Slide

Syiah Indonesia

Events

Data & Fakta

Hakikat Syiah

Kajian Utama

Dokumen Rahasia

Syubhat dan Bantahan

Syiah Indonesia dan Iran

Oleh: Dr. H. Abdul Chair Ramadhan

Dalam acara “Majelis Taqarrub Ilallah” juga saya buktikan bahwa Syiah Iran merekrut berbagai preman-preman untuk menjadi tameng menghadang acara-acara sosialisasi tentang kesesatan Syiah, seperti yang terjadi di Karawang (2014), Bintaro (2014), Sentul (2015) hingga kasus Az-Zikra.

Fakta telah berbicara, bahwa kelompok Syiah menggunakan tangan-tangan para preman, ditambah lagi dengan maraknya para imigran Syiah di berbagai wilayah seperti kawasan Bogor (Puncak) dan Kalimantan. Selain itu sejumlah pasukan siap mati mereka organisasikan, seperti Pasukan Badar pimpinan Mayor (Laut) Isa Al-Mahdi Al-Habsyi, Pasukan Garda Kemerdekaan yang didirikan oleh Prof. Dawam Rahardjo, dan sejumlah pasukan lainnya yang tersebar di berbagai daerah.

Wacana pembunuhan terhadap para ulama Ahlus Sunnah dan tokoh-tokoh pegiat anti Syiah barangkali bukan “omong kosong”.  Terbukti pada tahun 2013 Syiah telah mengirim 16 orang untuk berlatih militer di Libanon dengan kekhususan sebagai penembak jitu.

Dalam masalah ini, saya siap untuk bermubahalah dengan siapa saja yang menolak pernyataan ini: bahwa Organisasi Syiah yang ada di Indonesia seperti IJABI ataupun ABI semuanya menginduk kepada Rahbar Iran.

Penamaan Republik Islam Iran harus kita tolak, jangan menyebut Revolusi Islam Iran dan jangan pula mengatakan Republik Islam Iran, cukup katakan Revolusi Iran dan Republik Iran.

Saya ingin mengatakan pada para pendukung dan simpatisan Syiah. Tidak benar jika dikatakan “tidak Sunni tidak Syiah tapi Jumhur Islamiyah”. Pernyataan seperti itu adalah bahasa kamuflase Syiah dalam ranah taqiyyah. Kelak nanti ketika mereka (baca: Syiah) kuat taqiyyah akan berubah menjadi tabiah, yakni mobilisasi untuk melakukan perlawanan yang lebih dahsyat terhadap Islam dan NKRI.

Takutlah akan catatan sejarah yang akan menuliskan nama-nama pendukung dan simpatisan Syiah di Republik Indonesia yang akan menjadi bahan bacaan generasi selanjutnya. Terlebih lagi tanggung jawab kepada Allah Subhanahu Wata’ala dan bagaimana kita ketika berhadapan dengan sang idola Nabi Muhammad Shallalahu ‘Alaihi Wassallam yang telah mewasiatkan kepada umat yang memiliki ilmu tentang kewajiban untuk membela sahabat-sahabat beliau Shallallahu ‘Alaihi Wassalam dari caci-maki Syiah Rafidhah, jika tidak maka laknat Allah, laknat seluruh malaikat dan seluruh manusia kepadanya (Lihat: Baca Qanun Asasi Nahdlatul Ulama).

Syukur Alhamdulillah, penjelasan dari Ustad Ahmad Sobri Lubis yang mewakili FPI sangat memuaskan. Beliau berkali-kali menegaskan bahwa FPI tidak akan membiarkan Syiah melaknat para sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassallam, Syiah Rafidah harus ditindak oleh aparat penegak hukum.

Sebelumnya, saya mendengar ceramah Habib Rizieq Syihab dalam acara Maulid di Jl. Wedana Jakarta Timur, beberapa hari yang lalu, dikatakan bahwa Syiah tidak ada yang baik. Istilah Habib Rizieq, Syiah sama dengan “kecoa” suka dengan kotoran. Selanjutnya, Habib Rizieq Syihab mengatakan jika mereka menyerang, umat kita harus siap! Suatu pernyataan yang sangat mendukung bagi umat Islam dalam rangka melawan radikalisme Syiah.

