Slide

Syiah Indonesia

Events

Data & Fakta

Hakikat Syiah

Kajian Utama

Dokumen Rahasia

Syubhat dan Bantahan

Cholil Nafis: "Syiah Menargetkan Tahun 2050 NU Akan Habis"

Syiahindonesia.com - Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Cholil Nafis, Ph.D mengungkapkan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) menjadi pasar utama bagi paham seperti Syiah.

Mengenai caranya, Syiah menggunakan strategi seolah-olah ajaran Syiah dan NU itu dekat, tak ada perbedaan.

”Padahal secara ushul (akidah/teologi) Syiah dan NU jelas berbeda,” ungkap Cholil dalam rilisnya sebagaimana dilansir ROL, Selasa (4/8).

Sehingga, Ketua MUI Bidang Dakwah  ini menilai, beberapa pimpinan NU, baik di PBNU maupun di daerah banyak yang tertarik dengan ajaran Syiah dan beberapa kelompok diluar NU seperti HTI Liberal dan lain-lain.

”Saya lihat di Jawa Barat, di Jawa Tengah, di Jawa Timur sudah ada semua,” katanya.

Menurut dia, kalau ketertarikan pengurus NU kepada Syiah, HTI, dan Liberal ini terus terjadi, maka tak mustahil NU nanti akan habis. Apalagi Syiah, dan lainnya memang punya target untuk menghabisi ajaran NU.

”Mereka menargetkan, tahun 2050 NU akan habis,” katanya.

Bahkan, ia menuturkan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj membuat nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas al-Musthafa al-’Alamiyah, Qom, Iran.

Qom menjadi sebuah kota suci bagi penganut Islam Syiah. Kota ini merupakan pusat pendidikan Syi'ah terbesar di dunia.

Menurut Cholil, dokumen kerjasama di bidang pendidikan, riset dan kebudayaan itu dilakukan tanpa sepengetahuan dan persetujuan Rais Am Syuriah PBNU yang saat itu dijabat KH A Sahal Mahfudz. Dokumen tertanggal 27 Oktober 2011 itu dibuat dalam dua bahasa, Persia dan Indonesia.

”Saya kopi yang berbahasa Indonesia karena saya gak begitu paham bahasa Persia. Di PBNU ada, di Universitas al-Mustafa juga ada,” tegas dosen Universitas Indonesia (UI) itu ketika ditanya dapat darimana dokumen tersebut.

Ia mengaku pernah sekali berkunjung ke Universitas al-Mustafa al-‘Alamiyah. ”Saya kesana mewakili UI dalam urusan akademik,” katanya.

Menurut dia, kerjasama itu berlaku selama empat tahun. "Kalau tak ada pembatalan, kerjasama itu akan terus dan diperpanjang dengan sendirinya," katanya.  (nisyi/syiahindonesia.com)

Maju Sebagai Caketum PBNU, Idrus Ramli Ingin Bentengi NU dari Syiah dan Liberal

Syiahindonesia.com - KH. Muhammad Idrus Ramli memantapkan dirinya untuk maju menjadi Calon Ketua Umum PBNU.

Menurut Gus Idrus -sapaan akrabnya- latar belakanganya untuk maju didorong oleh sejumlah Kyai sebagai penguatan Aswaja di tubuh organisasi NU.

“Hadrotusy Syaikh Hasyim Asy’ari menegaskan bahwa Aswaja itu Ahlussumah Maturudiyyah. Tapi ada oknum-oknum NU yang menyebarkan paham Syiah, Muktazilah, dan Wahabiyah,” ujar dia dalam konferensi pers di Media Centre, SMAN 1 Jombang, Senin (3/8/2015).

Disampaikan Gus Idrus, Syiah dan Muktazilah adalah paham sesat.

“Jika ada yang mengatakan Syiah itu Ahlussunah, berarti dia melakukan pembelokkan,” tukasnya.

Dikatakan Gus Idrus, NU juga dengan tegas menolak paham liberal karena NU menganut paham Ahlussunah.

“Jelas NU menolak liberal. Paham liberalisme tidak masuk dalam konsep Aswaja yang dijelaskan oleh para Kiai aswaja,” paparnya yang merupakan Dewan Pakar Aswaja Center.

Gus Idrus mengatakan langkahnya maju sebagai calon ketua umum semata-mata ingin mengembalikkan NU sebagai ormas.

“Kita tidak memiliki kekuatan dari Parpol atau dari calon pimpinan politik. Yang mendorong saya adalah para kyai yang aspirasinya tidak tertampung dari sejumlah calon yang ada,” tukas Anggota Suriyah PCNU Jember ini.

Gus Idrus menilai, seluruh pengurus dan warga NU berkewajiban untuk kembali merujuk pada isi aturan dasar tersebut yang dimiliki sejak awal oleh warga NU.

