Slide

Syiah Indonesia

Events

Data & Fakta

Hakikat Syiah

Kajian Utama

Dokumen Rahasia

Syubhat dan Bantahan

Perang Dimulai, Saudi dan 9 Negara Bombardir Syiah Yaman

Syiahindonesia.com - Perang untuk menggempur kelompok pemberontak Syiah Houthi di Yaman sudah dimulai. Arab Saudi dan sembilan negara lainnya mulai membombardir Sanaa, Ibu Kota Yaman.

Sejumlah pesawat jet tempur Saudi dan sembilan negara lainnya telah meluncurkan serangan udara. Demikian keterangan dari Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat (AS), Adel bin Ahmed Al-Jubeir, sebagaimana dilansir sindonews.com, Kamis (26/3/2015).

Menurut Jubeir, serangan militer di Yaman sudah dimulai semalam pukul 19.00 waktu Yaman. AS, kata dia, tidak ikut dalam operasi militer ini.

Laman Al Arabiya melaporkan bahwa pesawat jet tempur Air Force One milik Arab Saudi telah membom basis militan Syiah Houthi di Yaman. Pertahanan udara kelompok Houthi jadi target. Pasukan Saudi bahkan telah membombardir kantor milik pemberontak Houthi di Jiraf, Sanaa. Banyak korban dilaporkan sudah berjatuhan.

Sejumlah pesawat jet tempur Saudi dan sejumlah negara, menurut laporan Reuters, juga membombardir Bandara Ibu Kota Yaman. Sementara itu, kelompok Houthi membalas pemboman dengan meluncurkan tembakan rudal anti-pesawat.

Jubeir menambahkan koalisi 10 negara yang melakukan agresi militer di Yaman, bertujuan untuk melindungi dan membela pemerintah yang sah pimpinan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi. Presiden Hadi sendiri sudah melarikan diri dari Sanaa dan kini bersembunyi di Yaman setelah istana presiden di Sanaa diserbu milisi Houthi. (nisyi/syiahindonesia.com)

Kerahkan 100 Jet Tempur dan 150 Ribu Tentara Saudi, Puluhan Orang Tewas di Yaman

Illustrasi, tentara Saudi berjaga di perbatasan Yaman
Syiahindonesia.com - Arab Saudi dan negara-negara Teluk sedang melancarkan operasi militer terhadap pemberontak Syiah Houthi di Yaman. Operasi besar-besaran tersebut melibatkan serangan udara dan serangan darat.

Menurut Duta Besar Saudi untuk Amerika Serikat, Adel al-Jubeir, serangan udara Saudi dkk itu dimulai pada Kamis (26/3) pukul 23.00 GMT atau pukul 06.00 WIB. Dikatakannya, Saudi beraksi demi membela pemerintahan sah yang dipimpin Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi.

Serangan ini terjadi hanya dua hari setelah Menteri Luar Negeri Yaman Riad Yassin memohon negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) untuk melakukan intervensi militer.

Menurut stasiun televisi al-Masirah yang dikelola Houthi, seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (26/3/2015), salah satu serangan udara Saudi dkk menargetkan kawasan pemukiman penduduk di sebelah utara ibukota Sanaa. Akibatnya, puluhan orang tewas.

Belum ada konfirmasi dari otoritas Yaman mengenai korban jiwa ini.

Dalam operasi militer ini, Saudi mengerahkan 100 pesawat tempur dan 150 ribu tentara. Selain itu, pesawat-pesawat dari Mesir, Maroko, Yordania, Sudan, Kuwait, Uni Emirat Arab, Qatar dan Bahrain juga ikut serta dalam operasi besar-besaran ini.

Mesir, Pakistan, Yordania dan Sudan saat ini juga siap untuk berpartisipasi dalam operasi pertempuran di darat.

"Kampanye ini tujuannya untuk mencegah para pemberontak Houthi menggunakan bandara-bandara dan pesawat untuk menyerang Aden dan bagian-bagian Yaman lainnya serta mencegah mereka menggunakan roket-roket," tutur Menteri Luar Negeri Yaman Riyadh Yaseen sebagaimana dilansir news.detik.com, (26/3/15)

Sebelumnya dalam statemen bersama, lima negara Teluk Arab: Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain dan Qatar telah memutuskan untuk bertindak melindungi Yaman dari apa yang mereka sebut sebagai agresi milisi Houthi yang didukung Iran.