Begitupun pernyataan Luthfie Hakim yang menegaskan, bahwa dirinya bukan Syiah, adalah suatu pernyataan klarifikasi yang tepat. Sebab selama ini media Syiah selalu menggunakan nama besar FBR untuk kepentingan Syiahisasi.

Dengan pernyataan ini, maka FBR bukan alat Syiah dan FBR sangat mendukung gerakan perlawanan terhadap aksi-aksi brutal/premanisme dari manapun datangnya, FBR akan tampil di depan, bukan di belakang.

Kita berharap kedua kekuatan ini (FPI dan FBR) senantiasa aktif menjaga akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah dari segala aksi penyimpangan dan penodaan agama, amin ya Robbal alamin.

Kepada Muhammad Al-Khaththat (Sekjen FUI) saya mengucapkan terima kasih yang sangat besar, jazakumullah khoiron katsier, semoga Suara Islam sebagai penyelenggara tetap Jaya, amin ya Robbal alamin. (hidayatullah.com)

Penulis Anggota Komisi Hukum dan perundang-undangan MUI Pusat

Pendukung Syiah Sebut Arifin Ilham sebagai Ustadz Iblis di Sosmed

Menanggapi maraknya pemberitaan penyerangan puluhan pembela Syiah ke kompleks Majeliz Az Zikra pimpinan Ustadz Muhammad Arifin Ilham, kalangan elit Syiah ramai-ramai menyangkal keterlibatan Syiah dalam serangan tersebut, bahkan menyanjung-nyanjung pimpinan majelis zikir itu dengan sebutan-sebutan mulia.

Namun, para penganut Syiah di kalangan akar rumput tak malu-malu atau segan menghujat Ustadz Arifin Ilham yang dikenal anti Syiah tersebut.

Dalam sebuah obrolan di status media sosial milik akun penganut Syiah bernama Ismail Amin, seorang penganut Syiah mengatakan bahwa Ustadz Arifin Ilham adalah ustadz iblis yang menimbulkan dan menumbuhkan kebencian.

Akun bernama Landau Grey Greylandau mengatakan, “Ustad iblis yg menimbulkan/menumbuhkan kebencian!”

Obrolan Facebook


Sementara akun Bin Ali Ali, mengatakan, “Topengnya terbuka sendiri, berkedok majelis zikir tapi penebar provokator…”

Ketika diingatkan oleh akun Akbar Anton untuk tidak menyebut “Ustadz Iblis”, akun lain bernama Muhammad Taufiq menjawab, “Okelah bukan ustadz iblis, (iblis pun tak sudi dilekatkan dengannya)’ ustadz hedon yang doyan duit dari genangan kotoran isu sektarian, mencoba mengalirkan dana segar ke Zikra dari Kadhafi Centre … kasian.”

Kebencian Syiah kepada para ulama Sunni memang tidak ditunjukkan oleh elit-elitnya, tetapi apa yang ada di dalam hati mereka dapat ditunjukkan dari kalangan akar rumputnya yang tanpa tedeng aling-aling menghujat para ulama dan tokoh Sunni. (kiblat.net)

Abdul Chair Ramadhan: "Ideologi Imamah Syiah Ancaman Negara"

Kelompok pembela dan pendukung Syiah seringkali mengklaim sebagai pecinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan menuduh kelompok yang anti terhadap aliran sesat itu sebagai ancaman NKRI. Padahal sejatinya ideologi Syiah adalah ancaman pasti bagi negara.

“Yang pasti ancaman ideologi imamah itulah ancaman NKRI,” kata Anggota Komisi Hukum dan Perundang-undangan MUI Pusat Dr. Abdul Chair Ramadhan, seusai menjadi pembicara dalam sebuah diskusi di Jakarta pada Sabtu (28/02).