“Dengan kembali pada Qanun Asasi ini, diharapkan NU benar-benar netral dari kepentingan politis manapun,” tutur dia. (rn/Islampos/syiahindonesia.com)

Dituduh Menganut Agama Syiah, Ini Jawaban Ridwan Kamil

Syiahindonesia.com - Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, menghadiri Milad Ke-13 Mjlis Ta'lim Syakhshiyyah Islamiyyah FUUI, Sabtu (1/8), di Masjid Al Fajr-Cijagra, Buah Batu, Bandung, sebagimana dirilis Replubika Online (1/8/15).

Dalam kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Emil membantah fitnah dirinya yang dituduh menganut aliran syiah. "Fitnah itu tak benar," ujar Emil kepada ratusan jamaah.

Menurut Emil, sebagai Wali Kota Bandung, ia menerima berbagai undangan keagamaan dalam kapasitasnya sebagai wali kota. Termasuk, udangan ke gereja dan syiah.

''Nanti, kalau saya tak menghadiri undangan semua agama, saya dihisab oleh Allah karena sebagai pemimpin tidak adil,'' katanya.

Emil mengatakan, ia hadir ke berbagai undangan agama lain untuk berkomunikasi dengann warga Bandung. Kapasitasnya hanya sebagai kapasitasnya hanya sebagai wali kota.

"Semua silaturahim hanya urusan dinas. Termasuk saya datang ke undangan syiah. Saya membatasi diri, sesuai undangan," katanya. (nisyi/syiahindonesia.com)

PWNU NTT Tolak Kyai Syiah Jadi Ketua Umum PBNU

Syiahindonesia.com - Ketua Rois Syuriah Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Timur (NTT) KH. Makarim menyatakan, menolak kyai berpaham syiah menjadi ketua umum PBNU.

Menurutnya, NU adalah organisasi ulama yang berbasis pesantren dengan paham ahli sunnah wal jamaah.

"Karena itu kami menolak kyai syiah menjadi ketua umum tanfidziyah PBNU," ujar KH. Makarim sebagaimana dilansir TeropongSenayan, Senin (3/8/2015).

KH. Makarim enggan menyebut secara langsung siapa kyai syiah yang dimaksud. Namun, ia menyatakan bahwa calon ketua umum yang layak memimpin NU saat ini ada dua, KH. Salahuddin Wahid atau Gus Solah (pengasuh pesantren Tebuireng, Jombang) dan KH. Ali As'ad Said (wakil ketua umum PBNU).

KH. Makarim menambahkan, jika NU dipimpin oleh kyai syiah, maka ormas Islam terbesar itu tinggal menunggu kehancurannya.(nisyi/syiahindonesia.com)

Syiah Irak Akan Eksekusi Mati 7000 Muslim Sunni

Tariq Al-Hashimi, wakil presiden masa Nouri Al-Maliki. (sqspcdn.com)
Syiahindonesia.com- Kondisi keamanan dan kemanusiaan di Irak seperti akan terus memburuk. Militer pemerintah bekerja sama dengan milisi Syiah melakukan banyak pembantaian dan pelanggaran HAM. Parahnya, keluar putusan eksekusi mati 7000 warga Sunni.

Seperti dilansir situs resmi persatuan ulama sedunia, IUMS Online, Jumat (26/6/2015) hari ini, kepala pengadilan pidana Irak, Baligh Hamdi, mengatakan bahwa ada lebih dari 7000 narapidana yang sudah divonis mati, namun eksekusi belum dilaksanakan hingga sekarang. Sebab penundaan eksekusi adalah sikap presiden Irak, Fuad Masum, yang belum menyetujui pelaksanaannya.

Sementara itu, perdana menteri Haider Al-Abadi sudan menandatangani pelaksanaan eksekusi. Al-Abadi sudah menginstruksikan departemen kehakiman untuk melaksanakan eksekusi tersebut dalam jangka wakt 30 hari ke depan.

Semua narapidana itu, seperti ditegaskan IUMS Online, adalah warga Sunni. Sikap Al-Abadi yang demikian adalah tidak memedulikan undang-undang amnesty umum yang baru akan divoting parlemen. Amnesty itu diharapkan bisa memperkecil jumlah yang dieksekusi.

Senada dengan Al-Abadi, otoritas ulama Syiah juga menolak undang-undang amnesty umum, bahkan mengancam demonstrasi jika undang-undang itu disahkan.

IUMS Online menerangkan bahwa hampir semua narapidana berasal dari provinsi-provinsi Baghdad, Al-Anbar, Shalahudin, Ninawa, Diyala, Kirkuk, Basrah, dan sebagainya. Mereka ditangkap dan diadili dengan undang-undang anti terorisme yang keluar tahun 2005.

Undang-undang itu menjadi dalih kelompok Syiah untuk menindas warga Sunni, bahkan menteri dan wakil presiden Sunni pun tidak terkecualikan. Tokoh yang ditahan dan dihukum mati dengan undang-undang ini misalnya adalah Tariq Al-Hashimi (wakil presiden masa Nouri Al-Maliki), dan anggota parlemen Ahmad Al-Alwani. (msa/dakwatuna/syiahindonesia.com)