya yang memohon kepada Allah untuk mati syahid di kota Nabi.

Bagaimana nasib Abu Lu’lu’ah? Ketika kaum muslimin berhasil mengepungnya, Abu Lu’lu’ah yang merasa tak mungkin bisa meloloskan diri kemudian bunuh diri. Meskipun ia mati di Madinah, orang-orang Syiah membuatkan makam di Kasyaan dan memuliakannya. Jadi sebenarnya, makam di Kasyaan itu hanyalah makam ilusi; simbol untuk memuliakannya sebagai seorang pahlawan yang berjasa telah membunuh Umar bin Khattab yang memang sangat dibenci Syiah. (Bersamadakwah)

Aqidah Syiah: Penganut Syiah Adalah Penghuni Surga & Ahlus Sunnah Penghuni Neraka

illustrasi; ritual syiah di Myanmar, berjalan diatas bara api
Syiahindonesia.com - Dalam sebuah buku karangan ulama Syiah, Allamah Sayyid Muhammad  Husein Thabathaba'i, disebutkan bahwa penghuni Jannah adalah mereka para penganut Syiah, sedangkan penghuni Neraka adalah Ahlus Sunnah wal Jama'ah.

Buku tersebut berjudul Kehidupan Setelah Mati yang disadur dari kitab tafsir Al Mizan, salah satu kitab rujukan bagi kalangan Syiah, baik dalam maupun luar Negeri.

Parahnya, dalam buku itu Syiah berbohong dengan mencatut nama Ali bin Abi Thalib.

"Amirul Mukminin berkata: "Membagi-bagi (antara para penghuni surga) dengan (penghuni) neraka. Aku yang menentukan siapa yang layak menjadi penghuni neraka. Bersama neraka, aku membagi-bagi mereka, lalu aku katakan kepada neraka, 'ini walikku, biarkanlah dia untukku; dan itu musuhku, ambilah dia untukmu!'"  tulis Allamah Sayyid Muhammad  Husein Thabathaba'i dalam bukunya halaman 32-33 (terjemahan dan telah dicetak oleh penerbit Mizan)

Riwayat ini termasuk dari salah satu riwayat yang paling populer dikalangan syiah, dan konon dibenarkan oleh beberapa imam Syiah.

Dalam buku tersebut juga terdapat sambutan dari pembesar Syiah di Indonesia, Jalaludin Rahmat. (nisyi/syiahindonesia.com)