Kota Aden di Yaman selatan kini menjadi basis Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi setelah meninggalkan ibukota Sanaa, yang sejak Februari lalu dikuasai pemberontak Houthi. (nisyi/syiahindonesia.com)

Liga Arab Akan Bersatu Perangi Syiah di Yaman

 Kelompok gerilyawan Houthi kuasai Istana Kepresidenan Yaman
Syiahindonesia.com - Liga Arab akan  membahas rencana mereka untuk melakukan intervensi militer terhadap negara Yaman. Ini menyikapi Yaman yang saat ini dikuasai oleh pemberontak Syiah Houthi.

Wakil Sekretaris Jenderal Liga Arab, Ahmad Ben Heli menyatakan ide intervensi militer atas permintaan langsung dari Menteri Luar Negeri Yaman, Riad Yassin. Rencananya ide ini akan dibahas oleh internal liga Arab sebagaimana dilansir ROL, Jumat (27/3).

Dia menyatakan, ide intrevensi militer ini untuk mencegah Syiah Houthi yang semakin menguasai seluruh wilayah Yaman. Ditambah lagi Syiah Houthi menjadi perpanjangan tangan kepentingan politik negara Iran.

Kondisi terbaru Yaman Saat ini Yaman dikendalikan oleh pemeberontak Syiah Houthi. Kelompok ini sekarang sedang mengajukan penawaran sebesar hampir 100 ribu dolar AS untuk menangkap mantan Presiden Yaman yang terguling, Abd Rabb Mansour Hadi.

Adapun di beberapa kota di Yaman, pertempuran masih terjadi antara kelompok Houthi dengan penentangnya. Meskipun saat ini ibukota Yaman yakni Sanaa telah dikuasai oleh kelompok ini. (nisyi/syiahindonesia.com)

Ini Cara Syiah Mengkudeta Negara-negara Islam

Kultwit dari  @haikal_hassan:

1. Saya sedang mengumpulkan informasi tentang gerakan syiah di Indonesia serta melakukan studi komparasi dengan beberapa negara yang telah jadi syiah.

2. Negara-negara itu adalah Iraq, Libanon, Mesir, Suriah terakhir Yaman. Pola syiah sama di semua negara-negara di atas dan termasuk Indonesia. (Baca juga: Mufti Arab Saudi Serukan Perlawanan pada Syiah Yaman)

3. Syiah memulai dari pendidikan, yayasan, peringatan, lalu masuk kejajaran pemerintahan, partai, kabinet dan berakhir pada kudeta.

4. Tentunya, salah satu strategi utamanya adalah pemutarbalikkan fakta sejarah melalui buku-buku dan kebohongan berita melalui sosmed & web.

5. Proses rekrutmen utk jadi syiah dilakukan dg peringatan/pengajian. Polanya adalah cinta Nabi & Ahlulbait. Sebuah cara tepat yang pasti diterima.

6. Cinta Nabi & Ahlulbait adalah WAJIB bagi semua muslim. Tak ada yang menolak. Kufur-lah org yang menolak hal ini. inilah dijadikan pintu masuk.

7. Ini terus digaungkan plus cerita kisah karbala yang telah menewaskan cucu-cucu Nabi. Kesedihan dibangun, asyura diagungkan, karbala disucikan.

8. Ketika emosional telah terbangun, maka kontranya adalah pelampiasan kebencian ditujukan kepada sahabat Nabi yang beda pendapat dengan Ali radhiayllahu 'anhu.

9. Maka aplikasi kebencian itu ter-ejawantahkan kepada sunni yang telah berabad-abad tak bisa damai dengan syiah. Ironi! Salah langkah. gagal paham.