Abdul Chair menambahkan bahwa ideologi imamah yang menjadi rukun iman Syiah itu tidak bisa diadaptasikan dengan ideologi manapun. Pasalnya ideologi imamah itu mewajibkan berbaiat kepada wali al faqih yakni Rahbar Ali Khamenei, yang mengaku sebagai wakilnya imam mahdi yang keberadaan masih ghaib. Keberadaan wali al faqih sendiri telah dikuatkan dalam konstitusi Iran, yang menjadi pusat kebangkitan dan penyebaran Syiah.

“Jadi wali al faqih itu tidak akan hilang, tidak akan hapus sebagaimana diatur di dalam konstitusi Iran,” imbuhnya.

“Keberadaaan wilayatul faqih tidak dapat dihapuskan karena wilayatul faqih di dalamnya ada Rahbar sebagai wali Imam Mahdi yang dalam masa ghaib,” terang Abdul Chair.

Imamah merupakan salah satu diantara rukun iman Syiah. Rukun iman Syiah yang berjumlah lima itu adalah At Tauhid, An Nubuwwah, Al Imamah, Al Adlu, dan Al Ma’ad.

Dengan demikian, lanjut Chair, ideologi Imamah tidak dapat diadaptasikan dengan ideologi yang berlaku di Indonesia. Selain itu paham yang menjadi bagian akidah Syiah itu sangat berbahaya bagi NKRI.

Bagi penganut Syiah, lanjut Chair, kapan pun dimana pun mereka berada wajib menegakkan Imamah. Kewajiban itu tidak bisa dinegasikan dan tidak bisa dihilangkan.

“Ideologi imamah tidak dapat digantikan dengan sistem politik apapun. Karena ideologi imamah semua mengacu kepada Iran, maka kalau bicara ke Iran berarti sistem kepemimpinannya sistem imamah,” pungkasnya. (kiblat.net)

Berkaos Anti Syiah, Gubernur Aher: Saksikanlah Dulu Saya…

Terkait adanya sekelompok orang yang kerap membenci dan mengkafirkan sahabat Nabi SAW, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengingatkan agar kita sebagai umat Islam meluruskan hal yang salah semacam itu.

“Memang ada sekelompok orang yang membenci, bukan hanya membenci bahkan mengkafirkan Abu Bakar, Umar, Utsman, kecuali Ali radhiyallahu anhum. Tetapi, bagi kita keseluruhannya adalah sahabat Nabi SAW,” ujar Gubernur Aher di panggung utama Islamic Book Fair 2015, kemarin (01/03).

Aher melanjutkan, bahkan para ulama menyebutkan ketika ada seseorang yang mengkafirkan sahabat nabi, kekafirannya balik kepada yang mengkafirkannya, apalagi ini mengkafirkannya seluruhnya, kecuali beberapa saja.

Namun, Aher berprasangka baik, bahwa kelompok yang gemar mencela sahabat itu karena ketidaktahuannya terhadap prinsip kebenaran yang hakiki.

“Ya mudah-mudahan karena mereka tidak tahu, dan kewajiban kita memberitahu itu adalah hal yang salah. Mari kita hadirkan sebuah prinsip kebenaran tadi. Kemudian kita mengikuti tata cara yang sudah dilakukan oleh orang-orang yang benar tadi. Supaya kita sampai pada kebenaran yang sesungguhnya,” ujarnya diplomatis

Menurutnya, orang-orang yang benar ialah yang menaati Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana firman Allah ta’ala,

(وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا)

“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.”

Pernyataan Gubernur Aher itu diungkapkan dalam sesi tanya jawab dalam bedah buku “The Golden Story of Abu Bakar Ash Shidiq” di panggung IBF 2015. Pada kesempatan itu, Aher dihampiri oleh sejumlah pemuda yang mengatasnamakan Komunitas Anti Syiah (KASIH).