10. Proses itulah yang tengah terjadi di Indonesia. Dengan pola yang sama di beberapa negara tersebut diatas, PERSIS tengah terjadi di NKRI. Mengerikan. (Baca juga: Terungkap, Syiah Berencana Melakukan Kudeta di Indonesia di Tahun 2020 )

11. Minggu lalu kita membaca kerjasama antara universitas2 dengan iran makin gencar. Ini dulu juga terjadi di negara2 yang porakporanda & jadi syiah.

12. Sejak 10 thn lalu, kita melihat yayasan-yayasan dan penerbit syiah muncul. ini dulu juga terjadi di negara-negara yang porakporanda & jadi syiah. (Baca juga: Yunahar Ilyas: Jangan Menganggap Enteng Masalah Syiah, Kalau Tidak Mau Menyesal )

13. Sejak 5th terakhir ramai mahasiswa Indonesia yang digratiskan untuk kuliah di Iran. Ini dulu juga terjadi di negara-negara yang porakporanda & jadi syiah.

14. Sejak awal kabinet ini, langkah & gerak syiah terlihat begitu massive, gencar dan terstruktur. Tugas ulama sebagai benteng NKRI makin berat.

15. Tidak ada jalan lain selain ULAMA bersatu cegah tangkal makar ini bersama TNI, Polri, BNPT dan DPR. Demi anak cucu yang hidup damai di NKRI.

16. Perhatikanlah beberapa orang yang akan gusar dan marah dengan kultwit ini. Lalu segera mengcounter. itu sebuah tanda. Mari kita lihat. Wassalam. (albalaghmedia.com)

Banyak Imigran Syiah Lakukan Praktik Prostitusi

Anggota Peneliti Rumah Dakwah Riau, Roni Candra membenarkan berita tentang kebiasaan sejumlah kaum perempuan di Pekanbaru, yang menggandeng para imigran Syiah (menetap di rumah detensi imigran yang berlokasi di belakang Purna MTQ, Pekanbaru, red) sebagai pasangan kencan.

Roni menuturkan dari hasil pemantauan yang dilakukan tim peneliti Rumah Dakwah Riau, apa yang para imigran lakukan memang besar terindikasi ke arah praktik prostitusi atau tindakan amoral.

“Indikasi ke arah prostusi sangat banyak, biasanya mereka (para imigran Syiah) didatangi dekat penampungan-penampungan dan dijemput menggunakan mobil,” kata Roni kepada Hidayatullah.com, Kamis (12/93).

Roni mengatakan, pihaknya sudah mengunjungi Kepala Rudenim Pekanbaru. Namun, lanjutnya, meski sudah banyak laporan dari berbagai pihak maupun media yang telah memberitakan kasus itu, respon Kepala Imigrasi sampai saat ini masih biasa saja.

“Tanggapan Kepala Rudenim normatif saja. Jika ada warga yang melihat langsung laporkan saja,” ujar Roni yang juga aktif sebagai Humas Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kota Pekanbaru.

Roni juga menyampaikan sikap Pemerintah Daerah sendiri terkait kasus tindakan amoral imigran Syiah itu baru sebatas melakukan razia-razia saja.

“Ada sebuah café di sekitaran jalan tangkuban perahu, dimana café tersebut memang banyak menampung para imigran, tempat mereka ngumpul, dan kegiatannya mengindikasikan ke arah prositusi atau tindakan amoral. Bahkan saya dapat laporan dari warga sekitar, café tersebut milik warga Iran yang menikah dengan warga Pekanbaru,” pungkas Roni.

Hingga saat ini kedatangan imigran gelap dari sejumlah negara di Pekanbaru, Riau, semakin menjadi persoalan. Jumlah imigran yang kabarnya sudah mencapai angka 1.000-an orang itu menjadi sorotan banyak pihak, tak terkecuali pemerintah daerah setempat.

Pasalnya, mereka bisa bebas berkeliaran di jalan-jalan. Kabar tak sedap pun tersiar, di antara mereka terlibat dalam praktik ilegal, semacam prostitusi, dan penyebaran ajaran Syiah.

Belakangan muncul pula kabar tentang kebiasaan sejumlah kaum perempuan di Pekanbaru yang menggandeng para imigran Syiah itu sebagai teman kencan. (hidayatullah.com)