Belasan pemuda berkaus merah itu menyerahkan kaos anti syiah kepada Gubernur Aher di atas panggung. Kaus itu bertuliskan “We Love Ahlul Bayt and Sahabat”, sementara di bagian belakangnya bertuliskan ” Syiah Sesat Bukan Islam”.

Menanggapi hal itu, Aher terlihat sumringah dan berkomentar singkat, “Saksikanlah, saya dulu pernah kurus.” (kiblat.net)

Gerakan Blogger Menolak Syiah

Syiahindonesia.com - Perkembangan paham dan gerakan Syi’ah di Indonesia kian hari makin berasa. Para penganut syiah sudah berani terang-terangan berbangga diri mengakui agama yang mereka anut bahkan men‘dakwah’kannya secara masif.

Perlu diketahui, perkembangan Syiah di Indonesia ini sangat berpotensi menimbukan konflik di masa depan. Ancamannya bukan hanya sekedar ideologi, namun sampai pada skala ancaman Negara. Sampai saat ini saja sudah terjadi konflik, gesekan, atau ketegangan di berbagai daerah di Indonesia seperti yang terjadi di Sampang, Bondowoso, Jember, Bangil, Pasuruan, Probolinggo, Lombok Barat, Puger Kulon, Pekalongan, Bekasi, Jakarta, Bandung, Surabaya, Makasar, Yogyakarta.

Mirisnya, masih sangat banyak kaum muslimin yang belum membuka mata akan ancaman dan bahaya syiah di tanah air. Banyak orang muslim disekitar kita yang masih awam akan Syiah, sehingga beberapa diantara kita masih saja ada yang mengatakan; Syiah tidak Sesat, Syiah bagian dari Islam, dan seabreg semboyan-semboyan lainnya yang justru menjadi bumerang bagi eksistensi Umat Islam di Indonesia.

Perlu kiranya seluruh umat islam dari berbagai elemen baik muda maupun tua untuk ikut andil menyadarkan saudara-saudara kita yang belum tahu sejatinya Syiah.

Kali ini, admin Syiahindonesia.com mengajak kepada para jurnalis dunia maya untuk ikut andil dalam mendakwahkan kesesatan Syiah. Melalui “Gerakan Blogger Menolak Syiah”, kami mengajak para blogger untuk memasang banner berikut untuk dipasang di blog/website kepunyaannya masing-masing.

Silahkan di pilih beberapa banner yang telah kami buat untuk disebarkan:


Kode:
 <a href=http://www.syiahindonesia.com/2015/03/gerakan-blogger-menolak-syiah_2.html target='_blank' title='gerakan blogger menolak syiah'><img src='http://1.bp.blogspot.com/-n2CAko2uPzM/VPQJA3VPBxI/AAAAAAAACDI/wnLpJb0HAD0/s1600/Banner%2BTolak%2BSyiah%2B1.gif' alt=gerakan blogger menolak syiah='0'/></a>

Kode:
 <a href=http://www.syiahindonesia.com/2015/03/gerakan-blogger-menolak-syiah_2.html target='_blank' title='gerakan blogger menolak syiah'><img src='http://1.bp.blogspot.com/-TqYXEXhh5Bk/VPQJBjBsrDI/AAAAAAAACDQ/yvWWjjjE1MY/s1600/Banner%2BTolak%2BSyiah%2BII.gif' alt=gerakan blogger menolak syiah='0'/></a>

Kode:
 <a href=http://www.syiahindonesia.com/2015/03/gerakan-blogger-menolak-syiah_2.html target='_blank' title='gerakan blogger menolak syiah'><img src='http://1.bp.blogspot.com/-IAWyhz1y7zc/VPQNlWzlnpI/AAAAAAAACDw/qxRH11s_Lg0/s1600/banner%2Btolak%2Bsyiah.PNG' alt=gerakan blogger menolak syiah='0'/></a>

 Semoga ini bentuk andil kita dalam menyebarkan ajaran sesat Syiah, dan bernilai pahala disisinya. Amin. Barokallahu fikum jami’an. (nisyi/syiahindonesia.com)